Masalah Berkemih pada Pria: Apakah Berpengaruh pada Reproduksi?

Masalah berkemih pada pria sering kali dianggap sepele, terutama jika masih bisa ditahan atau tidak menimbulkan nyeri hebat. Padahal, gangguan berkemih dapat menjadi tanda awal masalah pada sistem urogenital yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi pria. Lalu, bagaimana hubungan antara keduanya?

Hubungan Saluran Kemih dan Sistem Reproduksi Pria

Pada pria, saluran kemih bagian bawah (uretra) memiliki peran ganda, yaitu sebagai jalur keluarnya urine dan cairan ejakulasi. Karena itu, gangguan pada uretra atau organ di sekitarnya tidak hanya berdampak pada fungsi berkemih, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi seksual dan kesuburan.

Struktur saluran kemih yang sehat penting untuk menjaga:

  • Aliran urine yang lancar
  • Proses ejakulasi yang normal
  • Kesehatan organ reproduksi seperti prostat dan testis

Jenis Masalah Berkemih yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gangguan berkemih yang sering dialami pria antara lain:

  • Sulit memulai buang air kecil
  • Aliran urine lemah atau terputus-putus
  • Nyeri atau rasa terbakar saat berkemih
  • Sering buang air kecil
  • Tidak tuntas saat berkemih

Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh penyempitan uretra (striktur uretra), pembesaran prostat, infeksi saluran kemih, hingga riwayat cedera atau tindakan medis tertentu.

Dampak Masalah Berkemih terhadap Reproduksi Pria

Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan berkemih dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan reproduksi pria, seperti:

  • Gangguan ejakulasi, termasuk ejakulasi nyeri atau tidak lancar
  • Infeksi berulang pada saluran kemih dan organ reproduksi
  • Penurunan kualitas sperma akibat peradangan kronis
  • Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pria.
  • Peran Dokter Spesialis Urologi

Dokter spesialis urologi berperan penting dalam mengevaluasi, mendiagnosis, dan menangani masalah berkemih sekaligus menjaga fungsi reproduksi pria. Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Wawancara medis dan pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan urine dan darah
  • USG atau pemeriksaan radiologi
  • Pemeriksaan khusus saluran kemih bila diperlukan
  • Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab, mulai dari terapi obat hingga tindakan bedah
  • Rekonstruksi Saluran Kemih sebagai Solusi

Pada kasus tertentu, seperti penyempitan uretra yang berat atau berulang, rekonstruksi saluran kemih dapat menjadi solusi untuk mengembalikan fungsi berkemih sekaligus menjaga kesehatan reproduksi pria. Tindakan ini bertujuan:

  • Memperbaiki aliran urine
  • Mengurangi risiko infeksi
  • Mendukung fungsi ejakulasi yang normal
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien

BACA JUGA: Anyang-anyangan Tak Kunjung Sembuh, Kapan Harus Periksa ke Dokter Urologi?

Dengan teknik yang tepat dan penanganan oleh dokter berpengalaman, hasil rekonstruksi dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Masalah berkemih bukan hanya soal kenyamanan sehari-hari, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi pria. Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

RS EMC Alam Sutera menghadirkan layanan urologi komprehensif dengan dukungan dokter spesialis urologi berpengalaman serta fasilitas medis modern. Mulai dari pemeriksaan menyeluruh, penanganan gangguan berkemih, hingga tindakan rekonstruksi saluran kemih, seluruh layanan dilakukan dengan pendekatan aman, tepat, dan berorientasi pada kenyamanan pasien.

Dengan komitmen pada mutu layanan dan teknologi terkini, RS EMC Alam Sutera siap menjadi mitra kesehatan terpercaya dalam menjaga kesehatan saluran kemih dan reproduksi pria. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, Anda dapat menghubungi layanan pendaftaran RS EMC Alam Sutera.

Artikel ditulis oleh dr. Aga Parardya, Sp.U(K) (Dokter Spesialis Bedah Urologi, Konsultan Trauma & Rekonstruksi Urologi RS EMC Alam Sutera).