Benjolan di Selangkangan? Jangan Diabaikan! Ini Penjelasan Turun Berok atau Hernia

Istilah turun berok masih sangat sering digunakan di masyarakat untuk menggambarkan benjolan yang muncul di area selangkangan. Tidak sedikit orang yang merasa khawatir, bingung, bahkan menunda pemeriksaan karena menganggap kondisi ini tidak berbahaya. Di sisi lain, istilah hernia sering terdengar lebih “medis” dan terasa jauh dari bahasa sehari-hari. Padahal, keduanya sebenarnya merujuk pada kondisi yang sama.

Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu turun berok atau hernia, bagaimana cirinya, apa penyebabnya, serta dampaknya jika dibiarkan. Semua dibahas dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siapa saja.

Apa yang Dimaksud dengan Turun Berok?

Turun berok adalah istilah awam untuk kondisi ketika muncul benjolan di area selangkangan. Benjolan ini biasanya terlihat atau terasa saat seseorang berdiri, berjalan, batuk, atau mengangkat beban. Ketika berbaring, benjolan bisa mengecil atau bahkan menghilang sementara.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai hernia. Jadi, bisa dikatakan bahwa turun berok dan hernia adalah kondisi yang sama, hanya berbeda penyebutan.

Mengapa Bisa Terjadi Turun Berok?

Tubuh manusia memiliki lapisan otot yang berfungsi sebagai penahan organ di dalam perut. Jika lapisan ini melemah, maka bagian dalam perut bisa terdorong keluar dan membentuk benjolan.

Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya turun berok antara lain:

  • Sering mengangkat beban berat
  • Batuk yang berlangsung lama
  • Sering mengejan saat buang air besar
  • Berat badan berlebih
  • Kehamilan
  • Faktor usia, terutama pada usia lanjut
  • Kelemahan otot bawaan sejak lahir

Tekanan yang terjadi terus-menerus membuat area yang lemah tidak mampu menahan dorongan dari dalam tubuh, sehingga muncullah benjolan.

Ciri-ciri Turun Berok yang Umum Dirasakan

Setiap orang bisa merasakan keluhan yang sedikit berbeda, namun secara umum turun berok memiliki tanda-tanda seperti:

  • Benjolan di selangkangan atau sekitar perut bagian bawah
  • Benjolan terasa lebih jelas saat berdiri atau beraktivitas
  • Rasa tidak nyaman atau seperti tertarik
  • Benjolan mengecil saat berbaring
  • Nyeri ringan setelah aktivitas fisik

Pada tahap awal, kondisi ini sering tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti. Inilah alasan mengapa banyak orang memilih untuk mengabaikannya.

Apakah Turun Berok Selalu Menyakitkan?

Tidak selalu. Banyak orang dengan turun berok tidak merasakan nyeri pada awalnya. Benjolan hanya terasa mengganjal atau mengganggu secara visual. Namun, seiring waktu, benjolan bisa membesar dan mulai menimbulkan rasa tidak nyaman.

Nyeri biasanya muncul ketika aktivitas fisik meningkat atau saat tekanan di area perut bertambah. Jika dibiarkan terlalu lama, rasa nyeri bisa menjadi lebih sering dan mengganggu aktivitas harian.

Perbedaan Turun Berok dengan Benjolan Biasa

Tidak semua benjolan di selangkangan berarti turun berok. Namun, turun berok memiliki ciri khas yang membedakannya dari benjolan lain, yaitu:

  • Ukurannya bisa berubah
  • Bisa masuk kembali saat berbaring
  • Muncul kembali saat mengejan atau batuk

Ciri-ciri ini menjadi petunjuk penting bahwa benjolan tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

Apakah Turun Berok Bisa Hilang Sendiri?

Turun berok tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Benjolan mungkin tampak mengecil sementara, tetapi kondisi dasarnya tetap ada. Bahkan, seiring waktu, turun berok dapat membesar jika tidak ditangani.

Penggunaan penyangga atau korset hanya membantu mengurangi rasa tidak nyaman, tetapi tidak memperbaiki sumber masalahnya.

Dampak Jika Turun Berok Dibiarkan

Mengabaikan turun berok bukanlah pilihan yang bijak. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan beberapa dampak, seperti:

  • Benjolan semakin besar
  • Rasa nyeri semakin sering muncul
  • Aktivitas fisik menjadi terbatas
  • Kualitas hidup menurun
  • Risiko gangguan serius pada jaringan di dalam benjolan

Semakin lama dibiarkan, penanganan bisa menjadi lebih sulit dibandingkan jika ditangani sejak dini.

Siapa Saja yang Bisa Mengalami Turun Berok?

Turun berok dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada pria, terutama di area selangkangan. Anak-anak juga bisa mengalaminya, terutama jika terdapat kelemahan otot sejak lahir.

Usia bukan satu-satunya faktor. Gaya hidup dan aktivitas sehari-hari juga berperan besar dalam memicu kondisi ini.

Kapan Harus Mulai Waspada?

Anda sebaiknya segera memeriksakan diri jika:

  • Benjolan terasa nyeri
  • Benjolan tidak bisa masuk kembali
  • Nyeri muncul tiba-tiba
  • Aktivitas sehari-hari mulai terganggu

Pemeriksaan lebih awal membantu mencegah kondisi yang lebih berat dan mempercepat proses pemulihan.

Bagaimana Cara Menangani Turun Berok?

Penanganan turun berok disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Tujuan utama penanganan adalah mengembalikan jaringan ke posisi semula dan memperkuat area yang melemah.

Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa khawatir.

Turun berok bukan hanya soal benjolan, tetapi juga tentang kenyamanan hidup. Aktivitas seperti berjalan, bekerja, hingga berolahraga bisa terganggu jika kondisi ini dibiarkan.

Mengenali tanda sejak awal dan tidak menunda pemeriksaan adalah langkah penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan aktif.

Kesimpulan

Turun berok dan hernia adalah dua istilah untuk kondisi yang sama. Benjolan di selangkangan yang muncul dan menghilang bukanlah hal yang bisa diabaikan begitu saja. Meski sering tidak menimbulkan nyeri pada awalnya, kondisi ini dapat berkembang dan mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani.

Dengan memahami penyebab, tanda, dan dampaknya, Anda dapat lebih waspada terhadap perubahan pada tubuh. Jika menemukan benjolan yang tidak biasa atau merasakan ketidaknyamanan yang berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Artikel ditulis oleh dr. Lucia Nirmalasari, Sp.B, FICS (Dokter Spesialis Bedah Umum RS EMC Alam Sutera).