Kehamilan adalah perjalanan penuh harapan, dan setiap calon ibu tentu ingin memberikan yang terbaik bagi bayinya. Salah satu langkah penting untuk memastikan kesehatan optimal sejak dalam kandungan adalah melalui pemberian vaksin selama kehamilan. Vaksin tidak hanya melindungi ibu, tetapi juga memberikan “tameng” awal bagi bayi yang masih berkembang dalam rahim.
Mengapa Ibu Hamil Perlu Vaksin?
Selama hamil, daya tahan tubuh ibu cenderung menurun sehingga risiko terkena infeksi meningkat. Jika ibu jatuh sakit, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh janin. Dengan vaksinasi, ibu mendapatkan perlindungan ekstra dan pada saat yang sama antibodi yang terbentuk akan ditransfer ke bayi melalui plasenta. Inilah yang disebut perlindungan pasif, sebuah bentuk imunitas awal yang sangat berharga bagi bayi hingga ia cukup kuat untuk menerima vaksin sendiri setelah lahir.
Vaksin yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil
Beberapa vaksin dianggap aman dan sangat penting diberikan selama kehamilan, di antaranya:
1. Vaksin Influenza
- Diberikan pada trimester berapa pun.
- Melindungi ibu dari risiko influenza berat yang dapat menyebabkan komplikasi pada janin.
- Bayi juga terlindungi dari influenza selama beberapa bulan pertama kehidupannya.
2. Vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, Pertusis)
- Direkomendasikan pada setiap kehamilan, idealnya di usia 27–36 minggu atau trimester ketiga.
- Melindungi bayi dari penyakit tetanus, difteri, dan batuk rejan (pertusis), penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan sesak napas berat pada bayi baru lahir.
3. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)
- Direkomendasikan untuk mencegah infeksi RSV, salah satu penyebab utama bronkiolitis dan pneumonia pada bayi.
- Biasanya diberikan pada trimester ketiga, sesuai evaluasi dokter.
- Antibodi yang terbentuk membantu melindungi bayi dari risiko infeksi RSV berat pada bulan-bulan pertama kehidupan, periode ketika bayi sangat rentan dan belum memiliki kekebalan yang kuat.
BACA JUGA: Ibu Hamil Wajib Tahu! 7 Manfaat Asam Folat untuk Kehamilan Sehat
Bagaimana Vaksin Melindungi Bayi?
Bayi yang baru lahir belum dapat menerima beberapa jenis vaksin sehingga rentan terhadap infeksi. Di sinilah peran vaksin ibu hamil menjadi penting. Antibodi yang ditransfer ibu membantu bayi:
- Memiliki pertahanan tubuh sejak hari pertama.
- Mengurangi risiko dirawat di rumah sakit akibat infeksi serius.
- Mendapat perlindungan hingga ia mendapatkan jadwal vaksinasi lengkap.
Apakah Vaksin Aman untuk Ibu dan Janin?
Vaksin yang direkomendasikan selama kehamilan adalah aman, telah melalui banyak penelitian, dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Efek samping yang ditimbulkan umumnya ringan, seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan. Dokter spesialis kandungan akan menilai kondisi ibu secara menyeluruh sebelum memberikan vaksin.
Vaksinasi ibu hamil adalah investasi kesehatan yang sangat penting bukan hanya untuk ibu, tetapi juga untuk bayi yang sedang berkembang. Dengan vaksin, perlindungan dapat diberikan sejak bayi masih dalam kandungan, memastikan bayi lahir dengan tameng imun yang kuat.
Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan mengenai kebutuhan vaksin Anda. Pencegahan dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar bagi buah hati Anda.
Artikel ditulis oleh dr. Handojo Tjandra, MD., MMed O&G (M'Sia)., Sp.OG (Spesialis Kebidanan Kandungan RS EMC Alam Sutera).