Dari Rasa Asam di Mulut hingga Nyeri di Dada, Kenali Gejala Heartburn yang Sering Diabaikan!

Sensasi panas di dada sering kali dianggap sepele. Banyak orang mengira keluhan tersebut hanyalah masuk angin atau efek makanan pedas semata. Padahal, rasa terbakar di bagian tengah dada bisa menjadi tanda heartburn, kondisi yang berkaitan erat dengan gangguan asam lambung.

Memahami penyebab heartburn sangat penting sebelum memutuskan pengobatan. Tanpa penanganan yang tepat, keluhan yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mengenal Apa Itu Heartburn

Heartburn adalah sensasi panas atau terbakar di dada yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks asam). Selain itu, heartburn biasanya terasa setelah makan atau saat berbaring, dan dapat akan menimbulkan rasa asam dan pahit di mulut.

Terjadinya heartburn dikarenakan adanya katup berbentuk cincin otot di bagian bawah kerongkongan yang disebut sfingter esofagus bawah (LES). Katup ini berfungsi mencegah isi lambung naik kembali ke atas. Ketika katup melemah atau tidak menutup sempurna, asam lambung dapat naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa panas serta iritasi pada dinding esofagus.

Gejala Heartburn yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Heartburn dapat menimbulkan berbagai keluhan yang sering kali dianggap sepele. Agar tidak terlambat ditangani, berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Sensasi panas atau terbakar di area dada bagian tengah (retrosternal), seperti rasa panas yang muncul setelah makan dan dapat terasa hingga ke leher atau tenggorokan.
  • Batuk kering kronis tanpa sebab jelas, yang berlangsung lama akibat iritasi saluran napas oleh asam lambung.
  • Rasa pahit, asam, atau seperti cairan naik ke tenggorokan, yaitu sensasi regurgitasi ketika isi lambung kembali naik hingga ke mulut.
  • Sering bersendawa, terutama setelah makan, yang disertai rasa tidak nyaman di dada atau perut bagian atas.
  • Keluhan yang muncul atau memburuk saat berbaring atau membungkuk karena posisi tubuh tersebut memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Berbagai Faktor Risiko yang Dapat Memicu Heartburn

Beberapa kebiasaan dan kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko heartburn, antara lain:

  • Pola makan tinggi lemak dan pedas, seperti konsumsi gorengan, santan, atau makanan berlemak yang dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu naiknya asam lambung.
  • Kebiasaan makan larut malam, terutama jika langsung berbaring setelah makan sehingga asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan.
  • Berat badan berlebih, yang meningkatkan tekanan pada rongga perut dan mendorong isi lambung naik ke atas.
  • Stres dan kebiasaan merokok karena stres dapat memengaruhi produksi asam lambung, sementara rokok dapat melemahkan fungsi sfingter esofagus bawah.
  • Penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yaitu kondisi refluks asam lambung kronis yang membuat heartburn terjadi lebih sering dan lebih berat.

Langkah-Langkah yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Keluhan Heartburn

Mengelola heartburn tidak selalu harus dengan obat-obatan. Perubahan gaya hidup menjadi langkah awal yang efektif untuk meredakan gejala sekaligus mencegah kekambuhan. 

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, seperti makanan rendah lemak, tinggi serat, serta menghindari pemicu seperti gorengan, makanan pedas, cokelat, kopi, dan minuman bersoda.
  • Mengatur pola makan yang teratur, dengan porsi lebih kecil namun lebih sering, serta memberi jeda minimal 2–3 jam sebelum berbaring setelah makan.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal karena berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu refluks asam.
  • Mengelola stres dan menghindari kebiasaan merokok, melalui olahraga rutin, teknik relaksasi, atau aktivitas yang membantu menjaga keseimbangan emosional.
  • Minum obat sesuai dengan anjuran dokter, terutama jika keluhan cukup sering muncul, agar penanganan lebih tepat dan mencegah komplikasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun heartburn sering dianggap sebagai keluhan ringan, kondisi ini tetap perlu diwaspadai apabila terjadi berulang atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Segera konsultasikan ke dokter apabila:

  • Keluhan berlangsung lebih dari dua kali dalam seminggu.
  • Gejala muncul semakin sering atau berat, seperti disertai mual, muntah, nyeri hebat, atau sulit menelan.
  • Tidak membaik meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup.

Pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam atau gastroenterologi penting untuk memastikan penyebab keluhan serta menentukan pengobatan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat bukan hanya meredakan gejala, tetapi juga mencegah komplikasi seperti peradangan kronis pada kerongkongan.

Artikel ditulis oleh dr. Ahmad Yusran, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Pulomas).