Stroke adalah kondisi darurat medis yang dapat mengubah hidup dalam sekejap. Pemulihan pasca-stroke sering kali membutuhkan waktu dan kesabaran, namun kemajuan teknologi telah membawa harapan baru.
Apa Itu Diego dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Diego adalah sistem robotik canggih yang dirancang khusus untuk terapi rehabilitasi anggota gerak atas (tangan dan lengan), sebuah area yang sangat terpengaruh oleh stroke.
Cara Kerja Diego yang Revolusioner
1. Terapi Berbasis Permainan (Gamifikasi)
Pasien mengendalikan permainan atau tugas di layar dengan gerakan lengan dan tangan mereka. Ini membuat sesi latihan menjadi lebih menyenangkan dan termotivasi, jauh dari kesan membosankan yang sering terjadi pada terapi konvensional.
2. Dukungan Berat Badan (Gravity Compensation)
Diego dapat meniadakan atau mengurangi efek gravitasi pada lengan pasien. Ini sangat penting, terutama bagi pasien yang baru mengalami stroke dan memiliki kekuatan otot yang sangat lemah karena memungkinkan mereka melatih gerakan yang lebih luas tanpa membebani otot.
3. Latihan Intensif dan Repetitif
Pemulihan saraf dan otot (neuroplastisitas) memerlukan pengulangan gerakan yang intensif. Diego memfasilitasi ratusan pengulangan gerakan yang tepat dalam satu sesi, sebuah tingkat intensitas yang sulit dicapai oleh terapi manual saja.
4. Umpan Balik Real-time (Biofeedback)
Sensor presisi tinggi pada robot memberikan data real-time tentang kinerja pasien. Hal ini memungkinkan terapis dan pasien untuk melihat langsung kemajuan yang dibuat dan menyesuaikan tingkat kesulitan secara instan.
Mengapa Diego Menjadi Pilihan Utama untuk Pemulihan Pasca-Stroke di Jakarta Barat?
Sebagai pusat layanan kesehatan terdepan di Jakarta Barat, RS EMC Grha Kedoya memilih Diego karena manfaatnya yang terbukti signifikan, melampaui metode rehabilitasi tradisional.
1. Mempercepat Pemulihan Fungsi Lengan dan Tangan
Fokus Diego pada gerakan anggota gerak atas menjadikannya alat yang luar biasa untuk mengembalikan kemampuan fungsi lengan terutama bahu dan siku. Ini adalah keterampilan vital yang dibutuhkan pasien untuk kembali melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, berpakaian, atau menyikat gigi.
2. Peningkatan Motivasi Pasien
Salah satu tantangan terbesar dalam rehabilitasi adalah menjaga motivasi. Lingkungan yang interaktif dan gamified yang disediakan oleh Diego mengubah sesi terapi menjadi challenge yang menyenangkan, membuat pasien termotivasi untuk berlatih lebih keras dan lebih lama.
3. Pengurangan Beban Fisik Terapis
Dengan dukungan robotik, terapis dapat mengalihkan fokus dari membantu secara fisik menjadi mengawasi, menganalisis, dan mempersonalisasi program terapi. Ini memastikan bahwa kualitas terapi selalu optimal tanpa mengurangi safety dan supervision.
4. Terapi Presisi Tinggi dan Objektif
Setiap gerakan pasien dicatat dan dianalisis secara digital. Hal ini memberikan terapis dan keluarga data yang objektif dan terukur mengenai kemajuan pemulihan motorik, memastikan bahwa terapi berjalan di jalur yang benar menuju kesembuhan.
Di RS EMC Grha Kedoya, kami berkomitmen untuk menyediakan rehabilitasi stroke terbaik. Dengan hadirnya Diego di fasilitas kami, warga Jakarta Barat dan sekitarnya tidak perlu lagi mencari terapi canggih jauh-jauh. Hubungi RS EMC Grha Kedoya sekarang untuk informasi lebih lanjut mengenai program rehabilitasi pasca-stroke dan ketersediaan Diego. Kemandirian Anda pasca-stroke adalah prioritas kami.
Artikel ditulis oleh dr. Ivan Chandra,Sp.KFR,FIPM,FNR,AIFO-K (Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS EMC Grha Kedoya).