Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengubah istilah pembatasan sosial (social distancing) menjadi menjaga jarak fisik (physical distancing). Alasan penggunaan istilah ini adalah untuk mengklarifikasi bahwa ada instruksi untuk berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona. Namun, bukan berarti kita memutus kontak dengan teman atau keluarga secara sosial. Meski berjauhan, penting bagi kita untuk tetap menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat. Namun, komunikasi tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan telepon, video call, maupun obrolan chat.

Untuk menghentikan penyebaran virus corona yang terjadi saat ini, masyarakat telah diinstruksikan untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak antar manusia dengan cara tinggal di rumah, menghindari keramaian, dan menahan diri untuk tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Saat menerapkan physical distancing, kita tidak diperkenankan untuk berjabat tangan. Kita juga harus menjaga jarak, setidaknya 1 meter jika harus berinteraksi dengan orang lain. Meskipun hidup dengan physical distancing dan tinggal di dalam rumah saja dalam waktu yang lama bisa menimbulkan ketidaknyamanan, namun hal tersebut penting dilakukan untuk kebaikan yang lebih besar.

Mengapa perlu dilakukan physical distancing?

Physical distancing sangat penting untuk memerangi pandemi COVID-19, khususnya selama belum ada vaksin yang berhasil ditemukan seperti saat ini. Kita harus melakukan segala upaya untuk sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik untuk melindungi diri dan orang lain dari infeksi virus corona.

Sejauh ini, physical distancing yang diimbau oleh pemerintah adalah:

  • Bekerja dari rumah (work from home)
  • Belajar di rumah secara online bagi siswa sekolah dan mahasiswa
  • Menunda pertemuan atau acara yang dihadiri orang banyak, seperti konferensi, seminar, dan rapat, atau melakukannya secara online lewat konferensi video atau teleconference
  • Tidak mengunjungi orang yang sedang sakit, melainkan cukup melalui telepon atau video call

Physical distancing dilakukan paling tidak selama 14 hari karena virus corona sendiri memiliki waktu inkubasi selama 14 hari. Poin utama dari physical distancing adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Saat banyak orang melakukan aktivitasnya di rumah saja, maka laju penularannya bisa jauh berkurang.

Jika jumlah orang yang tertular virus corona tidak terlalu banyak, maka para tenaga medis bisa memiliki waktu, tenaga, dan sarana yang cukup untuk mengobati mereka yang sudah terpapar virus COVID-19 secara efektif dan efisien. Diharapkan, keputusan untuk physical distancing ini dapat menjadi jawaban untuk menghindari membludaknya pasien di rumah sakit, seperti yang terjadi di China dan Italia.

Itulah beberapa hal yang penting diketahui seputar physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona. Tetap jaga kesehatan dengan meningkatkan imunitas tubuh Anda dan keluarga selama beraktivitas di dalam rumah. Untuk mengisi waktu selama physical distancing di dalam rumah, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

  1. Menonton acara TV favorit dengan keluarga
  2. Family quality time dengan mengobrol agar tercipta bonding yang kuat
  3. Berolahraga di rumah agar tubuh tetap bugar
  4. Membaca buku favorit
  5. Memulai hobi baru, seperti memasak, menggambar, atau hobi lainnya

Jangan lupa juga untuk istirahat yang cukup dan rajin mencuci tangan dengan benar. Mari #BersatuLawanCorona untuk #LiveExcellently.

Baca juga: Hindari Kesalahan Umum saat Mencuci Tangan agar Terhindar dari Virus Corona