Neuralgia Oksipital (Occipital Neuralgia) Adalah suatu kondisi sangat nyeri pada kepala yang terdapat sepanjang belakang kepala sampai leher. Distribusi nyeri mengikuti persarafan greater occipital dan third occipital yaitu saraf sensoris yang berjalan dari leher bagian atas ke belakang kepala. Nyerinya dapat bersifat seperti berdenyut sakit, tajam, seperti menusuk.

Nyeri yang timbul disebabkan adanya iritasi dan inflamasi pada saraf oksipital yang disebabkan berbagai kondisi seperti trauma pada leher dan belakang kepala, spasme otot yang berlebihan, adanya arthritis pada tulang Cervical dan adanya perubahan struktur pada tulang cervical bagian atas. Biasa juga disertai dengan adanya penyakit lain seperti Diabetes Melitus, infeksi, inflamasi dan kelainan darah.

*Lokasi Saraf Greater Occipital dan Third Occipital Nerves

Meskipun keluhan yang terdapat pada pasien sangat bervariasi, namun hampir semuanya lokasi nyeri terdapat sepanjang leher bagian atas, pertemuan leher dan tulang kepala sampai belakang tulang kepala. Nyerinya bisa terdapat pada satu sisi maupun pada kedua sisi tulang kepala dan leher bagian atas. Nyeri terkadang juga dapat menjalar ke sisi kepala bagian depan.

Bagaimanapun dengan anamnesa riwayat nyeri pada pasien disertai dengan pemeriksaan fisik yang akurat dapat menentukan diagnose penyakit ini dengan tepat. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara menekan pada distribusi perjalanan saraf occipital. Apabila terdapat rasa sangat nyeri maka diagnosa dapat ditegakkan. Biasanya juga disertai dengan adanya spasme pada otot leher. Pemeriksaan penunjang seperti X Ray, CT Scan dan MRI diperlukan apabila ada kecurigaan kelainan struktur tulang cervical dan kepala bagian belakang.

Penanganan secara medis pada penyakit ini sangat bervariasi. Dimulai dengan terapi obat penghilang rasa sakit dan muscle relaxant, fisioterapi dengan pijatan dan penghangat, istirahat, suntikan local anestesi dan steroid. Biasanya pasien mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit dalam waktu yang agak lama baru kemudian konsultasi ke dokter pain specialist.

Apabila respon terhadap variasi pengobatan diatas gagal dan nyeri yang sangat kembali berulang maka dilakukan terapi berupa Rhizotomy yaitu menumpulkan perjalanan akar saraf sehingga dapat mengurangi nyeri seketika kemudian dilanjutkan dengan proses neurolysis yaitu dengan memberikan rangsangan panas dan reaksi kimia lain sehingga menghambat penghantaran rasa nyeri langsung pada perjalanan saraf tersebut. Tindakan yang bersifat minimal invasive ini dilakukan dengan menggunakan needle dan kemudian disambungkan ke mesin radiofrequensi dan dilakukakn didalam ruangan Cathlab yang gunanya dapat visualisi optimal jalannya prosedur secara update sehingga lebih aman serta menguidance needle kearah distribusi saraf dengan tepat dan akurat.

*Contoh tindakan Neurolysis Ablation dengan Radiofrequency

*Tindakan Neurolysis Ablation dilakukan di ruangan Cathlab

Artikel ditulis oleh dr. Syafrizal Abubakar, Sp.BS (K)FINPS (Spesialis Bedah Saraf RS EMC Sentul).