Waspada Penyakit Jantung Koroner, Ketahui Solusi Penanganannya!

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu kondisi dimana ada gangguan suplai darah ke otot jantung yang disebabkan ada penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi jadi terhambat.

Apa Saja Faktor Penyebab Jantung Koroner?

Mengenai faktor penyebab terbagi menjadi dua. Pertama, faktor risiko atau bawaan. Seperti usia lanjut, jenis kelamin dimana laki-laki lebih berisiko mengalami PJK. Faktor kedua risiko PJK adalah terkait gaya hidup seperti mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, kolesterol. Lalu, memiliki penyakit komorbid seperti darah tinggi, hiperkolesterol, diabetes.

Ini sebenarnya faktor yang bisa kita modifikasi. Kalau punya penyakit komorbid seperti diabetes, darah tinggi, hiperkolesterol, itu sebaiknya perlu mengontrol agar PJK bisa dicegah sedini mungkin.

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Bila penyakit jantung koroner tidak dikendalikan maka bisa berujung pada komplikasi salah satu yang banyak dikenal orang adalah serangan jantung.

Gejala serangan jantung yang paling khas itu adalah angina pectoris, yakni rasa tidak nyaman atau nyeri di dada. Rasa nyeri ini bisa timbul di dada kiri, bisa menjalar ke lengan kiri bahkan tembus hingga ke belakang. Kondisi ini memberat bila ada aktivitas.

Berikut gejala lain dari serangan jantung:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Rasa berdebar-debar atau ketidaknyamanan bahkan disertai keringat dingin
  • Gejala lain yang tidak khas adalah rasa nyeri yang bisa menjalar ke rahang
  • Nyeri ulu hati yang tidak sembuh bahkan dikira sakit lambung
  • Pada kondisi berat, bisa sampai terjadi penurunan kesadaran atau pingsan.

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Ronald mengatakan ada berbagai macam pengobatan pada penyakit jantung koroner, antara lain :

1. Perbaiki Gaya Hidup

Dengan pola hidup sehat, itu merupakan langkah yang lebih baik.

Modifikasi gaya hidup yang dimaksud diantaranya dengan makan makanan dengan nutrisi seimbang, berolahraga secara rutin 3-5 kali seminggu, tidak merokok, mengelola stres. 

2. Mengonsumsi Obat Resep Dokter

Pada pasien jantung koroner dengan komorbid maka dokter akan meresepkan obat sesuai kebutuhan pasien. Misalnya pada darah tinggi maka akan diberi obat antidarah tinggi, lalu kolesterol tinggi akan diberikan antikolesterol.

Kemudian pada pasien yang memiliki diabetes maka dokter jantung akan bekerja sama dengan dokter penyakit dalam dalam pengobatan penyakit tersebut.

Lalu, dokter juga akan memberikan obat lain termasuk pengencer darah, untuk mencegah penyumbatan yang lebih berat.

3. Terapi Invasif

Salah satu terapi invasif pada PJK adalah PCI (Percutaneous Coronary Intervention) atau yang dikenal juga dengan coronary angioplasty. Ini merupakan prosedur terapi yang dilakukan untuk membuka penyempitan stenotic, pembuluh darah arteri jantung pada kasus penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh terjadinya penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Jadi, step pertama adalah melakukan angiografi untuk menilai seberapa berat sumbatan, dan dimana letak sumbatan. Itu akan menentukan langkah selanjutnya.

Pada tahap selanjutnya bisa ditiup dengan balon (angioplasti koroner) atau mungkin perlu dilakukan pemasangan stent.

BACA JUGA: Mengenali Ciri Penyakit Jantung: Pentingnya Awareness untuk Kesehatan

Tanda dan Kondisi yang Membutuhkan Pemeriksaan Dokter

Penyakit jantung koroner sering kali berkembang perlahan, namun gejalanya bisa menjadi serius bila tidak ditangani. Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda merasakan nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur, atau kelelahan ekstrem tanpa sebab jelas. Bagi Anda yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.

Menjaga kesehatan jantung bukan hanya tentang menghindari serangan jantung, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Dengan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga pola makan, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan medis bila muncul gejala mencurigakan, risiko penyakit jantung koroner dapat ditekan.

Mulailah sayangi jantung Anda dari sekarang, karena jantung sehat adalah kunci untuk hidup lebih panjang, produktif, dan bahagia. 


Artikel dibuat berdasarkan program Healthy Monday kolaborasi EMC Healthcare dengan Liputan6, bersama narasumber dr. Ronaldi, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, FAPSC (Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah RS EMC Grha Kedoya & Pulomas) & dr. Yuliyana Kusaeri, M.Gizi, Sp.GK (Dokter Spesialis Gizi Klinik RS EMC Cibitung & Pekayon).