Melewatkan makan pagi atau sarapan kerap dianggap sepele. Lalu, ada sebagian orang yang sibuk sehingga tidak sempat untuk sarapan. Kemudian ada juga yang merasa tidak lapar sehingga memilih skip sarapan.
Namun, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak pada kesehatan seseorang. Kalau berdasarkan penelitian, melewatkan sarapan lebih banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardio-metabolik.
Apa Itu Penyakit Kardio-Metabolik?
Penyakit kardio-metabolik adalah istilah yang mengacu pada sekelompok kondisi medis yang saling berkaitan, seperti hipertensi, diabetes tipe 2, dislipidemia, hingga obesitas.
Saat seseorang tidak makan dalam jangka waktu yang lama, dalam hal ini malam hingga ke siang, ada kecenderungan makan dengan berlebihan.
Artinya tubuh berada dalam kondisi lapar cukup lama. Saat lapar, kecenderungan orang adalah makan berlebihan pada waktu makan berikutnya, baik siang maupun malam.
Ketika tubuh berada dalam kondisi sangat lapar, otak akan mencari rasa puas dengan cepat. Akibatnya, pilihan makanan pun bergeser ke jenis yang tinggi karbohidrat dan lemak, dibandingkan protein dan serat.
Dalam kondisi lapar berat, orang jarang memilih sayur bayam atau makanan tinggi serat. Yang dicari biasanya makanan yang enak-enak tinggi lemak dan karbohidrat.
Pola ini, jika berlangsung terus-menerus, berpotensi memicu kenaikan berat badan dan gangguan metabolik. Bukan karena satu kali melewatkan sarapan, melainkan karena kebiasaan yang berulang dan tidak diimbangi dengan pola makan seimbang.
Pola Makan Setiap Orang Bisa Berbeda
Setiap orang memiliki gaya hidup dan pola makan yang berbeda. Namun, prinsip dasar makan tetap perlu dijaga.
Ada perumpamaan sebagai berikut “Kamu makan untuk hidup sampai siang, siang sampai sore, dan sore untuk tidur nanti,” yang artinya “makanlah secukupnya" tidak kekurangan dan tidak berlebihan.
Selain Waktu, Perhatikan Isi Piringku
Selain waktu makan, perlu juga perhatikan porsi dan komposisi makanan. Pola makan sehat tetap berpijak pada keseimbangan gizi. Setiap waktu makan idealnya mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan serat dalam porsi yang sesuai.
Prinsip Isi Piringku menjadi panduan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Yakni separuh piring diisi buah dan sayur, sementara sisanya dibagi antara sumber karbohidrat dan protein.
Karena Sehat dimulai dari isi piringku.
Artikel dibuat berdasarkan program Healthy Monday kolaborasi EMC Healthcare dengan Liputan6, bersama narasumber dari RS EMC Sentul : dr. Roi P. Sibarani, Sp.PD, KEMD, FES (Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes) & dr. Aditya Mulyantari, Sp.GK, M.Gizi (Dokter Spesialis Gizi Klinik).