Kolesterol adalah lemak yang digunakan oleh tubuh untuk membentuk sel, menghasilkan hormon, dan memproduksi vitamin D. Tanpa kolesterol, fungsi tubuh akan terganggu. Namun, semua hal yang berlebihan tidak memiliki dampak baik bagi kesehatan, termasuk kolesterol. Kadar kolesterol tinggi, khususnya kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) bisa menyebabkan tumpukan lemak pada pembuluh darah Anda. Semakin besar, tumpukan dapat menyumbat pembuluh darah. Inilah yang menyebabkan Anda bisa terkena stroke dan serangan jantung.

Di samping berbahaya, penumpukan kolesterol juga dapat terjadi dengan sangat mudah pada tubuh Anda. Gaya hidup adalah salah satu faktor pemicu kolesterol tinggi. Banyak yang tidak sadar bahwa kebiasaan sehari-hari bisa menjadi hal yang berbahaya bagi kesehatan. Nah, agar terhindar dari penyakit akibat kolesterol tinggi, yuk simak beberapa kebiasaan yang perlu Anda ubah untuk hidup lebih sehat.

  1. Kebiasaan jajan

Makan di luar menjadi solusi untuk mengisi perut di saat kesibukan tidak memungkinkan Anda untuk memasak makanan di rumah. Tak hanya itu, berbagai pilihan jajanan dan restoran baru sepertinya selalu menggiurkan untuk dicoba. Namun ternyata, sembarangan mengonsumsi makanan, terutama yang tinggi lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol pada tubuh.

Jika Anda sering mengonsumsi makanan yang digoreng, daging merah, mentega, dan minuman dengan krim, Anda perlu hati-hati. Meski rasanya lezat, makanan ini tinggi kadar lemak jenuh. Bila Anda hobi berwisata kuliner, cobalah untuk memiilih makanan yang lebih sehat dan mengurangi porsi makanan berlemak lebih sedikit. Dengan begitu, santapan lezat bisa Anda nikmati dan tubuh Anda tetap sehat.

  1. Badan kurus bebas makan apa saja

Pernahkan Anda mendengar kasus kolesterol tinggi pada orang berbadan kurus? Meski gen beberapa orang membuat mereka sulit gemuk, bukan berarti tubuh mereka bisa menangkal semua jenis lemak dan kolesterol. Orang-orang berbadan kurus namun memiliki kolesterol tinggi ini biasa disebut skinny fat.

Jika Anda termasuk sulit gemuk, bukan berarti Anda bebas makan makanan berkolesterol tinggi. Berat badan Anda bisa tetap sama, tetapi kadar lemak tubuh Anda bisa terus meningkat. Oleh karena itu, Anda dapat mulai membiasakan diri memilah makanan yang Anda konsumsi. Agar kadar kolesterol dapat terjaga, Anda juga bisa memeriksakan diri ke dokter dan berkonsultasi pada dokter spesialis gizi.

  1. Malas bergerak

Setelah lelah duduk berjam-jam di depan komputer, rasanya segera berbaring menjadi hal pertama yang ingin dilakukan setelah sampai di rumah. Padahal, kebiasaan ini juga bisa memicu penumpukkan lemak dan kolesterol. Belum lagi jika Anda kerap mengonsumsi makanan yang tinggi lemak. 

Untuk membantu menurunkan kolesterol, Anda bisa mengambil sela-sela waktu di tengah kesibukan untuk bergerak. Lebih sering menggunakan tangga bisa menjadi salah satu alternatif. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan momen akhir pekan untuk berolahraga daripada hanya berbaring di kamar. Selain membantu membakar lemak, aktivitas ini akan membuat tubuh menjadi lebih segar.

  1. Mengonsumsi alkohol dan rokok

Alkohol mengandung racun yang berdampak buruk pada kinerja jantung, pembuluh darah, dan hati. Salah satu akibatnya adalah terhambatnya proses pembakaran kolesterol sehingga terjadi penumpukan pada pembuluh darah. 

Tak hanya alkohol, kebiasaan merokok juga memiliki dampak buruk sejenis. Zat dalam rokok bisa menghambat kinerja enzim yang bertugas menjaga kadar kolesterol jahat pada batas normal. Dampaknya adalah penumpukan kolesterol pada pembuluh darah. 

  1. Tidak mengelola stres

Kehidupan dan kesibukan sehari-hari membuat stres tidak dapat dihindari. Saat Anda merasa stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Meski tak bisa dihindari, bukan berarti stres tidak dapat dikelola. Saat menghadapi stres, Anda bisa menuliskan atau menceritakan masalah yang membuat stres agar Anda merasa lebih lega. Jika memungkinkan, jauhkan diri Anda sejenak dari hal yang memicu stres.

Setelah mengetahui kebiasaan pemicu kolesterol tinggi, kini waktunya Anda untuk memutuskan langkah selanjutnya. Anda bisa menyesuaikan gaya hidup sehat yang cocok dengan kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Jangan lupa untuk ajak orang terdekat Anda memulai gaya hidup sehat bersama. #LiveExcellently