Seiring perkembangan teknologi kesehatan, alat canggih kian membuat luka operasi semakin kecil.
Dulu, operasi usus misalnya, perlu bukaan luka 20 hingga 30 cm. Kini, operasi yang sama dapat dilakukan hanya dengan luka kurang dari 1 cm atau tepatnya hanya 8 mm.
Ukuran sayatan dengan da Vinci Xi Robotic Surgery yang kini hadir di RS EMC Alam Sutera hanya seukuran 8 mm, tidak sampai 1 cm.
Sementara, operasi konvensional membutuhkan bukaan rata-rata sekitar 20-30 cm. Sementara, operasi di sekitar saluran kemih umumnya membutuhkan sayatan 10 hingga 20 cm sebelum adanya penggunaan robot.
Kalau saluran kemih, misalnya prostat di bagian bawah, jadi sayatannya lebih kecil biasanya, 10, 15 sampai 20 cm, tapi itu tetap besar.
da Vinci Xi adalah generasi keempat dari robot canggih da Vinci asal Amerika Serikat. Dengan berbagai penyempurnaan dari tiga generasi sebelumnya, da Vinci Xi dinilai memiliki performa yang lebih baik.
Alat ini dilengkapi dengan kamera yang bisa mengambil gambar di dalam tubuh dengan resolusi tinggi. Kemampuan 10 kali zoom memudahkan dokter untuk melihat kondisi pasien. Hasil gambarnya pun bisa berupa gambar tiga dimensi (3D).
Hasil gambarnya dalam bentuk 3 dimensi, jadi seperti kita nonton film 3 dimensi.
Mengenal da Vinci Xi Robotic Surgery
Pada tanggal 11 & 12 Desember 2025, dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FInaCS pertama kali melakukan operasi Bariatrik dengan da Vinci Xi di RS EMC Alam Sutera.
Jadi da Vinci Xi itu merupakan salah satu platform robot bedah yang diproduksi perusahaan di Amerika. Kebanyakan, robot ini menjadi kiblat untuk robot-robot dari perusahaan lain. Jadi ini robot paling canggih yang paling banyak aplikasinya untuk rumah sakit di seluruh dunia.
Beruntungnya di Indonesia, EMC Healthcare termasuk rumah sakit yang awal memiliki robot ini untuk membantu pekerjaan dokter bedah.
Bentuk robot da Vinci Xi yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah robot yang berada di samping pasien dengan empat lengan untuk membantu tindakan operasi. Bagian kedua adalah konsol untuk dokter bedah mengendalikan robot. Dan bagian ketiga adalah monitor untuk melihat hasil dari pemeriksaan robot.
Sejauh ini, rumah sakit yang telah menerapkan da Vinci Xi di Indonesia hanya ada dua, salah satunya RS EMC Alam Sutera.
Robot da Vinci Xi untuk Operasi Apa Saja?
Lebih lanjut, da Vinci Xi Robotic Surgery dapat digunakan untuk operasi yang kompleks dan kerumitannya tinggi.
Contohnya, pada kasus-kasus kanker terutama di daerah kolorektal (usus besar), lambung, kerongkongan, dan bisa digunakan pada kasus masalah hati dan pankreas. Bisa juga pada kasus hernia dan operasi bariatrix untuk mengatasi obesitas.
Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat pasien jika melakukan operasi bariatrix dengan da Vinci Xi. Yakni rasa sakit lebih minim lantaran sayatan jauh lebih kecil. Pemulihannya pun lebih cepat dan tidak memicu perdarahan hingga butuh transfusi.
Kemudian, kalau lukanya kecil, risiko infeksi juga kecil. Karena, perut tidak dibuka-buka, risiko kuman untuk masuk lebih kecil.
Artikel dibuat berdasarkan program Healthy Monday kolaborasi EMC Healthcare dengan Liputan6, bersama narasumber dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FInaCS (Dokter Spesialis Bedah – Subspesialis Bedah Digestif RS EMC Alam Sutera) & dr. Aga Parardya, Sp.U(K) (Dokter Bedah Urologi, Konsultan Trauma & Rekonstruksi Urologi RS EMC Alam Sutera).