Jangan Diabaikan! Ini 5 Jenis Infeksi Jamur Kulit dan Pengobatannya

Infeksi jamur pada kulit adalah salah satu masalah kesehatan yang umum dan sering terjadi, terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Suhu hangat dengan tingkat kelembapan yang tinggi menjadi kondisi yang rentan bagi pertumbuhan jamur di kulit.

Keadaan ini sering kali menimbulkan masalah seperti rasa gatal, kemerahan, dan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu keseharian. Jika infeksi jamur kulit dibiarkan dalam waktu yang lama dan tidak diobati, infeksi jamur dapat menyebar dan menjadi sulit disembuhkan.

Apa Itu Infeksi Jamur Kulit dan Mengapa Bisa Terjadi?

Infeksi jamur kulit adalah infeksi pada lapisan permukaan kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Lingkungan yang hangat, lembap, dan kurang sirkulasi udara menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan jamur pada kulit.

Jenis Jamur Penyebab Infeksi

Berdasarkan jenis jamurnya, infeksi jamur kulit umumnya disebabkan oleh dua kelompok utama:

- Dermatofita

Dermatofita adalah jamur yang menyerang jaringan keratin dari kulit, kuku, dan rambut. Jamur ini memanfaatkan keratin sebagai sumber nutrisi, sehingga infeksi sering ditandai dengan kulit bersisik, menebal, atau mengelupas. 

- Non-dermatofita

Non-dermatofita adalah jamur yang menyerang kulit bagian paling luar atau infeksi jenis jamur ini tidak sampai jaringan keratin. Infeksi non-dermatofita sering muncul di area kulit yang lembap dan tertutup, seperti lipatan kulit, serta dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, dan kulit terasa lembap.

Faktor Risiko Infeksi Jamur Kulit

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi jamur kulit antara lain:

  • Keringat berlebih sehingga kulit menjadi lembap dan mengalami hiperhidrosis.
  • Kebersihan kulit yang kurang terjaga, seperti luka terbuka, tidak membersihkan tubuh setelah beraktivitas, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, dan penggunaan barang pribadi secara bersama-sama.
  • Daya tahan tubuh yang menurun atau lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, kanker, atau yang sedang menjalani kemoterapi.

Gejala Infeksi Jamur Kulit yang Umum Dialami

Gejala infeksi jamur kulit dapat bervariasi tergantung jenis jamurnya, namun beberapa tanda umum yang sering dirasakan meliputi:

  • Gatal yang menetap atau semakin parah
  • Kulit kemerahan, bersisik, atau mengelupas
  • Ruam berbentuk cincin atau bercak tidak merata
  • Kulit terasa lembap, perih, atau berbau, terutama di area lipatan

Jika tidak segera diobati, gejala-gejala ini dapat meluas ke area kulit lainnya.

5 Jenis Infeksi Jamur Kulit yang Perlu Diketahui

Infeksi jamur kulit dapat muncul dalam berbagai bentuk dengan gejala yang berbeda-beda, tergantung jenis jamur dan area tubuh yang terinfeksi. Berikut beberapa jenis infeksi jamur kulit yang paling sering terjadi:

1. Kurap (Tinea Corporis)

Kurap ditandai dengan ruam berbentuk melingkar seperti cincin, dengan tepi yang lebih merah dan bersisik. Bagian tengah ruam biasanya tampak lebih cerah.

2. Kutu Air (Tinea Pedis)

Infeksi ini sering terjadi di sela-sela jari kaki dan ditandai dengan rasa gatal, kulit pecah-pecah, dan terkadang berbau tidak sedap. 

3. Jamur Selangkangan (Tinea Cruris)

Tinea cruris menyebabkan gatal di area selangkangan dan lipatan paha. Ruam biasanya berwarna kemerahan dan bersisik.

4. Panu (Pityriasis Versicolor)

Panu ditandai dengan munculnya bercak putih, kecokelatan, atau kemerahan di punggung, dada, lengan atas, leher, dan perut. Infeksi ini tidak selalu menimbulkan gatal, namun dapat mengganggu penampilan.

5. Kandidiasis Kulit

Kandidiasis kulit sering terjadi di lipatan kulit seperti ketiak, bawah payudara, atau lipatan perut. Gejalanya berupa kemerahan, kulit lembap, dan rasa perih.

Cara Mengobati Infeksi Jamur Kulit Sesuai Jenisnya

Pengobatan untuk infeksi jamur pada kulit biasanya menggunakan obat antijamur yang dioleskan langsung ke kulit yang terinfeksi. Pada infeksi jamur tertentu atau tidak membaik, dokter akan merekomendasikan obat antijamur yang bisa diminum.

Lama pengobatan bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis infeksi serta tingkat keparahan yang dialami. Sangat penting untuk menyelesaikan pengobatan sesuai dengan petunjuk medis meskipun sudah membaik, agar jamur tidak berkembang kembali. Selama masa pengobatan, disarankan untuk tidak menggaruk kulit yang terinfeksi dan memastikan kulit tetap bersih serta kering.

Cara Mencegah Kekambuhan

Untuk mencegah infeksi jamur kulit kambuh, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan dan kulit tetap kering.
  • Menghindari berbagi barang pribadi.
  • Mengganti pakaian setelah berkeringat.
  • Tanda infeksi tidak membaik dan perlu pemeriksaan medis.

Jika infeksi jamur kulit belum membaik atau meluas meski sudah melakukan perawatan mandiri, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Infeksi jamur kulit memang tergolong masalah kesehatan yang sering terjadi dan pada banyak kasus dapat diobati dengan pengobatan yang tepat. Apabila keluhan seperti gatal, ruam yang meluas, perubahan warna atau tekstur kulit, hingga rasa perih dan nyeri terus berlangsung selama beberapa minggu, jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter. 

Dengan konsultasi ke dokter, Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat, mulai dari pemilihan jenis obat antijamur yang sesuai hingga saran perawatan kulit yang benar. Jadwalkan konsultasi Anda bersama dokter untuk mendapatkan pengobatan infeksi jamur kulit dan menjaga kulit tetap sehat.

Artikel ditulis oleh dr. Fiedya Wati Kusuma, Sp.D.V.E (Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS EMC Tangerang).