Kenali Penyebab Hipoglikemia, Kondisi Gula Darah Rendah yang Berbahaya

Banyak orang lebih fokus mewaspadai gula darah tinggi, padahal gula darah rendah atau hipoglikemia juga memiliki risiko serius bagi kesehatan. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan berpotensi menimbulkan keadaan darurat medis.

Memahami apa itu hipoglikemia, penyebab, serta gejalanya sangat penting agar kondisi ini dapat dicegah dan ditangani dengan tepat sebelum berdampak lebih berat.

Hipoglikemia: Saat Tubuh Kekurangan Energi

Glukosa merupakan sumber energi utama tubuh, terutama bagi otak, otot, dan sistem saraf. Setiap aktivitas yang kita lakukan, mulai dari berjalan, berpikir, hingga bernapas, membutuhkan pasokan glukosa yang cukup dalam darah.

Saat kadar gula darah turun di bawah batas normal, tubuh akan kekurangan energi untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Inilah yang disebut hipoglikemia. Ketika hal ini terjadi, tubuh akan memberikan sinyal berupa berbagai gejala sebagai tanda peringatan.

Otak menjadi organ yang paling terdampak oleh hipoglikemia karena sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama. Kekurangan glukosa pada otak dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, perubahan emosi, hingga kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

Faktor Penyebab Hipoglikemia yang Sering Terlewat

Hipoglikemia tidak hanya dialami oleh penderita diabetes. Ada beberapa faktor penyebab gula darah rendah yang sering kali tidak disadari, antara lain:

1. Tingginya Kadar Insulin

Kadar insulin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penurunan gula darah secara drastis. Kondisi ini bisa terjadi akibat penggunaan obat diabetes yang tidak sesuai dosis atau gangguan regulasi insulin dalam tubuh.

2. Gangguan Metabolisme dan Hormon

Masalah pada hormon yang mengatur metabolisme, seperti hormon tiroid, kortisol, atau hormon pertumbuhan, dapat mengganggu keseimbangan gula darah dan memicu hipoglikemia.

3. Pengaruh Alkohol dan Zat Tertentu

Konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan dan tanpa asupan makanan yang cukup, dapat menghambat produksi glukosa oleh hati sehingga meningkatkan risiko gula darah rendah.

4. Terdapat Masalah pada Pankreas

Pankreas berperan penting dalam mengatur produksi insulin. Gangguan pada pankreas, termasuk tumor tertentu, dapat menyebabkan pelepasan insulin berlebih yang menurunkan kadar gula darah.

Gejala Hipoglikemia yang Perlu Anda Tahu

Gejala hipoglikemia dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Mengenal tanda-tandanya sangat penting agar dapat segera ditangani. Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Mudah merasa lapar: Tubuh memberi sinyal kekurangan energi akibat turunnya kadar gula darah.
  • Badan terasa lemas atau tidak bertenaga: Otot tidak mendapatkan pasokan glukosa yang cukup untuk berfungsi optimal.
  • Berkeringat dingin: Respons tubuh terhadap penurunan gula darah yang memicu aktivasi sistem saraf.
  • Tangan atau tubuh gemetar: Terjadi akibat pelepasan hormon stres untuk menaikkan kadar gula darah.
  • Pusing atau kepala terasa ringan: Otak kekurangan glukosa sehingga aliran energi terganggu.
  • Jantung berdebar lebih cepat: Tubuh berusaha mengompensasi kondisi hipoglikemia dengan meningkatkan denyut jantung.
  • Sulit fokus atau konsentrasi menurun: Fungsi otak terganggu karena pasokan energi yang tidak mencukupi.
  • Mudah gelisah, cemas, atau mengalami perubahan emosi: Hipoglikemia memengaruhi kerja otak yang mengatur emosi.
  • Penglihatan terasa kabur: Saraf dan otak tidak mendapat energi yang cukup untuk memproses visual dengan baik.
  • Pada kondisi berat, dapat menyebabkan pingsan atau kehilangan kesadaran: Otak tidak mampu berfungsi normal akibat kekurangan glukosa yang signifikan.

Cara Mencegah Hipoglikemia Sejak Dini

Mencegah hipoglikemia dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan asupan energi dan mengenali kebutuhan tubuh sehari-hari. Langkah-langkah sederhana berikut dapat membantu menurunkan risiko gula darah rendah:

1. Pentingnya Pola Makan Teratur dan Seimbang

Pola makan yang teratur dan seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

2. Tidak Melewatkan Waktu Makan

Melewatkan waktu makan dapat menyebabkan penurunan gula darah secara tiba-tiba, terutama pada orang yang aktif atau memiliki kondisi medis tertentu.

3. Mengatur Porsi Karbohidrat dan Protein

Kombinasi karbohidrat dan protein yang tepat membantu menyediakan energi sekaligus memperlambat penurunan gula darah.

4. Membatasi Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat menghambat produksi glukosa oleh hati sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama jika dikonsumsi tanpa makanan.

5. Mengenali Kondisi Tubuh Sebelum Beraktivitas Berat

Memahami kondisi tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik berat membantu mencegah penurunan gula darah akibat kebutuhan energi yang meningkat.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Hipoglikemia bukan kondisi sepele dan tidak boleh diabaikan, terutama jika sering kambuh atau terjadi tanpa sebab yang jelas. Mengenali pemicu hipoglikemia sejak dini dapat membantu mencegah risiko serius, seperti cedera akibat pingsan atau gangguan fungsi otak.

Pendampingan medis sangat penting untuk menentukan penyebab utama hipoglikemia serta menyusun langkah pencegahan jangka panjang yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Jika Anda sering mengalami gejala gula darah rendah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

Artikel ditulis oleh dr. Patriotika Ismail, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Cikarang).