Akupuntur merupakan salah satu metode pengobatan tradisional dari Cina dan telah digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk mengobati berbagai macam penyakit dan gejala. Saat ini konsep pengobatan akupuntur pun telah berkembang dari konsep tradisional klasik menjadi konsep akupuntur medik yang diterapkan berdasarkan kaidah kedokteran konvensional.

Pengobatan akupuntur dilakukan dengan cara memasukkan jarum halus untuk menstimulasi “titik akupuntur” tubuh. Jarum steril berukuran tipis akan disisipkan di bagian tubuh yang akan diobati. Jarum biasanya akan disisipkan pada kedalaman berbeda, tergantung pada teknik yang digunakan. Ukuran jarum yang digunakan berkisar antara 2.5 cm-5 cm. Setelah jarum disisipkan ke titik akupuntur, dokter akan mendiamkan jarum tersebut selama kurang lebih setengah jam. Selama prosedur dilakukan, rasa nyeri hingga mati rasa mungkin akan Anda rasakan. Hal ini menandakan pengobatan sedang bekerja. Umumnya, ahli akupuntur akan merekomendasikan kunjungan satu kali seminggu selama 4-8 sesi. Seberapa lama pengobatan tergantung pada kemajuan yang terlihat pada tiap-tiap pengobatan.

Manfaat akupuntur

Pengobatan akupunktur bermanfaat untuk memulihkan kesehatan dan kebugaran, melancarkan sirkulasi darah, metabolisme tubuh, serta mengurangi dan mengobati nyeri. Efektivitas akupuntur dalam mengobati berbagai penyakit telah mendapat pengakuan dari World Health Organization (WHO). Bahkan WHO telah merekomendasikan teknik pengobatan ini untuk diintegrasikan dengan Sistem Kesehatan Nasional masing-masing negara, termasuk di Indonesia.

Lebih lanjut, menurut dr. Yovita, Akp dari RS EMC Sentul memberikan penjelasan beberapa manfaat dan penyakit yang dapat diatasi dengan melakukan terapi akupuntur, antara lain:

  1. Memperbaiki sirkulasi darah dan metabolisme tubuh
  2. Meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh
  3. Membantu mengurangi nyeri, seperti nyeri kepala, migrain, nyeri punggung-pinggang, nyeri leher bahu, nyeri lulut, arthritis/radang sendi tanpa menggunakan obat-obatan
  4. Gangguan pencernaan, nyeri lambung, mual, muntah
  5. Gangguan hormonal
  6. Gangguan pernapasan, asma, batuk, flu
  7. Gangguan saraf, rehabilitasi penderita pasca stroke.

Risiko akupuntur

Menurut dr. Yovita, akupuntur sangat aman dilakukan dengan efek samping yang minimal sekali jika dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan terlatih. Setiap tindakan akupuntur menggunakan jarum steril sekali pakai sehingga dapat mencegah penularan penyakit infeksi antar pasien. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah melakukan akupuntur seperti nyeri ringan saat prosedur dilakukan, memar setelah prosedur hingga mengganggu kerja alat pacu jantung jika dilakukan pada orang yang memasang alat pacu jantung di tubuhnya. Akupuntur sendiri aman dilakukan pada segala usia termasuk anak-anak. Saat ini, akupuntur sudah menjadi alternatif pengobatan yang digemari oleh semua kalangan karena telah terbukti efektivitasnya.

Jika Anda tertarik melakukan pengobatan akupuntur, sebaiknya Anda memilih ahli akupuntur yang bersertifikat untuk keamanan dan kenyamanan Anda selama melakukan prosedur akupuntur. Sebagai solusinya, Anda bisa berkunjung ke RS EMC Sentul dan berkonsultasi dengan dr. Yovita Wijaya, Akp dengan jadwal praktik pada hari Senin: 16.00 - 18.00 Wib dan Kamis: 09.00-12.00 WIB. Anda juga dapat melakukan perjanjian dengan dokter terkait melalui telepon dan pesan singkat di nomor 085774711860 maupun di call center RS EMC Sentul di 021-29672977. #LiveExcellently