Moms Perlu Tahu! Ini Ciri dan Gejala Awal Ambeien pada Anak

Siapa bilang ambeien hanya dialami orang dewasa. Faktanya, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak, meski sering tidak disadari orang tua. Apa penyebab ambeien pada anak? Ambeien seringkali disebabkan oleh usaha mengedan saat BAB secara berlebihan dan berulang ulang dalam jangka panjang. Ambeien juga bisa timbul akibat konstipasi/sembelit kronik atau diare berat. 

Agar tidak salah menilai keluhan si kecil, yuk kenali gejala ambeien pada anak dan kapan harus segera diperiksakan ke dokter.

Gejala Awal Ambeien pada Anak yang Perlu Diperhatikan

1. Adanya Benjolan Anus

Pada derajat yang masih cenderung ringan benjolan ambeien masih bisa kembali masuk sendiri setelah selesai BAB, namun seiring perburukan ambeien, benjolan anus harus didorong dengan jari atau malahan tidak bisa masuk kembali dan tetap menonjol. Benjolan dapat menyebabkan rasa mengganjal dan seringkali tidak nyeri kecuali bila terjadi infeksi atau terjadi thrombosis (gumpalan bekuan darah didalam ambeien). Jika ukurannya semakin besar, anak bisa merasa takut atau enggan ke toilet.

2. BAB Berdarah atau Terdapat Bercak Darah pada Tisu/Toilet

Munculnya darah segar setelah tinja keluar merupakan salah satu tanda yang paling mudah dikenali. Biasanya darah terlihat menempel di tisu saat mengelap selesai buang air besar. Darah segar juga bisa terlihat permukaan feses, atau menetes kedalam kloset. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah yang membengkak mengalami gesekan atau pecah. Meski terlihat ringan, perdarahan yang berulang dapat menyebabkan kekurangan darah yang mengganggu tumbuh kembang.

3. Rasa Gatal atau nyeri di Area Anus

Adanya benjolan ambeien yang berlendir seringkali meninggalkan noda lender dan kuman di celana dalam yang mengiritasi sekitar anus hingga ke area kemaluan. Rasa gatal atau nyeri juga bisa muncul akibat iritasi kulit di sekitar pembuluh darah yang meradang. Anak cenderung menggaruk atau terlihat gelisah karena rasa tidak nyaman ini. 

4. Anak Merasa Tidak Tuntas Saat Buang Air Besar

Sensasi seperti masih ingin BAB setelah keluar dari toilet bisa menandakan adanya pembengkakan di rektum. Anak mungkin kembali bolak-balik ke kamar mandi karena merasa feses belum keluar semuanya. Kondisi ini membuat mereka semakin tidak nyaman dan bisa memicu kecemasan saat BAB. 

5. Anak Rewel atau Enggan ke Toilet Karena Rasa Sakit

Rasa sakit saat BAB sering membuat anak menunda ke kamar mandi. Akibatnya, feses menjadi lebih keras dan membuat gejala semakin parah. Anak mungkin tampak rewel, menangis, atau menunjukkan ketakutan setiap kali diajak ke toilet. Kebiasaan menahan BAB ini justru memperburuk ambeien dan bisa mengundang penyakit di area anus seperti fisura ani, yaitu perlukaan pada cincin anus akibat tinja yang terlalau padat atau besar.

Penyebab dan Faktor Risiko Ambeien pada Anak

Ambeien pada anak tidak muncul begitu saja, biasanya ada kebiasaan sehari-hari atau kondisi tertentu yang memicu terjadinya pembengkakan pembuluh darah di area anus. Berikut beberapa faktor yang paling sering ditemukan:

1. Tidak setiap hari rutin BAB dan sembelit kronis

Pengeluaran tinja secara teratur setiap hari membuat anus dan rectum cenderung bersih dan tidak terlalu banyak menyimpan tinja. Tinja yang mendekam di area usus besar akan selalu diserap kandungan airnya sehingga tinja yang tidak dikeluarkan dalam 24 jam akan cenderung mengeras pada hari berikutnya. Sisa tinja yang keras dan kiriman tambahan tinja di hari berikutnya membuat volume tinja besar dan keras yang sangat membebani proses buang air besar. Selain ambeien sembelit kronis dapat menyebabkan proctitis, fisura ani, dan prolaps rekti. 

2. Kekurangan serat

Anak yang jarang makan sayur, buah, dan makanan berserat cenderung mengalami feses keras sehingga saat proses BAB harus dilalui dengan upaya mengejan yang melewati batas normal.

3. Kurang minum air putih

Asupan cairan yang rendah membuat feses menjadi kering dan keras. Evakuasi tinja akan lebih sulit dan melukai area anus dan rectum sehingga memperbesar risiko ambeien.

4. Terlalu lama duduk

Kebiasaan duduk berjam-jam saat belajar, menonton, atau bermain gadget dapat memperlemah struktur otot dan jaringan ikat dasar panggul dan anus  ditambah kurang baiknya aliran darah dan getah bening di area tersebut.  sehingga meningkatkan stagnansi sirkulasi darah di area anusterjadinya statekanan pada area anus dan memicu pembengkakan.

5. Faktor genetik atau keturunan

Bila di keluarga ada yang memiliki riwayat ambeien, anak tersebut juga berisiko mengalami kondisi yang sama.

Dengan memperbaiki kebiasaan harian dalam hal pola makan minum, pola BAB, dan aktifitas fisik, dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak, risiko ambeien bisa ditekan sejak dini. Jika gejala tetap muncul, pemeriksaan ke dokter adalah langkah yang paling aman.

Cara Mengatasi dan Mencegah Ambeien pada Anak

Beberapa kebiasaan sederhana di rumah dapat membantu meredakan keluhan dan mencegah kondisi ini kambuh di kemudian hari. Berikut panduan yang bisa diterapkan oleh orang tua:

1. Perbanyak konsumsi serat (sayur dan buah) dan minum air yang cukup

Asupan serat dan air yang cukup akan melunakkan feses dan membuat proses BAB lebih lancer dan mudah sehingga anak tidak perlu mengejan terlalu keras dan tidak nyeri.

2. Biasakan anak untuk tidak menahan BAB

Kebiasaan menunda ke toilet membuat feses mengeras dan memperburuk gejala ambeien. Ajak anak ke toilet segera saat muncul dorongan ingin BAB.

3. Kurangi waktu duduk lama dan ajak anak lebih aktif bergerak

Aktivitas fisik membantu melancarkan perdaraan darah, gerakan saluran cerna, dan kekuatan struktur otot dan jaringan ikat dasar panggul dan area anus.

4. Gunakan salep ambeien atau obat pelunak tinja sesuai anjuran dokter

Jika keluhan sembelit cukup mengganggu, obat oles di anus dibantu dengan pelunak tinja dapat meredakan nyeri, iritasi, atau pembengkakan. Obat pencahar yang merangsang pengeluaran paksa tinja sebaiknya dihindari

5. Hindari memaksa anak mengejan, posisi buang air besar jongkok lebih baik

Ajarkan anak untuk rileks saat BAB dan pastikan posisi buang air besasr yang tepat, agar prosesnya lebih mudah (lihat gambar). Untuk anak yang masih kecil bisa dibantu dengan kursi kecil untuk menyangga kaki. 

Gambar posisi BAB yang baik. 1. Punggung jangan membungkuk; 2. Kedua tungkai agak membuka, jangan dirapatkan. 3. Tubuh sedikit condong kedepan. 4. Lengan dan siku boleh diletakkan di atas lutut. 5. Lutut harus lebih tinggi dari panggul. Dengan posisi menyerupai jongkok, sudut keluar tinja akan lebih lurus dan jeratan otot puborectal sling akan lebih kendur sehingga arus keluar/evakuasi tinja lebih lurus dan lancar.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, kondisi ambeien pada anak dapat membaik dan risiko kekambuhan bisa ditekan. Jika gejala tetap tidak membaik atau justru semakin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Berbagai keluhan pada area anus anak memang bisa membuat orang tua cemas, tetapi kuncinya adalah mengenali kapan kondisi tersebut memerlukan penanganan medis. Jika benjolan semakin membesar, terasa sangat nyeri, atau keluar darah dalam jumlah banyak, itu tanda bahwa Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Begitu pula ketika anak tampak lemas, pucat, atau mulai takut buang air besar karena rasa tidak nyaman yang dialaminya.

Jika sudah menjalani pengobatan ambeien dalam beberapa hari namun tidak ada perubahan, jangan ragu untuk kembali datang berobat dan berkonsultasi dengan dokter bedah anak. Tidak seperti pada pasien dewasa, angka operasi ambeien pada anak lebih rendah. Namun ada beberapa kondisi lain yang bisa salah dikira sebagai ambeien seperti prolaps rekti, polyp rekti, dan fisura ani yang memerlukan penanganan khusus oleh dokter bedah anak. Intinya pemeriksaan dokter sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat, mencegah komplikasi, dan membantu anak mendapatkan penanganan yang aman serta efektif. Dengan langkah yang cepat dan tepat, kenyamanan dan kesehatan anak bisa segera pulih kembali.

Artikel ditulis oleh dr. Leo Rendy, Sp.B (K) Ped (Dokter Spesialis Bedah Anak RS EMC Sentul).