Operasi Usus Buntu, Kini lebih Mudah dan Aman dengan Robotic Surgery da Vinci Xi

Teknologi da Vinci Xi yang kini telah hadir di RS EMC Alam Sutera, dinilai sebagai robot bedah paling mutakhir yang amat canggih. Dengan sayatan 8 mm, robot ini dapat mengatasi pembedahan yang kompleks.

Lalu, bagaimana penyakit usus buntu bila ditangani dengan da Vinci Xi Robotic Surgery?

Kalau kasus seperti usus buntu, mungkin termasuk kasus yang tergolong ringan. Kalau tidak terjadi komplikasi, usus buntunya tidak sampai pecah, mungkin tidak berbeda jauh antara laparoskopi sama robotik karena sama-sama lukanya kecil.

Selama usus buntu dapat ditangani dengan laparoskopi, maka dokter akan menawarkan laparoskopi. Ini adalah tindakan yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani masalah di perut dan panggul. Menggunakan kamera, laparoskopi bisa melihat bagian bermasalah di dalam perut.

Tapi misalnya pasien kanker atau usus buntunya sampai pecah, bernanah, infeksi, tumpah ke seluruh perut, robot lebih baik. Kalau tingkat kasusnya lebih tinggi, maka robot lebih superior dibanding laparoskopi. Kalau kasus-kasus biasa, robot dengan laparoskopi seimbang (kemampuannya).

Robot da Vinci Xi untuk Kasus Kompleks

Dengan kata lain, da Vinci Xi Robotic Surgery lebih banyak digunakan untuk operasi yang kompleks dan kerumitannya tinggi.

Contohnya pada kasus-kasus kanker terutama di daerah kolorektal (usus besar), lambung, kerongkongan, dan bisa digunakan pada kasus masalah hati dan pankreas. Bisa juga pada kasus hernia dan operasi bariatrik untuk mengatasi obesitas.

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat pasien jika melakukan operasi bariatrik dengan da Vinci Xi. Yaitu rasa sakit lebih minim lantaran sayatan jauh lebih kecil, hanya 8 mm. Pemulihannya pun lebih cepat dan tidak memicu perdarahan hingga butuh transfusi.

Kemudian, kalau lukanya kecil, risiko infeksi juga kecil. Karena, perut tidak dibuka-buka, risiko kuman untuk masuk lebih kecil.

Kelebihan da Vinci Xi Robotic Surgery

Kelebihan Operasi dengan da Vinci Xi Robotic Surgery

  • Sayatan kecil 8 mm
  • Pemulihan cepat
  • Waktu tinggal di rumah sakit lebih singkat
  • Bekas operasi, keloid tidak terlalu jelas
  • Risiko komplikasi lebih kecil
  • Fungsi organ tidak terganggu

Artikel dibuat berdasarkan program Healthy Monday kolaborasi EMC Healthcare dengan Liputan6, bersama narasumber dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FInaCS (Dokter Spesialis Bedah – Subspesialis Bedah Digestif RS EMC Alam Sutera) & dr. Aga Parardya, Sp.U(K) (Dokter Bedah Urologi, Konsultan Trauma & Rekonstruksi Urologi RS EMC Alam Sutera).