Jakarta, 26 April 2026 – RS EMC Grha Kedoya bersama AFISMI DPW DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Seminar & Workshop Nuclear Medicine bertema "Menakar Urgensi NEMA Test: Harmonisasi Standar IAEA, Kualitas Citra Klinis, dan Arah Kebijakan BAPETEN" pada 25–26 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengharmonisasikan standar internasional IAEA dengan kebijakan nasional guna memastikan akurasi teknologi Total Body PET/CT di Indonesia.
Acara ini merupakan bentuk kolaborasi strategis yang melibatkan BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) selaku badan regulasi radiasi di Indonesia yang hadir sebagai pembicara dan tamu undangan. Selain itu, dukungan penuh diberikan oleh Kolegium Fisikawan Medik serta AFISMI selaku organisasi profesi fisikawan medik Indonesia. Selaku penyelenggara, AFISMI DPW DKI Jakarta menghadirkan forum ini sebagai sarana edukasi mendalam serta langkah nyata dalam mengawal kebijakan yang berlandaskan bukti ilmiah
Rangkaian acara ini menghadirkan para ahli terkemuka, di antaranya dr. Junan Imaniar Pribadi, Sp.KN-TM, FANMB, selaku Kepala Unit Kedokteran Nuklir RS EMC Grha Kedoya yang membawakan topik mengenai aplikasi klinis Dynamic Total Body PET/CT dan pentingnya kualitas citra. Serta Ibu Iin Indartati, S.T., M.Si dari BAPETEN memaparkan materi mengenai "Arah Kebijakan BAPETEN: Tantangan & Adopsi Standar IAEA (NEMA Test) dalam Izin Operasional PET/CT".
Dalam pemaparan sesi selanjutnya, Leonard Airell Craig, S.Si, Fisikawan Medik, yang memberikan materi seminar mengenai "IAEA Standards for PET/CT: Why NEMA Test is Mandatory Globally?" yang menjelaskan pentingnya NEMA Test sebagai standar internasional untuk memastikan kualitas dan akurasi hasil pencitraan PET/CT serta bertindak sebagai instruktur hands-on untuk praktik NEMA IQ Test.

Henry Andrean, MHS, MARS, FISQua, Direktur RS EMC Grha Kedoya menyampaikan, “Melalui penyelenggaraan seminar dan workshop ini, kami ingin memastikan bahwa implementasi teknologi canggih seperti Total Body PET/CT di RS EMC Grha Kedoya tidak hanya unggul dari sisi teknologi, tetapi juga selaras dengan standar internasional dan regulasi nasional. Hal ini menjadi komitmen kami dalam menghadirkan layanan diagnostik yang akurat dan aman”
Sementara itu, Mahar Subangun selaku perwakilan AFISMI DPW DKI JAKARTA dan Fisikawan Medik pada Unit Kedokteran Nuklir RS EMC Ghra Kedoya mengatakan, "Kami mengapresiasi kolaborasi dengan RS EMC Grha Kedoya dalam penyelenggaraan Seminar dan Workshop NEMA Test for PET/CT ini. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara AFISMI dan rumah sakit, khususnya dalam mendorong peningkatan standar kualitas di bidang Radiologi dan Kedokteran Nuklir."
Melalui kegiatan ini, RS EMC Grha Kedoya dan AFISMI berharap dapat memperkuat peran sebagai pelopor kualitas dan mitra strategis dalam peningkatan standar pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan PET/CT di Indonesia. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis dalam mengadopsi standar internasional, demi menjamin keselamatan pasien dan kualitas diagnostik yang berkelanjutan.