Apa itu terapi wicara? 

Terapi wicara merupakan sebuah terapi yang dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan komunikasi, seperti keterlambatan berbicara pada anak (speech delay) hingga gangguan berbahasa seperti afasia. Selain itu, terapi wicara juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan makan dan menelan.

Sejauh ini, terapi wicara identik sebagai pengobatan pasien pasca stroke, hal ini tidaklah sepenuhnya salah. Terapi wicara memang mampu membantu mengatasi afasia, yaitu sebuah gangguan berbahasa yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, yang mana sering terjadi setelah serangan stroke, cedera kepala atau akibat tumor otak atau penyakit lainnya. Namun, jangan lupakan manfaat lain dari terapi wicara, salah satunya adalah untuk mengatasi problem komunikasi pada anak.

Permasalahan paling umum dari gangguan komunikasi adalah keterlambatan bicara (speech & language delay). Banyak orang tua yang merasa khawatir terhadap perkembangan kemampuan bicara dan berkomunikasi yang dimiliki oleh buah hatinya, terapi wicara pun menjadi pilihan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terlebih, terapi wicara merupakan suatu proses terapi yang tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak membutuhkan prosedur medis yang rumit sehingga tidak menimbulkan rasa takut pada anak.

Bagaimana prosedur terapi wicara?

Proses terapi wicara diawali dengan melakukan screening terhadap kondisi anak, misalnya terkait kemampuan bicara dan berkomunikasi bila dibandingkan dengan standar kemampuan pada tahapan usianya serta penyakit atau kondisi khusus yang mungkin dimiliki oleh anak dan mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, seperti gangguan pendengaran, tingkat kecerdasan, hingga stimulasi lingkungan terhadap kemampuan berbicara anak. Hasil dari proses ini akan digunakan sebagai dasar analisa apakah anak tersebut masih dalam rentang kemampuan bicara yang normal pada tahapan usianya atau memang mengalami keterlambatan bicara dan membutuhkan terapi wicara. Hasil dari proses ini juga akan menentukan rencana terapi dijalankan oleh anak serta durasi dari rangkaian terapi.

Terapi wicara dilakukan dengan menggabungkan sesi dan program terapi bersama terapis serta bantuan alat untuk menstimulasi otot-otot bicara dan otot-otot menelan, sehingga akan didapatkan hasil yang maksimal. Pada anak, sesi dan program dilakukan dengan menggunakan bantuan alat lainnya seperti boneka tangan, kartu-kartu, hingga mainan yang akan memudahkan anak untuk merasa nyaman ketika melakukan sesi terapi.

Apa yang perlu diperhatikan pada saat terapi wicara?

Sesi terapi wicara tidak hanya berfokus kepada pasien, namun juga kepada pendamping atau orang-orang yang nantinya akan berinteraksi dengan pasien di kehidupan sehari-hari. Para pendamping diberikan edukasi tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk menstimulasi kemampuan komunikasi atau kemampuan menelan pada pasien sehingga dapat melakukan stimulasi mandiri di rumah ketika menunggu sesi terapi selanjutnya. Edukasi tentang milestone kemampuan komunikasi juga diberikan agar para pendamping sesi terapi dapat melihat seberapa jauh kemajuan kemampuan pasien terapi dan seberapa dekat dengan standar kemampuan normal. Hal ini dikarenakan stimulasi memegang peranan penting dalam proses terapi wicara, stimulasi yang tepat dan kontinu dapat membantu meningkatkan kemampuan dengan pesat dan mempertahankan kemajuan yang didapat dari sesi terapi. Terapi ini membutuhkan kerjasama antara terapis di rumah sakit serta pendamping di rumah karena terapi wicara merupakan jenis terapi yang membutuhkan repetisi serta pembiasaan yang kontinu agar hasilnya maksimal.

Demikian itulah serba-serbi terapi wicara yang perlu Anda ketahui, menemukan dan menjalankan terapi yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda dan orang tersayang tentunya dapat membantu meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup Anda dan keluarga. #LiveExcellently

Artikel di review oleh dr. Novaria Puspita, Sp.KFR (Dokter Spesialis Rehab Medik RS EMC Sentul).