Anak memerlukan kondisi yang mendukung untuk proses tumbuh kembang. Bukan hanya pertumbuhan fisik seperti tinggi badan dan berat badan. Ada beberapa kemampuan yang harus dicapai pada usia tertentu. Contohnya usia tertentu sudah bisa bicara beberapa kosa kata. Bisa merangkak atau berjalan di usia tertentu). Salah satu penyebab terganggunya proses tumbuh kembang adalah anak yang tidak sehat/sakit.
Pentingnya Waktu Optimal Operasi pada Kelainan Bedah Anak
Jika penyakit anak adalah kelainan yang memerlukan pembedahan. Terdapat periode waktu optimal kapan dilakukan tindakan operasi. Namun periode ini seringkali terlewat dikarenakan ketidaktahuan orang tua, biaya berobat yang tidak terjangkau atau sistem rujukan yang tidak memadai.
Kasus gawat darurat pada bayi biasanya lebih cepat diketahui oleh orang tua dikarenakan prosedur pemeriksaan kehamilan rutin yang wajib. Namun kasus yang tidak gawat darurat atau pada anak yang lebih besar seringkali melewati periode waktu optimal untuk pembedahan.
Penyakit Bedah pada Anak yang Perlu Ditangani Sejak Dini
Berikut akan dibahas beberapa kasus yang sering dijumpai di poliklinik bedah anak.
1. Tongue Tie (tali lidah)
Tongue tie atau tali lidah adalah kelainan bawaan berupa jaringan di bawah lidah yang membatasi pergerakan lidah. Kondisi ini sering disertai dengan lip tie (tali bibir).
Gejala Tongue Tie pada Anak
- Gangguan latching saat menyusui
- Berat badan sulit naik akibat gangguan asupan nutrisi
- Air liur berlebihan (drooling)
- Kesulitan mengunyah saat mulai MPASI
- Keterlambatan bicara
- Gangguan emosional akibat kesulitan mengucapkan kata dengan jelas
Pada kasus dengan derajat berat, tindakan pemotongan tali lidah diperlukan. Jika terdeteksi sejak dini, dokter bedah anak dapat melakukan tindakan sebelum muncul komplikasi lanjutan.
2. Undescencus Testis (udt)
Undescended testis (UDT) adalah kondisi di mana buah zakar (testis) tidak berada di dalam kantung zakar dan tertahan di lokasi lain. Kelainan ini sering terlambat ditangani karena orang tua berharap testis akan turun sendiri tanpa operasi.
Perlu diketahui, testis harus berada di kantung zakar agar proses produksi sperma yang dimulai sejak usia sekitar 6 bulan tidak terganggu.
Risiko Jika Testis Tidak Ditangani
- Gangguan kesuburan (infertilitas) di masa depan
- Risiko puntiran testis yang menyebabkan nyeri hebat dan kematian jaringan
- Penyusutan hingga hilangnya testis
- Risiko kanker testis lebih tinggi saat dewasa muda
Salah satu variasi kondisi ini adalah retractile testis, yaitu testis yang sempat berada di kantung zakar namun naik kembali. Kondisi ini tetap memerlukan pemantauan berkala oleh dokter.
3. Hirschsprung's Disease
Hirschsprung’s disease adalah kelainan saraf pada sebagian usus besar yang menyebabkan gangguan buang air besar.
Gejala Hirschsprung pada Anak
- Bayi tidak mengeluarkan mekonium dalam 48 jam pertama
- Perut kembung
- Konstipasi kronis
- Diare berulang
- Infeksi saluran cerna berat
Pada sebagian kasus, gejala awal tidak terlihat sehingga anak baru dibawa berobat saat sudah mengalami gangguan gizi. Penanganan kondisi ini memerlukan tindakan operasi pada usus, disertai perbaikan nutrisi dan pengobatan infeksi agar hasil terapi optimal.
4. Balanoposthitis
Balanoposthitis adalah infeksi pada kepala penis dan kulup penis. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri hebat.
Tanda dan Gejala Balanoposthitis
- Pembengkakan di ujung penis
- Nyeri saat buang air kecil
- Aliran urine terganggu
- Demam tinggi
- Keluar nanah dari area kemaluan
- Kejang pada kasus infeksi berat
Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke saluran kemih bagian atas hingga kandung kemih. Tindakan bedah bertujuan membersihkan area yang terinfeksi dan mencegah komplikasi serius.
Pentingnya Deteksi Dini dan Konsultasi Bedah Anak
Kasus gawat darurat pada bayi umumnya lebih cepat terdeteksi karena adanya pemeriksaan kehamilan dan neonatal rutin. Namun, pada kasus non-gawat darurat atau pada anak yang lebih besar, sering kali periode waktu optimal untuk operasi terlewatkan.
Deteksi dini dan konsultasi ke dokter bedah anak sangat penting untuk:
- Mencegah komplikasi jangka panjang
- Mendukung tumbuh kembang anak secara optimal
- Mendapatkan hasil pengobatan dan operasi yang lebih baik
Kelainan bedah pada anak dapat berdampak besar terhadap kesehatan dan tumbuh kembang jika tidak ditangani tepat waktu. Dengan meningkatkan kesadaran orang tua terhadap tanda dan gejala kelainan bedah anak, serta melakukan pemeriksaan sejak dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Jika orang tua mencurigai adanya kelainan pada anak, segera konsultasikan ke dokter spesialis atau dokter bedah anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ditulis oleh dr. Dina Perdanasari, Sp.BA (Dokter Spesialis Bedah Anak RS EMC Pekayon & Pulomas).