Apa Itu Bedah Digestif dan Penyakit Umum yang Ditanganinya?

Sistem pencernaan berfungsi penting dalam menunjang kesehatan tubuh secara menyeluruh. Melalui proses pencernaan, tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi, memperbaiki sel, dan menjaga daya tahan tubuh.

Namun, tidak semua gangguan pencernaan dapat ditangani hanya dengan obat-obatan atau perubahan pola makan. Pada kondisi tertentu, tindakan bedah menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi masalah pada saluran cerna. Di sinilah peran bedah digestif menjadi sangat penting sebagai cabang bedah yang fokus menangani gangguan sistem pencernaan.

Apa Itu Bedah Digestif?

Bedah digestif merupakan cabang ilmu bedah yang khusus menangani penyakit dan kelainan pada sistem pencernaan mulai dari kerongkongan (Esofagus) sampai dengan anus serta organ-organ lain seperti hati, pankreas, empedu dan limpa. Tujuan utama bedah digestif adalah mengatasi gangguan yang tidak dapat ditangani secara konservatif dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Organ Pencernaan yang Ditangani Bedah Digestif

Bedah digestif mencakup penanganan berbagai organ saluran cerna, antara lain:

  • Kerongkongan (Esofagus)
  • Lambung
  • Usus halus, usus besar dan usus buntu
  • Hati, kantung empedu beserta salurannya (CBD)
  • Pankreas
  • Limpa
  • Rektum dan anus

Perbedaan Bedah Digestif dan Bedah Umum

Meskipun sama-sama termasuk dalam bidang bedah, bedah digestif merupakan cabang subspesialis yang memiliki fokus khusus pada sistem pencernaan, sehingga penanganannya lebih spesifik dan mendalam.

Perbedaan utamanya meliputi:

  • Fokus penanganan: Bedah digestif menangani penyakit saluran cerna, sedangkan bedah umum mencakup berbagai kondisi bedah secara luas.
  • Kompetensi dokter: Dokter bedah digestif memiliki keahlian mendalam untuk menangani gangguan pencernaan, mulai dari kasus ringan hingga kompleks.
  • Jenis tindakan: Bedah digestif mencakup tindakan minimal invasif dan penanganan kanker saluran cerna secara komprehensif.

Dengan keahlian yang lebih terfokus, bedah digestif berperan penting dalam memberikan penanganan optimal pada gangguan sistem pencernaan.

Kondisi Medis yang Ditangani Bedah Digestif

Berikut beberapa kondisi medis yang memerlukan penanganan bedah digestif:

  1. Hernia
    Hernia terjadi saat organ dalam menonjol keluar melalui celah pada dinding otot. Kondisi ini umumnya membutuhkan tindakan operasi untuk mencegah komplikasi berupa terjepitnya organ.
  1. Usus Buntu
    Radang usus buntu (apendisitis) merupakan kondisi darurat yang membutuhkan operasi segera untuk mencegah pecahnya usus buntu dan infeksi yang lebih serius.
  1. Batu Empedu dan salurannya (CBD)
    Batu empedu dapat menyebabkan nyeri hebat, mual, hingga infeksi. Jika keluhan berulang atau terjadi komplikasi, operasi pengangkatan secara minimal invasive (laparoscopy) kantong empedu dapat menjadi solusi terbaik, juga dapat dilakukan ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) jika batu sudah masuk ke dalam CBD.
  1. Gangguan Lambung dan Usus
    Beberapa gangguan seperti sumbatan usus, perforasi, tumor ganas atau perdarahan saluran cerna memerlukan penanganan bedah digestif, terutama jika tidak membaik dengan terapi medis. Tindakan operasi dapat dilakukan secara terbuka maupun minimal invasif (laparoscopy).
  1. Tumor atau Kanker Saluran Cerna
    Bedah digestif berperan penting dalam penanganan tumor jinak maupun kanker pada lambung, usus, dan organ pencernaan lainnya, baik sebagai terapi utama maupun bagian dari perawatan komprehensif yang dapat dilakukan secara terbuka maupun minimal invasif (laparoscopy)

Jenis Tindakan dalam Bedah Digestif

Tindakan bedah digestif disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan pasien, diantaranya:

  • Operasi Terbuka
    Dilakukan dengan sayatan yang lebih besar dan digunakan pada kasus kompleks atau kondisi darurat tertentu.

  • Operasi Laparoskopi
    Merupakan teknik minimal invasif dengan sayatan kecil dan berbantuan kamera. Metode ini umumnya memiliki keunggulan, yaitu nyeri pascaoperasi yang lebih ringan dan pemulihan lebih cepat. Pada dasarnya, laparoscopy menggunakan hanya 1 sayatan (single incision atau SILS), dengan nyeri sangat minimal dan lama perawatan lebih singkat.

  • Tindakan Darurat dan Terencana
    Bedah digestif dapat dilakukan secara terencana (elektif) maupun darurat, tergantung tingkat keparahan dan risiko komplikasi yang dialami pasien.

  • Laparoscopy sleeve gastrectomy (BARIATRIC Procedure) 
    Bariatrik adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk membantu mengatasi obesitas dengan mengubah sistem pencernaan melalui pemotongan lambung.  Prosedur ini dapat menurunkan berat badan secara signifikan dan berkontribusi pada perbaikan kondisi medis terkait obesitas.

  • ERCP
    ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography) adalah prosedur medis yang menggabungkan endoskopi dan sinar-X untuk mendiagnosis serta mengobati masalah pada saluran empedu ( CBD) dan pancreas. Prosedur ini berguna untuk   mengeluarkan batu di saluran CBD atau mengatasi penyempitan saluran dengan memasukkan endoskop (selang tipis berkamera) melalui mulut, lambung, hingga ke saluran pankreas dan CBD, lalu menyuntikkan pewarna kontras untuk visualisasi detail. 
  • Laser Hemoroid, Fissura dan Fistula perianal (FILACS)
    Laser merupakan teknik medis modern untuk mengobati wasir (hemoroid), fissure dan fistula perianal dengan  menggunakan energi laser yang minimal invasif, bertujuan mengecilkan atau menghancurkan jaringan wasir dan saluran fistula yang membesar dengan menghentikan aliran darah ke pembuluh darah dan menghancurkan dinding fistula tersebut, sehingga pemulihan lebih cepat, nyeri sangat  minimal, serta perdarahan lebih sedikit dibanding operasi konvensional.

Kapan Pasien Membutuhkan Bedah Digestif?

Pasien dianjurkan berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Gejala gangguan pencernaan tidak membaik meski sudah menjalani pengobatan medis
  • Nyeri perut berat, menetap, atau berulang tanpa penyebab jelas
  • Terjadi penyumbatan, perdarahan, atau infeksi pada saluran cerna
  • Ditemukan hernia, usus buntu, atau batu empedu yang memerlukan tindakan operasi
  • Adanya tumor atau kanker pada organ pencernaan
  • Kondisi darurat seperti perforasi usus atau peradangan berat
  • Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan perlunya tindakan bedah

Bedah digestif memiliki peran penting dalam menangani berbagai gangguan sistem pencernaan, terutama pada kondisi yang tidak dapat ditangani dengan pengobatan biasa. Diagnosis yang tepat dan tindakan yang dilakukan sejak dini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan serta kualitas hidup.

Jika Anda mengalami keluhan pencernaan yang tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter merupakan langkah awal terbaik untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Artikel ditulis oleh dr. Rio Andreas, Sp.B.,SubSp.BD(K)., M.Biomed., FINACS (Dokter Spesialis Bedah - Subspesialis Bedah Digestif RS EMC Sentul).