Gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gelisah dan cemas berlebihan, hingga gangguan mood kini semakin banyak pengidapnya di tengah masyarakat di berbagai bagian dunia, terutama bagi generasi muda yang kini lebih banyak mengalami tekanan psikologis, terlalu banyak mengakses ponsel pintar dan tidak memiliki waktu tidur yang cukup.

Sehat mental sendiri merupakan keadan batin yang terasa damai, tentram, dan tenang. Kondisi mental yang sehat membuat Anda mampu menggunakan potensi diri dengan maksimal, bisa menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, dan dapat menikmati kehidupan.

Sementara itu, terganggunya keadaan mental membuat suasana hati Anda terasa buruk. Selain itu, Anda dapat mengalami kelemahan berpikir, sulit mengendalikan emosi, dan dapat memicu perilaku buruk.

Salah satu gangguan kesehatan mental yang berdampak pada suasana hati dan perasaan sedih terus-menerus adalah depresi. Sering disalahartikan sebagai kesedihan biasa, depresi biasanya berlangsung lebih lama hingga hitungan hari, minggu, bahkan bisa berbulan-bulan.

Tidak hanya berdampak pada emosi, depresi juga bisa memengaruhi kondisi fisik dan cara pikir. Akibatnya, sulit bagi penderita depresi untuk menjalani kegiatan sehari-hari dengan normal. Dalama beberapa kasus, penderita depresi juga bisa terpicu untuk melukai diri sendiri hingga mencoba bunuh diri.

Pemicu depresi berasal dari beberapa faktor. Salah satu faktor penyebab yang paling umum adalah perubahan hormon. Gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh akibat kehamilan, gangguan tiroid, menopause, dan perubahan biologis lainnya dapat membuat Anda mengalami depresi. Faktor keturunan keluarga juga bisa menjadi penyebab depresi. Mereka yang memiliki anggota keluarga yang menderita depresi dinilai lebih rentan mengalami depresi pula. Faktor lainnya yang mungkin menyebabkan depresi adalah pengalaman traumatis di masa lalu, misalnya pelecehan seksual, kehilangan orang terkasih, kekerasan, dan lain sebagainya.

Depresi dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai latar belakang. Depresi membuat Anda sulit menjalani kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara untuk menjauhkan diri Anda dan orang terdekat dari serangan depresi. Di bawah ini adalah cara sederhana untuk mencegah serangan depresi.

Rutin berolahraga

Hormon endorfin dikenal juga sebagai hormon bahagia. Salah satu cara memperlancar produksi hormon endorfin dalam tubuh adalah dengan berolahraga. Tidak hanya endorfin, berolahraga juga merangsang produksi serotonin dan dopamin yang berguna untuk mengurangi rasa sakit pada otot.

Karena produksi ketiga jenis hormon tersebut, tubuh Anda dapat merasa lebih segar dan mood Anda menjadi lebih baik. Tubuh yang segar serta mood dan pikiran yang baik akan membuat Anda lebih siap menghadapi semua hal yang akan terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk hal-hal yang berisiko memicu stres. Kemampuan menghadapi tekanan dan stres akan menjauhkan Anda dari depresi.

Mengonsumsi makanan bergizi

Beberapa jenis bahan makanan bisa membantu mencegah depresi. Tomat, jamur, dan brokoli merupakan beberapa di antaranya. Tak hanya sehat, bahan makanan ini juga mudah ditemui di pasaran.

Selain kaya vitamin C, tomat juga banyak mengandung asam folat dan asam alpha–lipoic. Kedua jenis asam ini bermanfaat membantu mencegah depresi. Peneliti menemukan bahwa penderita depresi seringkali mengalami kekurangan asam folat.

Makanan lainnya yang tinggi asam folat adalah brokoli. Dengan rutin mengonsumsi brokoli, pikiran Anda bisa lebih rileks dan tidak mudah panik. Asam folat juga mebuat Anda tidak mudah terkena stres berlebihan di tengah-tengah berbagai kesibukan dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain tomat, jamur juga membantu mencegah depresi. Jamur memiliki insulin yang berfungsi mengatur gula darah. Tingkat gula darah yang stabil bisa membuat suasana hati lebih baik. 

Tidur dengan cukup

Kurang tidur membuat emosi Anda jadi sulit dikendalikan. Saat kurang tidur, bagian otak Anda yang disebut dengan amigdala menjadi lebih sensitif terhadap rangsang penyebab emosi negatif. Amigdala berfungsi untuk mengendalikan emosi dan kecemasan. Semakin Anda sering kurang tidur, semakin sering juga Anda terserang luapan emosi negatif. Akibatnya, Anda menjadi semakin berpotensi terkena depresi.

Rutin meditasi

Menumpuknya beban pikiran bisa membuat Anda terserang depresi. Untuk itu, Anda perlu membuat pikiran agar lebih rileks. Salah satu cara untuk membuat pikiran lebih tenang adalah meditasi. Melalui meditasi rutin setiap hari, Anda akan semakin mengenal diri dan mengetahui beban yang mengganggu pikiran. Dengan meditasi, Anda juga bisa memasuki tahap rileks sehingga pikiran menjadi kembali bersih.

Bercerita pada orang lain

Salah satu cara membuat pikiran menjadi lebih lega adalah dengan menceritakan masalah kepada orang terdekat. Selain menjadi lebih lega, Anda bisa memperoleh dukungan, saran, dan motivasi. Oleh karena itu, jangan pendam sendiri beban pikiran Anda. Dengan pikiran yang lebih lega, Anda semakin dapat terhindari dari depresi.

Itulah beberapa cara menjaga kesehatan mental Anda agar terhindari dari depresi. Jangan tunggu hingga depresi mengganggu kualitas hidup Anda. Lakukan pencegahannya sejak dini dan jangan lupa juga untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan mental orang-orang terdekat Anda. #LiveExcellently