Memiliki keturunan adalah impian dari setiap pasangan suami istri. Nah ketika bicara tentang keturunan, pastinya berkaitan dengan kesuburan pasutri. Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan, Konsultan Fertilitas dari Rumah Sakit EMC Tangerang (RS EMCT), dr. Marinda Suzanta, Sp.OG (K-FER), D.MAS,F.ART, CHt,Ci,.menjelaskan bahwa seseorang dinyatakan infertilitas atau mengalami gangguan kesuburan “ bila,  pasangan sudah menikah selama 12 bulan, berhubungan seksual minimal seminggu tiga kali dan tidak menggunakan kontrasepsi, dan belum memiliki keturunan, dapat dinyatakan bahwa seseorang mengalami gangguan kesuburan," jelas dr. Marinda.

Oleh karena itu untuk mengetahui apakah Anda mengalami gangguan kesuburan, ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan di Fertility Clinic RS EMC Tangerang : 

  1. Analisa Sperma

Tes kesuburan penting dilakukan bagi pria atau para suami untuk mengetahui tanda-tanda kesuburan, ,.Dalam tes ini, dokter spesialis patologi klinis dr. Sunarto langsung akan melakukan beberapa pemeriksaan pada sperma atau analisis sperma, mulai dari struktur, bentuk, pergerakan, tingkat keasaman (pH), kekentalan, warna, dan jumlah. Normalnya pria mengeluarkan sperma sebanyak minimal 15 juta. Dr. marinda mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh dr sunarto dengan detail dan teliti Karena sperma adalah pemeran utama dalam drama ini ungkap dr. marinda”.. 

  1. Evaluasi Rahim

Rahim diartikan dr Marinda adalah tempat tidur janin. Oleh karena itu, saat program kehamilan (promil) penting dilakukan pemeriksaan rahim. Di EMC Tangerang, pemeriksaan ruang rahim menggunakan alat yang bernama histeroskopi. 

"Ini salah satu keunggulan kami karena tidak semua center menyediakan teropong rahim ini. Jika di searching, histeroskopi adalah golden standar dalam pemeriksaan rahim. Pemeriksaan ini memakan waktu hanya 30 detik sampai satu menit, dan kami juga tidak menggunakan penghilang nyeri karena kami mengandalkan hypnoterapi analgesia," jelas dr Marinda. 

  1. Pemeriksaan Saluran Tuba

Setelah melalui evaluasi ruang rahim, dilanjutkan dengan pemeriksaan saluran tuba atau biasa disebut Histerosalpingografi (HSG). Tes HSG penting dilakukan, untuk mengetahui apakah adanya penyumbatan atau masalah lain karena disinilah terjadinya fertilisasi atau tempat bertemunya sperma dan sel telur. Tes HSG di Klinik Fertilitas EMCT juga menjadi andalan banyak pasien yang mengecek gangguan kesuburan, bersama dokter spesialis radiologi dr. Nuzul Iman, Sp. Rad.

  1. Evaluasi Saat Ovulasi

Setelah melalui beberapa tahapan tersebut, selanjutnya dokter melakukan evaluasi OVULASI. Artinya akan ada pemeriksaan mulai dari mengecek progesteron hingga mencari tahu estimasi ovulasi pasien melalui USG. "saya bangga dan senang menjadi bagian tim ini , salah satu tim kami dr. Gede Widi Mariada,  adalah pakarnya usg, apabila kami menemukan kasus sulit kami tidak segan segan untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama pasien. Dengan begitu, pasien merasa lebih nyaman dan tenang dalam melalui perawatan,.kan pendapat 2 orang expert lebih baik dari pada seorang saja bahkan apabila pasien membutuhkan operasi kami tim obgyn mengerjakan berdua, sehingga pasien tidak perlu kuatir, pasien dikerjakan oleh 2 orang expert dengan level sama,.intinya kami akan membuat pasien kami aman dan nyamandan untuk menunjang kenyamanan pasien, pasien dibuat sangat nyaman dengan bidan kami bd. Marlin yang mengurus semua kebutuhan pasien dari awal masuk hingga keluar sehingga pasien tidak perlu repot mondar mandir hanya untuk pendaftaran dll…” jelas dr Marinda. 

Edukasi plus HYPNOFERTILITY

Tak hanya itu saja, Klinik Fertilitas EMCT tak hanya sekadar melakukan pemeriksaan sistem reproduksi saja. Tim dokter kebidanan kandungan juga siap menangani segala macam kondisi dan penyakit yang mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi wanita.

Lagi, keunggulan lain yang ditawarkan pada para pasiennya adalah edukasi. Dokter Marinda menjelaskan, Klinik Fertilitas setiap hari sengaja membatasi pasien yang datang. 

"Rata-rata kami menerima 4-6 pasien. Semua pasien yang datang ke sini pun diatur jadwalnya supaya tidak tumpang tindih karena setiap kali kedatangan mereka dapat berkonsultasi dalam waktu lama, sekitar 2-3 jam," kata dr Marinda. Ketika saat konsultasi dilakukan, dr Marinda dan rekan dokter lain dipastikan memberikan banyak insight untuk pasien.

“  Pasien tidak setiap bulan kok ketemu saya untuk promil ini ,…yaahhh sekitar 2- 3 kali saja, pasien kami malah lebih banyak dari luar pulau, paling ketemu sekali ,….sekali ketemu yaaahhh bisa 2-3 jam an dan semua pasien WAJIB melalui program edukasi yang didalamnya kami selipkan Teknik rileksasi yang dinamakan hypnofertilitas,…nah selajutnya pasien sering telp an atau mengirimkan pesan whatsapp” ungkap dr marinda yang yang dipanggil akrab sebagai dr.manda.

Edukasi dilakukan 3-4 jam di aula RS EMC yang tentunya saat pandemic gini sangat memperhatikan protokol Kesehatan, dan edukasi ini dilaksanakan di minggu pertama setiap bulannya.

Isinya edukasi yang disampaikan apa sih? Banyak! Mulai dari penjelasan mengenai proses hamil hingga terjadinya fertilisasi, hingga cara hidup sehat termasuk pengaturan waktu berhubungan intim. 

"Dan yang paling penting, kami juga melakukan edukasi yang berkaitan dengan psikis pasien yaitu dengan hipnoterapi. Sesi hipnoterapi ini penting diikuti pasien untuk meminimalisir kecemasan mereka saat melalui program hamil ini," jelas dr Marinda. 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Hotline Fertility 0882 9022 3589 (WA only) di Rumah Sakit EMC Tangerang. 

Promo Cek Kesuburan Rahim di Rumah Sakit EMC Tangerang, bisa dilihat disini.