Penggunaan gadget seperti ponsel, tablet, dan laptop telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sayangnya, penggunaan yang berlebihan tanpa disertai postur tubuh yang baik dapat berdampak buruk pada kesehatan saraf. Dokter spesialis saraf mengingatkan bahwa kebiasaan ini sering kali tidak disadari, namun efeknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Penggunaan Gadget dan Dampaknya pada Saraf
Saat menggunakan gadget dalam waktu lama, tubuh cenderung berada pada posisi statis. Leher menunduk, bahu membungkuk, dan pergelangan tangan menekuk berulang kali. Kondisi ini dapat memberi tekanan berlebih pada saraf dan jaringan di sekitarnya.
Beberapa gangguan saraf yang sering dikaitkan dengan penggunaan gadget berlebihan antara lain:
- Nyeri leher dan bahu
- Sakit kepala tipe tegang
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan jari
- Nyeri pergelangan tangan akibat penekanan saraf
Dokter spesialis saraf menjelaskan bahwa gerakan berulang dan posisi yang salah dapat menyebabkan iritasi bahkan penekanan saraf jika terjadi terus-menerus.
Postur Tubuh yang Buruk dan Risiko Gangguan Saraf
Postur tubuh yang tidak ergonomis, baik saat duduk, berdiri, maupun berbaring, dapat mengganggu keseimbangan otot dan tulang belakang. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memengaruhi saraf yang berada di sekitar tulang belakang.
Beberapa keluhan yang sering muncul akibat postur tubuh buruk meliputi:
- Nyeri punggung dan pinggang
- Leher kaku dan sulit digerakkan
- Nyeri menjalar ke lengan atau kaki
- Kesemutan yang muncul saat posisi tertentu
Dalam jangka panjang, postur tubuh yang salah dapat meningkatkan risiko gangguan saraf terjepit.
Hubungan Gadget, Postur, dan Sistem Saraf
Penggunaan gadget yang lama biasanya tidak diimbangi dengan istirahat dan peregangan. Akibatnya, saraf menerima tekanan terus-menerus. Sistem saraf yang seharusnya mengirimkan sinyal dengan lancar justru terganggu, sehingga timbul keluhan nyeri, baal, atau rasa tidak nyaman.
Dokter spesialis saraf menekankan bahwa gangguan ini tidak selalu muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan seiring kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter Spesialis Saraf?
Segera periksakan diri ke dokter spesialis saraf jika Anda mengalami:
- Nyeri leher atau punggung yang tidak membaik
- Kesemutan atau mati rasa berkepanjangan
- Nyeri yang menjalar ke lengan atau kaki
- Kelemahan pada anggota gerak
- Sakit kepala berulang akibat aktivitas gadget
Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah gangguan saraf menjadi lebih berat.
Tips Menjaga Kesehatan Saraf saat Menggunakan Gadget
Dokter spesialis saraf menyarankan beberapa langkah sederhana berikut:
- Gunakan gadget dengan posisi layar sejajar mata
- Duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks
- Istirahat setiap 30–60 menit untuk peregangan
- Hindari penggunaan gadget sambil berbaring terlalu lama
- Lakukan olahraga ringan dan latihan postur secara rutin
Kesimpulan
Penggunaan gadget tidak dapat dihindari, namun kebiasaan dan postur tubuh saat menggunakannya sangat menentukan kesehatan saraf. Dengan menerapkan postur yang baik, membatasi durasi penggunaan gadget, dan berkonsultasi ke dokter spesialis saraf bila diperlukan, risiko gangguan saraf dapat diminimalkan.
Artikel ditulis oleh Advokat DR (C). dr. Johan Akbari, Sp.N, FIPM, S.H, MARS, CMC (Dokter Spesialis Neurologi / Saraf RS EMC Pekayon).