Berikut Makanan yang Perlu Dihindari oleh Penderita Kolesterol Tinggi

Kolesterol sebenarnya bukan musuh, tubuh tetap membutuhkannya untuk membentuk hormon, memproduksi vitamin D, hingga menjaga fungsi sel. Namun, masalah muncul ketika kadarnya berlebihan. Kolesterol tinggi dapat menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke.

Yang sering tidak disadari, kebiasaan makan sehari-hari justru menjadi pemicu utamanya. Mulai dari gorengan, makanan cepat saji, hingga camilan tinggi lemak yang sulit ditolak.

Supaya kadar kolesterol tetap terkontrol, yuk kenali makanan pantangan yang sebaiknya dihindari agar tubuh tetap sehat dan jauh dari risiko penyakit!

Kenapa Kolesterol Bisa Naik?

Kolesterol adalah jenis lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh, namun ketika kadarnya berlebihan, kolesterol dapat menumpuk di pembuluh darah dan memicu berbagai penyakit, terutama jantung dan stroke.

Pada masyarakat Indonesia, faktor terbesar sering datang dari pola makan harian. Banyak hidangan khas yang menggunakan minyak berulang kali, santan kental, serta olahan yang digoreng, mulai dari gorengan pinggir jalan, rendang, opor, hingga makanan bersantan lainnya. Kombinasi ini membuat kadar kolesterol lebih mudah meningkat jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

7 Makanan Pantangan Kolesterol yang Harus Dihindari

Sebelum kadar kolesterol terlanjur naik dan memicu gangguan kesehatan, penting untuk lebih memperhatikan apa saja yang kita konsumsi setiap hari. Beberapa jenis makanan ternyata dapat meningkatkan kolesterol lebih cepat daripada yang kita kira. 

Berikut daftar pantangan makanan penderita kolesterol:

1. Gorengan dan Makanan Cepat Saji

Keduanya mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi. Proses penggorengan berulang membuat minyak menjadi tidak sehat dan memicu peningkatan kolesterol LDL (kolesterol jahat), sehingga sangat mudah menaikkan risiko penyumbatan pembuluh darah.

2. Daging Merah Berlemak

Daging sapi atau kambing dengan lapisan lemak tebal mengandung lemak jenuh yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, lemak ini dapat mempercepat penumpukan plak di arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Jeroan dan Bagian Lemak Hewan

Bagian seperti hati, usus, babat, atau kulit ayam mengandung kolesterol sangat tinggi. Konsumsi berlebihan bisa langsung memengaruhi kadar kolesterol darah, terutama bagi yang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi.

4. Makanan Bersantan dan Olahan Lemak Padat

Masakan bersantan kental, seperti gulai, rendang, opor, atau kari yang mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan kolesterol. Penggunaan santan yang dimasak berkali-kali juga membuat kandungan lemaknya semakin pekat.

5. Mentega, Margarin, dan Produk Susu Full Cream

Produk susu berlemak tinggi serta mentega atau margarin mengandung lemak jenuh dan sering kali lemak trans. Jika dikonsumsi setiap hari, kolesterol dapat naik lebih cepat tanpa disadari.

6. Kue dan Camilan Manis Kemasan

Biskuit, wafer, roti manis, hingga snack kemasan biasanya mengandung campuran lemak jenuh, gula tinggi, dan minyak terhidrogenasi. Kombinasi ini tidak hanya meningkatkan kolesterol, tapi juga berisiko memicu kenaikan berat badan.

7. Seafood Tinggi Kolesterol (Udang, Cumi, Kerang)

Meski kaya protein, beberapa jenis seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, apalagi dengan cara digoreng atau dimasak dengan bumbu berlemak, kadar kolesterol bisa meningkat lebih cepat.

Setelah mengetahui daftar pantangannya, bukan berarti Anda harus berhenti makan enak. Kuncinya adalah membatasi porsi, memilih cara memasak yang lebih sehat, serta menyeimbangkan pola makan dengan aktivitas fisik. Dengan begitu, kadar kolesterol tetap terkontrol dan tubuh tetap sehat dalam jangka panjang.

Tabel Kandungan Kolesterol Bahan Makanan Per 100 gr

Berikut adalah tabel kadar kolesterol berbagai makanan yang dikelompokkan ke dalam kategori Bahaya, Hati-hati, dan Aman. Informasi ini dapat menjadi panduan untuk membatasi asupan kolesterol demi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

No

Makanan

Kandungan (mg)

Kategori

1

Telur burung puyuh

3.640

Dilarang

2

Otak sapi

2.300

Dilarang

3

Kuning telur ayam

2.000

Dilarang

4

Cumi-cumi

1.170

Dilarang

5

Jeroan kambing

610

Berbahaya

6

Kerang putih / tiram

450

Berbahaya

7

Jeroan sapi

380

Berbahaya

8

Mentega / margarin

300

Berbahaya

9

Coklat

290

Berbahaya

10

Susu sapi krim

280

Berbahaya

11

Susu sapi

250

Berbahaya

12

Lemak babi

200

Berbahaya

13

Belut

185

Hati-hati

14

Santan kelapa

185

Hati-hati

15

Udang

160

Hati-hati

16

Siput

160

Hati-hati

17

Kepiting

150

Hati-hati

18

Keju

140

Hati-hati

19

Lemak sapi

130

Sekali-sekali

20

Lemak kambing

130

Sekali-sekali

21

Daging sapi berlemak

125

Sekali-sekali

22

Ikan bawal

120

Sekali-sekali

23

Burung dara

120

Sekali-sekali

24

Daging sapi

105

Sekali-sekali

25

Iga sapi

100

Sekali-sekali

26

Daging asap

98

Sekali-sekali

27

Ikan ekor kuning

85

Sehat

28

Daging kambing tanpa lemak

70

Sehat

29

Daging kelinci

65

Sehat

30

Daging sapi pilihan tanpa lemak

60

Sehat

31

Ikan sungai / tawar

55

Sehat

32

Daging ayam tanpa kulit

50

Sehat

33

Daging bebek pilihan tanpa kulit

50

Sehat

34

Teripang

0

Sehat

35

Susu sapi tanpa lemak (nonfat)

0

Sehat

36

Putih telur ayam

0

Sehat

Kadar Kolesterol (Acuan)

  • Kolesterol total: < 200 mg/dL
  • Kolesterol LDL: < 100 mg/dL
  • Trigliserida: < 150 mg/dL
  • Kolesterol HDL: > 40 mg/dL

Bahaya Kolesterol Tinggi Jika Dibiarkan

Jika kadar kolesterol dibiarkan tinggi dalam jangka panjang, dampaknya tidak hanya membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit serius. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

1. Penumpukan pada Dinding Pembuluh Darah (Aterosklerosis) meningkatkan Resiko Pejakit Jantung Koroner Sehingga Menyebabkan Stroke.

Kolesterol yang berlebihan dapat menempel pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Lama-kelamaan, plak ini mengeras dan membuat pembuluh darah menyempit. Kondisi ini disebut aterosklerosis, dan menjadi awal dari berbagai penyakit kardiovaskular. 

Ketika pembuluh darah di sekitar jantung tersumbat oleh plak kolesterol, aliran darah menjadi terganggu. Akibatnya, jantung kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit jantung koroner. 

Plak kolesterol juga bisa menyumbat pembuluh darah di otak. Jika aliran darah ke otak terhenti, sebagian jaringan otak dapat mati dan menyebabkan stroke. Kondisi ini memerlukan penanganan cepat karena bisa menyebabkan kecacatan permanen.

2. Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Pembuluh darah yang menyempit membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan yang meningkat ini dapat memicu hipertensi, yang pada akhirnya memperbesar risiko penyakit jantung dan stroke.

3. Mempengaruhi Fungsi Hati dan Metabolisme Lemak

Hati berperan penting dalam mengatur dan memproses kolesterol. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi, hati akan bekerja lebih berat sehingga fungsinya bisa menurun. Kondisi ini dapat mengganggu metabolisme lemak secara keseluruhan dan berpotensi menyebabkan penyakit hati berlemak.

Saatnya Jaga Kolesterol, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Menjaga kadar kolesterol tetap normal adalah langkah penting untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit serius, mulai dari jantung koroner hingga stroke. Pola makan memiliki peran besar dalam mencegah kolesterol tinggi, sehingga penting untuk lebih selektif memilih makanan sehari-hari.

Mulailah dengan menghindari makanan pantangan, membatasi konsumsi lemak jenuh, serta memperbanyak makanan yang lebih sehat seperti sayur, buah, dan sumber protein rendah lemak. Jangan lupa imbangi dengan olahraga teratur dan kebiasaan hidup yang lebih aktif.

Selain itu, penting untuk tahu kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Jika Anda sering merasa cepat lelah, pusing, mengalami nyeri dada, memiliki riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, atau sedang menjalani gaya hidup yang berisiko (banyak makan berlemak, jarang olahraga), segera lakukan pemeriksaan kolesterol. Pemeriksaan rutin juga dianjurkan untuk orang berusia di atas 35 tahun atau lebih awal jika memiliki faktor risiko.

Dengan langkah kecil yang konsisten dan pemeriksaan kesehatan berkala, Anda bisa menjaga kadar kolesterol tetap aman dan melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Artikel ditulis oleh dr. Sandy Perkasa, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Alam Sutera & Grha Kedoya).