Sering sakit kepala atau kepala pusing tentunya akan mengganggu banyak aktivitas Anda. Jika rasa pusing yang Anda alami terasa berputar, maka bisa jadi Anda mengalami vertigo. Keluhan vertigo yang hebat dan mendadak bahkan dapat menyebabkan gejala otonom seperti cemas hingga rasa takut.

Vertigo adalah salah satu gejala saat seseorang mengalami persepsi gerakan yang tidak seharusnya. Penderita biasanya mengalami rasa pusing yang berputar yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan ini disebabkan oleh kelainan sentral (otak) dan telinga dalam (organ vertibuler). Pada umumnya, kasus vertigo disebabkan oleh kelainan pada telinga dalam atau bagian perifer.

Vertigo sering kali diikuti dengan gejala mual dan muntah serta ketidakmampuan penderita dalam menjaga keseimbangan badan. Hal ini yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan berdiri, berjalan, atau bahkan jadi sering terjatuh. Serangan vertigo biasanya berlangsung beberapa jam saja. Namun, jika tidak segera ditangani, vertigo jadi akan sering kambuh dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa orang yang lebih rentan terkena vertigo, misalnya orang yag sudah berusia lebih dari 50 tahun, sedang mengalami stres berat atau sering mengonsumsi antidepresan, sering mengonsumsi alkohol, dan orang yang mengalami infeksi telinga.

Vertigo sebenarnya termasuk ke dalam gejala dan bukan penyakit. Dengan begitu, cara mengatasi vertigo pun berbeda-beda karena tergantung pada penyakit yang menyebabkan gejala vertigo tersebut. Sebaiknya, penderita langsung dirujuk ke dokter saraf untuk mencari penyebab yang memicu gejala vertigo yang dialami.

Penyakit yang menyebabkan munculnya gejala vertigo ini bermacam-macam, mulai dari migrain, penyakit meniere, sampai dengan BPPV atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Penyakit BPPV adalah salah satu yang paling sering dijumpai. BPPV disebabkan kelainan pada telinga dalam, tepatnya pada sistem vestibularis.

Penanganan Gejala Vertigo

Setiap vertigo yang disebabkan oleh kelainan perifer atau vertigo perifer dapat disembuhkan dengan obat-obatan maupun dengan terapi repositioning, seperti canalith repositioning therapy dan terapi latihan vestibuler.

Obat penekan saraf vertibuler biasanya diatasi dengan obat berjenis histamine analogue. Obat ini bekerja secara langsung berikatan dengan reseptor histamin yang terletak pada dinding aliran darah, termasuk dalam telinga. Dengan mengaktifkan reseptor histamin, efeknya bisa meningkatkan sirkulasi darah. Obat ini membantu menghilangkan tekanan di dalam telinga serta mampu mengurangi mual dan pusing.

Bagi beberapa pasien yang merasa tidak stabil sehingga harus berpegangan pada dinding atau bahkan menggunakan kursi roda ketika mengalami vertigo, dokter biasanya akan merekomendasikan pasien untuk istirahat total atau rawat inap.

Jika Anda termasuk rentan mengalami vertigo, lakukan hal ini ketika gejala tersebut menyerang:

  • Waspadai kemungkinan kehilangan keseimbangan tubuh yang bisa menyebabkan Anda terjatuh dan mengalami cedera serius
  • Segera duduk di kursi dengan sandaran yang nyaman atau berbaring ketika Anda merasa pusing
  • Nyalakan lampu yang terang dan nyaman
  • Pakai bantuan tongkat untuk berjalan bila Anda memiliki risiko tinggi untuk terjatuh

Untuk penanganan yang tepat, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab vertigo, jenis pengobatan, serta latihan yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala atau mengurangi frekuensi vertigo. Jangan lupa untuk istirahat dengan cukup, sering lakukan pijatan ringan di sekitar area kepala, dan minum air putih yang cukup agar peredaran darah tetap lancar. #LiveExcellently