Sakit kepala luar biasa di area mata yang muncul secara tiba-tiba tentu mengganggu aktivitas Anda. Apalagi bila Anda mengalaminya sesaat sebelum waktu beristirahat di malam hari. Nyeri kepala menyebabkan Anda sulit tidur dan berakibat pada rasa lemas saat bangun di pagi hari. Sakit kepala di area mata selama beberapa kali dalam satu hari, terutama di malam hari, merupakan salah satu tanda Anda mengalami sakit kepala cluster.

Sakit kepala cluster adalah nyeri di bagian kepala yang berulang dalam siklus tertentu. Siklus terjadi baik dalam hitungan minggu atau hitungan bulan. Berdasarkan siklusnya, sakit kepala cluster terbagi menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala episodik dan sakit kepala kronis. Jika Anda mengalami 1-2 kali sakit kepala dalam periode waktu seminggu hingga satu tahun, dengan periode bebas sakit kepala kurang lebih satu bulan, kemungkinan Anda mengalami sakit kepala episodik. Jika sakit kepala terjadi lebih sering dan tanpa jeda yang jelas, Anda kemungkinan mengalami sakit kepala kronis.

Selain ditandai dengan nyeri di daerah mata, terdapat beberapa gejala lain yang menandakan bahwa Anda mengalami sakit kepala cluster. Pada tahap awal, Anda akan mengalami sakit kepala dengan rasa nyeri yang terus meningkat dan mual. Bila terjadi di malam hari, sakit kepala ini menyebabkan Anda gelisah dan sulit tidur. Lubang hidung pada sisi yang sama dengan kepala yang mengalami nyeri menjadi tersumbat. Sementara di bagian mata, Anda dapat melihat beberapa tanda seperti pupil mengecil, produksi air mata berlebih, mata merah hingga bengkak, dan kelopak mata turun.

Hingga kini, belum ditetapkan penyebab utama sakit kepala cluster. Diduga nyeri kepala ini disebabkan oleh gangguan jam biologis yang diatur oleh hipotalamus di bagian otak. Hipotalamus berfungsi menjaga fungsi tubuh berjalan normal.

Meski penyebab utamanya belum jelas, terdapat beberapa faktor yang bisa memicu sakit kepala cluster. Faktor tersebut antara lain stres, suhu esktrem, cuaca yang terlalu panas, dan alergi.

Umumnya, sakit kepala cluster tidak menyebabkan kasus kematian. Namun, sakit kepala yang terus terjadi secara tiba-tiba tentu sangat mengganggu aktivitas dan waktu istirahat Anda. Bila sakit kepala mulai mengganggu secara signifikan dan obat sakit kepala dirasa tidak membantu, Anda dapat mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Untuk membantu diagnosis, dokter akan meminta Anda mendeskripsikan sakit kepala yang Anda rasakan. Anda juga dapat menjelaskan titik yang terasa nyeri, durasi, dan frekuensi sakit kepala. Selanjutnya, dokter dapat melakukan prosedur pemeriksaan neurologis untuk memeriksa fungsi otak, indera, refleks, dan saraf Anda. Bila diperlukan, Anda akan melalui prosedur pemindaian dengan MRI dan CT scan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah diagnosis selesai dilakukan, dokter akan memberikan terapi pengobatan yang dirasa paling sesuai dengan sakit kepala Anda. Salah satu terapi yang efektif untuk menangani sakit kepala cluster adalah Pulsed Radiofrequency (PRF). Terapi ini berfungsi untuk meredakan rasa nyeri menggunakan medan listrik melalui elektroda yang ditempatkan di sekitar saraf.

Sebelum terapi PRF dimulai, dokter akan memberikan obat anestesi lokal agar Anda merasa nyaman saat jarum radiofrequency disuntikkan ke dalam tubuh. Agar akurat, dokter menggunakan x-ray untuk memposisikan elektroda. Bila posisi sudah tepat, dokter akan melakukan prosedur PRF. Prosesnya berlangsung dalam 30 menit hingga satu jam.

Anda akan merasakan merasakan nyeri pasca terapi. Namun, nyeri ini akan hilang dalam 2-4 hari. Anda akan merasakan efek maksimal dari radiofrequency dalam waktu 1-2 minggu. Setelah itu, Anda dapat kembali bebas beraktivitas tanpa terganggu nyeri kepala.

Meski sudah mendapatkan penanganan, sebaiknya Anda tetap menjauhi pemicu sakit kepala. Hindarilah benda-benda berbau menyengat seperti cat, bensin, parfum, dan bahan kimia berbau. Anda juga bisa mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan rokok. Hindari juga beraktivitas di tengah cuaca yang terlalu cerah bila tidak mendesak. Jangan lupa untuk rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang. #LiveExcellently