Bagi penderita asma atau penyakit paru kronis, Ramadan sering menghadirkan satu pertanyaan penting: apakah menggunakan inhaler saat puasa membatalkan puasa? Kekhawatiran ini cukup sering membuat pasien ragu menggunakan obatnya di siang hari. Bahkan, tidak sedikit yang mengurangi dosis atau menghentikan terapi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Padahal, menjaga kondisi pernapasan tetap stabil selama berpuasa sangat penting untuk mencegah kekambuhan. Serangan asma dapat muncul tiba-tiba, terutama saat tubuh lelah, kurang cairan, atau terpapar pencetus seperti debu dan udara dingin. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan berisiko membahayakan.
Apakah Inhaler Membatalkan Puasa?
Secara medis, inhaler bekerja dengan cara mengantarkan obat langsung ke saluran pernapasan dalam bentuk partikel halus yang bercampur dengan udara. Obat ini berfungsi melegakan saluran napas yang menyempit serta mengurangi peradangan. Inhaler bukan makanan maupun minuman, dan tidak bertujuan sebagai asupan nutrisi bagi tubuh.
Dalam kajian fikih kontemporer, penggunaan inhaler umumnya dinilai tidak membatalkan puasa karena obat masuk melalui saluran pernapasan, bukan melalui saluran pencernaan. Selain itu, penggunaannya bersifat terapeutik dan sering kali dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Meski demikian, memang terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama. Karena itu, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi tidak hanya dengan dokter, tetapi juga dengan tokoh agama agar lebih tenang dan yakin dalam menjalankan ibadah.
Mengapa Banyak Pasien Ragu Menggunakan Inhaler Saat Puasa?
Selama Ramadan, sebagian pasien tetap berpuasa dengan menyesuaikan jadwal inhaler saat sahur dan berbuka. Namun, ada juga yang mengurangi atau menghentikan obat karena khawatir puasanya tidak sah.
Padahal, menghentikan terapi tanpa arahan dokter dapat membuat asma menjadi tidak terkontrol. Gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi bisa muncul lebih sering, bahkan berisiko menimbulkan serangan mendadak.
Karena itu, penting bagi pasien untuk merencanakan pengobatan sebelum Ramadan agar puasa tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kesehatan.
Bagaimana Cara Aman Menggunakan Inhaler Saat Puasa?
Agar puasa tetap lancar, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Tetap menggunakan inhaler pengontrol sesuai anjuran dokter.
- Menyesuaikan jadwal obat saat sahur dan berbuka, bila memungkinkan.
- Tetap menggunakan inhaler pelega jika terjadi serangan sesak di siang hari.
- Melakukan kontrol sebelum Ramadan untuk memastikan kondisi stabil.
- Menghindari faktor pencetus seperti asap rokok, debu, dan kelelahan.
Yang terpenting, jangan menghentikan terapi tanpa arahan medis karena dapat meningkatkan risiko kekambuhan.
Utamakan Kesehatan Saat Beribadah
Islam memberikan keringanan bagi orang yang sedang sakit. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk berpuasa atau terjadi serangan yang membutuhkan penanganan segera, keselamatan tetap menjadi prioritas. Dengan perencanaan yang tepat dan komunikasi yang baik dengan tenaga medis, pasien asma tetap dapat menjalankan puasa secara aman dan nyaman.
RS EMC menyediakan layanan konsultasi spesialis paru untuk membantu pasien merencanakan terapi yang sesuai selama Ramadan, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan lebih tenang dan kondisi tetap terkontrol.
Artikel ditulis oleh dr. Patriotika Ismail, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Cikarang).