Deteksi Dini Kanker Lambung: Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kanker lambung sering kali baru terdeteksi ketika sudah mencapai tahap lanjut karena gejalanya mirip dengan gangguan pencernaan ringan, seperti perut kembung, mual, atau nyeri ulu hati. Padahal, mengenali tanda-tanda awal dan melakukan deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Dengan memahami penyebab, gejala, serta cara mengatasinya, Anda dapat lebih waspada terhadap risiko kanker lambung dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. 

Apa Itu Kanker Lambung?

Kanker lambung adalah penyakit ketika sel-sel pada dinding lambung tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, membentuk jaringan ganas (tumor) yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya atau menyebar ke organ lain seperti hati, paru-paru, dan kelenjar getah bening.

Secara sederhana, lambung memiliki lapisan-lapisan jaringan, mulai dari bagian dalam (mukosa) tempat makanan dicerna, hingga lapisan otot yang membantu menggerakkan makanan. Pada kanker lambung, pertumbuhan sel-sel abnormal biasanya berawal dari lapisan mukosa, lalu perlahan menembus lapisan yang lebih dalam seiring waktu.

Jenis-Jenis Kanker Lambung

Sebagian besar kasus kanker lambung termasuk dalam jenis adenokarsinoma, yaitu kanker yang berasal dari sel-sel kelenjar pada permukaan dalam lambung. Selain itu, ada beberapa jenis lain yang lebih jarang, seperti:

  • Limfoma lambung, yaitu kanker yang berasal dari sel-sel sistem kekebalan di dinding lambung.
  • Tumor stromal gastrointestinal (GIST), berasal dari jaringan penunjang otot lambung.
  • Tumor neuroendokrin, yang tumbuh dari sel penghasil hormon di lambung.

Kanker lambung sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya mirip gangguan pencernaan biasa, seperti nyeri ulu hati, mual, atau perut terasa penuh. Padahal, mendeteksi kanker lambung sejak dini sangat penting, karena peluang sembuh jauh lebih tinggi bila ditemukan sebelum kanker menyebar lebih luas.

Gejala Awal Kanker Lambung yang Perlu Diwaspadai

Kanker lambung sering kali berkembang secara perlahan dan tidak menunjukkan gejala khas pada tahap awal. Namun, mengenali tanda-tanda awalnya dapat membantu deteksi lebih dini dan meningkatkan peluang kesembuhan. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  1. Rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas
    Rasa nyeri, perih, atau tidak nyaman di ulu hati (bagian atas perut) merupakan gejala yang paling umum. Banyak orang mengira ini hanya gejala maag atau asam lambung naik. Namun, jika keluhan terus-menerus muncul meski sudah diobati, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab pastinya.
  2. Mual, muntah, atau cepat merasa kenyang
    Tumor di lambung dapat mengganggu proses pencernaan dan membuat penderita mudah mual, sering muntah, atau merasa kenyang lebih cepat dari biasanya meskipun baru makan sedikit. Kondisi ini terjadi karena ruang lambung menjadi sempit akibat pertumbuhan massa kanker.
  3. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
    Jika berat badan turun drastis tanpa diet atau olahraga, ini bisa menjadi tanda adanya gangguan metabolisme akibat kanker. Pada kanker lambung, tubuh kehilangan nafsu makan dan kesulitan mencerna makanan, sehingga berat badan berkurang secara signifikan dalam waktu singkat.
  4. Muntah darah atau tinja berwarna gelap
    Gejala ini menandakan adanya perdarahan di dalam lambung. Muntah darah bisa tampak merah segar atau seperti ampas kopi, sementara tinja berwarna hitam pekat menyerupai aspal (melena). Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera, karena bisa berbahaya jika dibiarkan.
  5. Kelelahan dan anemia
    Kehilangan darah secara terus-menerus dari lambung dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi, yang membuat penderita tampak pucat, mudah lelah, dan sering pusing. Jika seseorang mengalami kelelahan kronis tanpa sebab yang jelas, pemeriksaan darah mungkin diperlukan untuk mendeteksi anemia akibat kanker lambung.

Langkah Pencegahan Kanker Lambung

Kanker lambung sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa membantu menurunkan risikonya:

  1. Kurangi konsumsi makanan asin dan olahan
    Terlalu sering makan makanan yang diawetkan dengan garam tinggi, seperti ikan asin, sosis, daging asap, atau makanan kaleng, dapat merusak lapisan lambung. Kandungan garam dan bahan pengawetnya bisa memicu peradangan dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko kanker lambung.
  2. Jaga pola makan seimbang dan kaya serat
    Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh karena mengandung antioksidan serta serat yang melindungi sel-sel lambung dari kerusakan. Makanan segar juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dan mencegah penumpukan zat berbahaya di lambung.
  3. Berhenti merokok dan batasi alkohol
    Zat kimia dalam rokok dapat masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi sel-sel di dinding lambung, sedangkan alkohol berlebih bisa mengiritasi lapisan lambung. Menghindari keduanya bukan hanya menurunkan risiko kanker lambung, tapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
  4. Rutin periksa kesehatan lambung, terutama jika punya faktor risiko
    Jika kamu memiliki riwayat infeksi Helicobacter pylori, sering mengalami sakit maag, atau memiliki keluarga dengan riwayat kanker lambung, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin seperti endoskopi atau tes darah. Deteksi dini dapat membantu menemukan kelainan pada lambung sebelum berkembang menjadi kanker.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas, kamu bisa menjaga kesehatan lambung sekaligus menurunkan risiko terkena kanker di kemudian hari.

Cara Mengatasi dan Pengobatan Kanker Lambung

Penanganan kanker lambung perlu disesuaikan dengan stadium penyakit, kondisi fisik pasien, dan penyebaran sel kanker. Tujuannya adalah mengangkat atau mengendalikan pertumbuhan kanker sekaligus menjaga kualitas hidup pasien. Beberapa cara pengobatannya meliputi:

  • Operasi (Gastrektomi)
    Mengangkat sebagian atau seluruh jaringan lambung yang terinfeksi sel kanker. Ini biasanya dilakukan pada stadium awal hingga menengah.
  • Kemoterapi dan Radioterapi
    Diberikan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan ukuran tumor, membunuh sel kanker yang tersisa, atau mengurangi risiko kambuh.
  • Imunoterapi atau Terapi Target
    Digunakan pada kasus kanker stadium lanjut untuk membantu sistem imun tubuh mengenali dan melawan sel kanker secara lebih spesifik.

Peran PET/CT Scan Quadra pada Kanker Lambung

Kanker lambung seringkali berkembang secara "diam-diam" dengan gejala yang menyerupai sakit maag biasa, sehingga akurasi diagnostik menjadi kunci utama dalam penanganan yang tepat. Di RS EMC Grha Kedoya, kami memanfaatkan teknologi mutakhir PET/CT Scan Quadra yang memiliki peran vital dalam evaluasi menyeluruh kanker lambung.

Teknologi ini tidak hanya memberikan gambaran anatomi organ, tetapi juga mampu mendeteksi aktivitas metabolik sel kanker dengan sensitivitas tinggi. Hal ini memungkinkan dokter untuk membedakan jaringan sehat dan ganas secara presisi, menentukan stadium kanker (staging) dengan akurat, serta mengevaluasi respon pengobatan kemoterapi atau radiasi secara real-time untuk memastikan terapi berjalan efektif.

Nilai unggul dari pemeriksaan PET/CT Scan Quadra adalah kemampuannya dalam mendeteksi penyebaran (metastasis) ke organ lain yang sering luput dari pemeriksaan konvensional. Dalam satu kali pemindaian seluruh tubuh yang cepat, alat ini dapat melacak apakah sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, hati, atau paru-paru, sehingga strategi pengobatan dapat disesuaikan demi hasil terbaik. Jangan abaikan gangguan pencernaan yang menetap atau penurunan berat badan drastis. Segera jadwalkan pemeriksaan Anda di RS EMC Grha Kedoya untuk mendapatkan kepastian medis dan layanan onkologi terpadu.

Jangan Abaikan Gejala, Deteksi Dini Kanker Lambung

Kanker lambung sering kali berawal dari gejala ringan yang tampak sepele, seperti perut terasa penuh, mual, atau nyeri ulu hati. Namun, jika keluhan ini terus muncul tanpa sebab yang jelas, jangan diabaikan. Tubuh kita sering memberi sinyal ketika ada sesuatu yang tidak beres dan mengenali sinyal itu sejak awal bisa menyelamatkan nyawa.

Mulailah lebih peka terhadap perubahan pada tubuh, terutama bila kamu mengalami penurunan berat badan tanpa alasan, cepat kenyang, atau sering merasa lemas. Jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter, apalagi jika gejala bertahan lebih dari dua minggu. Pemeriksaan rutin dan deteksi dini, seperti melalui endoskopi atau PET/CT scan, dapat membantu menemukan masalah sebelum berkembang menjadi kanker yang lebih serius. Ingat, semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh.

Artikel ditulis oleh dr. Dedy G. Sudrajat, Sp. PD, KGEH, FINASIM (Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Gastro Entero Hepatologi RS EMC Grha Kedoya).