Ini yang Harus Dilakukan Ketika Anak Terserang Campak

Penyakit Campak

Hampir semua orang pasti familiar dengan penyakit campak. Namun apakah kalian tau cara untuk menangani penderita campak, terutama anak-anak? Meskipun campak dapat menyerang siapa saja, namun anak-anak dan terutama yang daya tahan tubuhnya sedang lemah, lebih rentan dan berisiko tinggi terserang campak.

Campak merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular, dan gejala yang dialami seperti demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penularan infeksi tersebut biasanya terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Seseorang yang sudah pernah menderita campak, tidak akan bisa terserang lagi karena sudah kebal terdapat penyakit tersebut.

Gejala akan muncul pada orang yang sudah terinfeksi virus campak setelah 1-2 minggu. Gejala awalnya adalah demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius. Demam tinggi kurang lebih sekitar 4-7 hari, dan biasanya diikuti dengan mual, nafsu makan menurun, muntah, batuk, mata menjadi merah, dan hidung berair. Gejala-gejala tersebut biasa disebut sebagai fase prodormal.

Setelah sekitar 2-4 hari sejak munculnya fase prodormal tersebut, baru akan muncul bintik kemerahan yang disebut dengan bercak koplik. Bercak koplik adalah bercak putih kecil yang biasanya muncul di mulut bagian dalam, yaitu di bagian dalam pipi dan langit-langit mulut. Bercak koplik umumnya bertahan selama 3-5 hari.

Jika anak anda terkena Campak, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Ibu lakukan untuk merawat si kecil :

  1. Istirahat yang cukup : Kurangi aktivitas fisik dan bermain. Waktu tidur yang cukup yaitu 8-10 jam dapat memulihkan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan virus berkembang biak di dalam tubuh
  2. Batasi kontak : Karena campak sangat mudah tertular lewat udara, sebaiknya batasi kontak anak dengan orang lain, apalagi bila ada bayi yang belum menerima vaksin campak. Anggota keluarga lainnya yang belum pernah mengalami campak juga harus berhati-hati.
  3. Kontrol makanan : Konsumsi makanan yang bergizi memegang peranan yang penting dalam proses penyembuhan anak. Utamakan makanan 4 sehat 5 sempurna, dengan menambah porsi sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin. Lalu hindari makanan yang digoreng dan dingin untuk sementara waktu
  4. Jaga kebersihan (mandi) : Setelah anak tidak panas, Anda dapat memandikan si kecil, untuk mengurangi gatal dan memberikan kenyamanan. Pakailah sabun bayi yang tidak mengiritasi kulit. Atau solusi lain, Ibu boleh lap tubuh anak dengan handuk basah kemudian sehabis mandi dibedaki salicil talc untuk mengurangi gatal. Selain itu, selama sakit dan pemulihan, siapkan peralatan pribadi khusus untuk si kecil meliputi handuk dan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan gelas. Hal ini untuk menghindari penularan lewat kontak tidak langsung
  5. Hindari dehidrasi : Demam tinggi yang dialami anak saat campak menguras cairan dan elektrolit tubuh. Berikan minum air putih yang cukup untuk menjaga cairan tubuh dan mengganti cairan yang hilang bila anak juga mengalami muntah dan diare saat campak.

Source : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3608911/anak-terserang-campak-apa-saja-gejalanya
https://doktersehat.com/ini-dia-gejala-dan-penyebab-campak-pada-anak/
https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/merawat-anak-sakit-campak/

Baca Juga: Fakta dan Mitos Penyakit Demam Berdarah yang Penting Diketahui