Bagi pasangan yang menikah cukup lama umumnya menempuh banyak cara untuk segera memiliki keturunan. Mulai dari mengatur pola hidup sehat hingga menghindari faktor risiko yang menyebabkan gangguan kesuburan.

Biasanya semua hal tersebut dilakukan secara mandiri tanpa konsultasi ke dokter. Namun jika belum berhasil, salah satu cara yang ditempuh adalah mengikuti program kehamilan (promil) dari dokter kandungan.

Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan, Konsultan Fertilitas dr. Marinda Suzanta., D.Mas.,F.ART, Sp.OG (K-Fer) dari RS EMC Tangerang menjelaskan bahwa rata-rata pasien datang ke rumah sakit sudah dalam tahap 'lelah' karena ketidakberhasilan promil yang dilakukan sebelumnya.

Oleh karena itu, ketika pasien datang ke klinik fertilitas hal pertama yang dilakukan dr Marinda tidak langsung mendiagnosa. Melainkan mendengarkan 'cerita' para pasien lalu mengedukasi.

"Jadi 80 persen keberhasilan kehamilan itu, di-support oleh program edukasi yang dilakukan oleh tim fertilitas. Edukasi ini perlu disampaikan secara gamblang ke pasien. Mengapa? Karena ketika bicara kesuburan artinya fertilitas itu butuh yang namanya motivasi. Jika tidak ada motivasi dari dokter, hasil akhirnya akan susah," jelas dr Marinda.

Nah dalam edukasi tersebut, dr Marinda menyampaikan bahwa jika ingin promil berjalan lancar, ada tiga hal yang penting dilakukan bersama pasangan. Tiga hal ini terlihat gampang, namun ketika dipraktekan cenderung menjadi sulit. Apa saja sih ketiga hal tersebut?

1. Olahraga

Jika sudah menikah selama 12 bulan, melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi namun belum dikaruniai keturunan, artinya Anda atau pasangan mengalami gangguan kesuburan (infertilitas). Oleh karena itu, setiap pasien yang datang ke dokter kandungan, akan dihitung massa indeks tubuhnya untuk mengetahui rentang ideal berat badan.

Maka dari itu, dokter pasti menyarankan agar pasien melakukan olahraga rutin untuk meningkatkan kesuburan, melancarkan proses ovulasi dan menstruasi, hingga mempersiapkan kehamilan dan persalinan di kemudian hari.

"Rata-rata semua pasien saya yang promil berat badan turun. Paling tidak turunkan berat badan 10 persen agar peluang kehamilan semakin besar. Jadi turunkan berat badan dengan berolahraga, bukan menggunakan obat-obatan," jelas dr Marinda.

2. Tidak Stress

Tak dapat dipungkiri, ini adalah salah satu hal yang sulit dihindari ketika pasangan tengah menjalankan promil. Kegelisahan sering kali muncul di setiap pasangan karena berbagai macam faktor.

"Terkadang tanpa disadari pasien bisa galau dan stres karena omongan orang tentang kapan punya anak. Bisa jadi orang tua atau mertua yang sering kali bahkan menuntut hal tersebut. Ini bisa menyebabkan promil berjalan tidak maksimal," jelasnya. 

3. Bahagia

Dokter Marinda menjelaskan bahwa keberhasilan kehamilan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu fisik dan psikis. Selain stres, bahagia menjadi faktor penting dalam promil.

Namun sayangnya, tak sedikit pasangan yang menyadari bahwa kebahagiaan dapat tercipta lewat aktivitas bercinta. dr. Marinda menyaranan agar ada baiknya tak menjadikan aktivitas bercinta hanya sebagai kewajiban untuk memiliki anak.

"Membuat kesadaran tentang seks itu penting juga bagian dari mengedukasi pasien. Jangan sampai selama ini seks hanya aktivitas making a child bukan making of love. Jika sudah making of love, artinya ada candu dan tak perlu lagi ada pertanyaan kapan waktu terbaik melakukan hubungan intim. Ini akan berjalan dengan sendirinya karena perasaan bahagia tadi," jelas dr Marinda.

Bagi pasangan yang belum dikaruniai keturunan, Apakah ada salah satu hal di atas yang masih terjadi hingga hari ini? Jika Anda masih punya banyak pertanyaan tentang promil segera konsultasikan ke dokter profesional.

Credit : Liputan6.com