Whip Pink ‘Gas Tertawa’: Efek Sesaat, Risiko Kesehatan Jangka Panjang

Whip Pink belakangan banyak dibicarakan di media sosial. Produk ini umumnya berbentuk tabung kecil berwarna mencolok dan kerap dikaitkan dengan efek “senang” atau “melayang” setelah dihirup, oleh karena itu biasa dikenal juga dengan “gas tertawa”. Padahal, Whip Pink bukan untuk dihirup. Jika disalahgunakan, produk ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Apa Itu Whip Pink?

Whip Pink merupakan tabung gas kecil yang berisi nitrous oxide (dinitrogen oksida). Zat ini sebenarnya legal dan digunakan untuk keperluan kuliner, khususnya untuk membantu krim kocok (whipped cream) mengembang dan bertekstur lembut.

Selain di bidang kuliner, nitrous oxide juga digunakan dalam dunia medis, misalnya pada perawatan gigi atau persalinan. Namun, penggunaannya dilakukan dengan dosis yang sangat terkontrol, dicampur dengan oksigen, serta berada di bawah pengawasan tenaga medis. Artinya, bukan zatnya yang berbahaya, melainkan cara penggunaannya yang tidak sesuai.

Mengapa Whip Pink Bisa Berbahaya?

Masalah muncul ketika nitrous oxide dihirup langsung untuk tujuan rekreasional. Saat dihirup, gas ini dengan cepat masuk ke aliran darah dan memengaruhi otak serta sistem saraf pusat. Dalam waktu singkat, pengguna dapat merasakan sensasi seperti:

  • Rasa senang sesaat
  • Kepala terasa ringan
  • Tertawa tanpa sebab
  • Hingga sensasi melayang

Efek tersebut hanya berlangsung sebentar. Namun, dampak buruknya bagi tubuh bisa bertahan lama dan berisiko.

Dampak Whip Pink terhadap Kesehatan

Menghirup nitrous oxide secara langsung dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Jika dilakukan berulang atau dalam jumlah besar, kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar
  • Kehilangan kesadaran
  • Kesemutan dan mati rasa pada tangan atau kaki
  • Sulit berjalan dan kelemahan otot
  • Gangguan saraf hingga kelumpuhan
  • Gangguan mental seperti cemas berlebihan, halusinasi, atau depresi

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12, yaitu vitamin penting untuk kesehatan saraf dan sumsum tulang belakang. Kekurangan vitamin ini berisiko menimbulkan kerusakan saraf permanen.

Selain itu, nitrous oxide memiliki suhu yang sangat dingin saat keluar dari tabung. Menghirup gas ini secara langsung dapat menyebabkan luka dingin (frostbite) pada bibir, mulut, atau hidung.

Apakah Whip Pink Bisa Menyebabkan Ketergantungan?

Meskipun legal, Whip Pink dapat menimbulkan kebiasaan dan ketergantungan. Efek “senang” yang dirasakan berlangsung sangat singkat, sehingga pengguna cenderung menghirupnya berulang kali. Seiring waktu, tubuh membutuhkan jumlah yang lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama, sehingga risiko kerusakan kesehatan pun semakin meningkat.

Mengapa Aman Digunakan di Medis, tetapi Berbahaya di Luar Medis?

Dalam dunia medis, nitrous oxide:

  1. Selalu dicampur dengan oksigen
  2. Diberikan dalam dosis yang aman
  3. Diawasi langsung oleh tenaga kesehatan

Sebaliknya, pada penyalahgunaan Whip Pink, gas sering dihirup dalam bentuk murni tanpa oksigen, yang dapat menyebabkan kekurangan oksigen ke otak dan berujung pada kondisi yang sangat berbahaya, bahkan fatal.

RS EMC mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan Whip Pink atau produk sejenis. Produk yang tampak aman dan dijual bebas belum tentu aman jika digunakan tidak sesuai dengan fungsinya.

Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami keluhan seperti pusing berat, mati rasa, sulit berjalan, atau penurunan kesadaran setelah terpapar zat ini, segera periksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Menjaga kesehatan dimulai dari bijak menggunakan produk sesuai peruntukannya.

Artikel ditulis oleh dr. Maria Dewi Caetline, Sp.P (Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan RS EMC Cikarang & Cibitung).