Puasa Ramadan bagi Pasien Parkinson: Aman atau Berisiko?

Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif kedua terbanyak di dunia yang berdampak pada 2 dari 100 orang yang berusia di atas 60 tahun. Walaupun demikian, penyakit Parkinson juga bisa terjadi pada usia yang lebih muda. Kondisi ini menyebabkan keluhan gerakan lambat, kaku, tremor, dan gejala lainnya yang berdampak pada keseharian hidup pasien. 

Penyakit Parkinson terjadi karena penurunan zat kimia di otak yaitu dopamin. Banyak jenis obat yang dapat mengontrol gejala Parkinson, namun yang terutama adalah obat yang mengandung levodopa, yang bekerja sebagai prekursor dari dopamin. Obat ini memiliki durasi kerja yang singkat di tubuh yaitu hanya 3-4 jam. Oleh karena itu, pasien Parkinson dapat mengkonsumsi obat lebih dari tiga kali sehari. 

Apakah Pasien Parkinson Boleh Berpuasa?

Berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi umat Muslim. Walaupun demikian, bagi mereka yang menderita sakit diperbolehkan tidak berpuasa Ramadan bila berisiko atau memperberat kondisi. Jadi, apakah pasien Parkinson dapat berpuasa?

1. Risiko Puasa bagi Pasien Parkinson 

Penghentian secara mendadak dari obat-obat Parkinson saat berpuasa dapat menyebabkan perburukan kondisi seperti kaku yang bertambah sampai kondisi tidak dapat bergerak sama sekali. Pasien yang rutin konsumsi obat lebih dari 3x akan mengalami fluktuasi motorik (kaku, tremor, sulit bergerak yang bertambah) karena hanya mengkonsumsi obat saat sahur dan berbuka. Konsumsi obat dengan dosis berlebihan di satu waktu saat berbuka juga memiliki risiko diskinesia (gerakan-gerakan abnormal yang timbul akibat dopamin yang mendadak tinggi ke otak).  

2. Konsultasikan ke Dokter

Setiap pasien memiliki kondisi berbeda-beda sehingga penilaian medis secara komprehensif diperlukan untuk menilai kondisi penyakit Parkinson. Derajat tingkat keparahan Parkinson memiliki risiko yang berbeda saat berpuasa. Secara umum, pasien Parkinson derajat ringan dapat berpuasa dengan penggunaan obat-obatan yang durasi kerjanya panjang. Pasien Parkinson derajat sedang dapat berpuasa dengan beberapa modifikasi obat-obatan. Pasien Parkinson derajat berat memiliki risiko yang tinggi untuk berpuasa, kecuali dengan kombinasi dengan advanced therapy.

3. Perubahan Dosis dan Jenis Obat 

Bagi pasien Parkinson yang dapat berpuasa, diperlukan evaluasi obat-obatan dan bila diperlukan dapat dilakukan modifikasi jenis dan dosis obat. Hal ini sebaiknya dilakukan sebelum mulai Ramadan untuk menyesuaikan obat-obatan regimen baru.

Melakukan ibadah puasa Ramadan merupakan suatu tantangan pagi pasien Parkinson. Bukanlah tidak mungkin pasien Parkinson untuk berpuasa, namun kita perlu memastikan kondisi pasien optimal dan aman saat berpuasa. Konsultasikan ke dokter spesialis saraf bagi pasien Parkinson yang ingin berpuasa. 

Artikel ditulis oleh dr. Gloria Tanjung, Sp.N (Dokter Spesialis Neurologi / Saraf RS EMC Alam Sutera & Sentul).