Setiap tanggal 3 Desember, masyarakat dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional. Hari peringatan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan pada penyandang disabilitas sekaligus mengajak warga dunia untuk semakin mengenal lebih jauh tentang disabilitas.

Tahukah Anda, siapa saja yang dapat disebut sebagai penyandang disabilitas? Penyandang disabilitas tidak hanya mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setiap orang yang mengalami kesulitan untuk berinteraksi dan berpartisipasi secara penuh dan efektif di tengah masyarakat dalam waktu yang lama dapat disebut sebagai penyandang disabilitas.

Karena keterbatasan yang mereka miliki, sudah sebaiknya kita memberikan dukungan dan bantuan yang mereka butuhkan. Untuk memberikan dukungan yang tepat, yuk kita kenali lebih jauh mengenai jenis-jenis disabilitas berikut ini.

Disabilitas fisik

Penyandang disabilitas fisik mengalami keterbatasan akibat gangguan pada fungsi tubuh. Cacat dapat muncul sejak lahir atau akibat kecelakaan, penyakit, atau efek samping dari pengobatan medis. Beberapa jenisnya antara lain lumpuh, kehilangan anggota tubuh akibat amputasi, dan cerebral palsy.

Disabilitas sensorik

Disabilitas sensorik adalah keterbatasan fungsi panca indra. Yang termasuk jenis disabilitas ini, antara lain disabilitas wicara, rungu, dan netra.

Untuk membantu penyandang disabilitas netra, Anda perlu mempelajari cara khusus berinteraksi dengan mereka. Ketahuilah jenis sentuhan dan nada bicara yang bisa Anda gunakan untuk berkomunikasi. Selain itu, sebelum membantu mereka, Anda juga perlu bertanya terlebih dahulu apakah mereka memang membutuhkan bantuan Anda atau tidak.

Untuk berinteraksi dengan penyandang disabilitas wicara, rungu, atau rungu wicara, Anda membutuhkan keahlian dalam menggunakan bahasa isyarat. Sebaiknya Anda berbicara dengan tempo lebih lambat agar lebih mudah dimengerti.

Disabilitas mental

Penyandang disabilitas mental mengalami keterbatasan akibat gangguan pada pikiran atau otak. Disabilitas mental, termasuk bipolar, gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan mental lainnya. Mereka yang mengalami disabilitas mental dapat mengalami kesulitas untuk berkonsentrasi, berpikir, mengambil keputusan, dan mengutarakan isi pikiran mereka.

Salah satu cara menangani disabilitas mental adalah dengan tidak menempatkan mereka pada kondisi yang rentan menimbulkan stres atau tertekan. Selain itu, saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas mental, Anda sebaiknya menggunakan penjelasan yang menyeluruh dan pemilihan kata yang mudah dimengerti. Jika perlu, Anda bisa memberikan pilihan cara penyampaian informasi, beberapa lebih memilih untuk mendengarkan penjelasan secara langsung dan beberapa lainnya lebih mudah memahami tulisan. Terakhir, Anda butuh kesabaran dan pikiran yang terbuka untuk memahami kondisi penyandang disabilitas mental.

Disabilitas intelektual

Disabilitas intelektual dapat ditandai dengan tingkat IQ di bawah standar rata-rata, kesulitan memproses informasi, dan keterbatasan dalam berkomunikasi, bersosialisasi, dan kepekaan terhadap lingkungan. Beberapa jenis disabilitas intelektual adalah down syndrome dan keterlambatan tumbuh kembang.

Jika Anda ingin membantu anggota keluarga atau kerabat yang merupakan penyandang disabilitas intelektual, pahami terlebih dahulu bahwa mereka butuh waktu, kesabaran, dan perhatian lebih dari Anda. Pertama-tama, Anda butuh waktu untuk mengajarkan mereka memahami instruksi dasar. Berikan instruksi dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Selanjutnya, usahakan agar lingkungan tidak menimbulkan tekanan atau stres bagi penyandang disabilitas. Lingkungan yang terlalu berisik atau terlalu ramai dapat menganggu konsentrasi mereka sehingga rentan menyebabkan stres.

Karena sulit mengolah instruksi dan rangsangan dari luar diri mereka, penyandang disabilitas seringkali tidak menyadari keadaan di sekitar mereka. Untuk itu, Anda perlu membantu mereka menyadari hal-hal yang sedang terjadi. Untuk menjelaskannya, gunakan ilustrasi yang mudah dipahami agar mereka mudah mengingatnya dan tahu tindakan yang harus diambil jika menghadapi kondisi serupa di kemudian hari.

Nah, itulah jenis-jenis disabilitas dan cara-cara yang bisa dilakukan jika Anda memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas. Yuk, selalu berikan dukungan bagi penyandang disabilitas agar mereka juga dapat menjalani kehidupan dengan nyaman. #LiveExcellently