Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah tehnik operasi yang dikembangkan untuk mempercepat perawatan dan juga mempercepat penyembuhan pasien.

Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, lama perawatan pasca operasi menjadi issue yang sangat diperhatikan, mereka berupaya untuk memperpendek lama perawatan dan penyembuhan pasien pasca operasi.

Mereka menamakan ERAS (Enhanced Recovery after Surgery) untuk bedah secara umum  dan dibidang obstetry mereka menamakan ERACS ( Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) sehingga memungkinkan lama perawatan di rumah sakit tidak lebih dari 24 jam.

Saat ini di Indonesia tehnik ini juga sudah mulai dilakukan, Di Departemen Obstetri dan Ginekologi RS EMC Tangerang dengan modalitas yang cukup telah melakukan terobosan untuk mengembangkan tehnik yang diberi nama Enhanced Recovery After Cesarean and Gynaecology Surgery (ERACGS), dengan kerjasama yang kuat interdisipliner, baik itu Dokter Operator, Dokter Anestesi, Dokter Anak, Dokter gizi dan keperawatan yang dilakukan pada saat  pre operasi, intra operasi maupun pasca operasi

Dokter operator berperan dalam penegakan diagostik, menilai tingkat kelayakan operasi, menentukan juga tingkat kesulitan yang akan dihadapi di ruang operasi, tehnik pemilihan pendekatan operasi, modalitas alat yang akan digunakan, dan lebar incisi jika dilakukan metode open surgery.

“Tehnik ERAS/ ERACS sayatan dilakukan dengan pisau dengan  ketajaman khusus dan ukuran kecil, dan dengan sekali sayatan sampai di fascia, sehingga  kerusakan jaringan bisa minimal.” dr. Kondang Usodo, Sp.OG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Rumah Sakit EMC Tangerang). Sayatan dilakukan seminimal mungkin, pengambilan jaringan juga dilakukan tanpa merusak jaringan yang sehat, sedapat mungkin menghindari memotong dan menjahit otot, dan ketika dokter operator menjahit fascia akan mengutamakan  tehnik jahitan satu-satu. Pasien akan diberikan minuman manis 2 jam sebelum tindakan operasi agar dapat membantu untuk mobilisasi setelah tindakan.

Dokter akan membebaskan perlengketan antar jaringan sehingga pasien terhindar dari rasa nyeri pasca penyembuhan, mengembalikan posisi jaringan yang disayat secara end to end pada jaringan yang sama serta memilih benang dan tehnik jahitan yang tidak mengganggu pergerakan pasca operasi

Dokter anastesi berperan melakukan assesment prabedah, memilih jenis anestesi yang paling sesuai dan mempercepat pemulihan pasien, serta melakukan anestesi dengan jarum anestesi digunakan model pencan ukuran sangat kecil (29). Dosis anestesi yang diperlukan untuk anestesi spinal adalah dosis yang paling minimal, bisa juga dikombinasikan dengan regional anestesi. Dokter anastesi juga mengawasi dan memberikan pelayanan pain management selama pasien dioperasi sampai diperbolehkan pulang, infus dan kateter  segera aff 2 jam pasca operasi, dan  pasien sudah mulai dilatih duduk-berdiri dan jalan

Untuk tehnik ERACS ( Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) memungkinkan si pasien sudah dapat duduk sambil menyusui setalah 2 (dua) jam pasca operasi, dan di kamar perawatan pasien sudah mobilisasi biasa, pemberian obat-obatan dan injeksi melalui venflon, makan minum seperti  biasa dan diharapkan dalam kurang dari 24 jam pasien sudah kembali beraktivitas.

Dukungan perawatan homecare juga sebaiknya dilakukan kepada bayi dan Ibu untuk mendukung proses pemulihan total

Pelayanan ini dilakukan dengan selalu berpegang pada prinsip patient safety. Dengan adanya ERACGS ini pasien akan merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman service excellent yang menyenangkan

Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi dengan Dokter Spesialis di RS EMC Tangerang, hubungi: Ekha (0878 8989 0102) Call/SMS/WA.