Apa itu kanker payudara?

Kanker payudara merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh sel tumor ganas atau sel kanker yang menyerang jaringan payudara. Meskipun kanker payudara lebih banyak menyerang wanita, kanker payudara nyatanya juga dapat menyerang pria.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, sel kanker pada kanker payudara bersifat menyebar dan dapat menggandakan diri berkali-kali lipat. Jadi, ketika sel kanker menyerang jaringan payudara, sel kanker tersebut dapat menyebar ke organ lain yang berdekatan dengan payudara seperti paru-paru maupun tulang.

Apa saja gejala kanker payudara?

Gejala kanker payudara bergantung pada level dan jenis tumor yang diderita. Terdapat dua jenis tumor, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Jika tumor yang diderita adalah tumor jinak, maka akan muncul benjolan bulat di bawah kulit payudara yang terasa licin dan bisa bergerak. Sedangkan, jika tumor yang diderita adalah tumor ganas atau bahkan sudah berbentuk kanker, maka gejala dapat berupa:

  • Puting tertarik masuk
  • Kulit payudara menyerupai kulit jeruk
  • Terdapat cekungan (seperti lesung pipit) di payudara
  • Puting mengeluarkan darah
  • Terdapat luka/borok di payudara
  • Terdapat benjolan atau pembengkakan pada bawah ketiak

Apa saja faktor risiko kanker payudara?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Terdapat faktor risiko rendah maupun tinggi yang tentunya akan berbeda-beda bagi setiap orang. Berikut beberapa faktor risiko kanker payudara:

  • Usia

Seiring bertambahnya usia, bertambah pula risiko seseorang terkena kanker payudara.

  • Mulai menstruasi terlalu muda

Wanita yang mulai menstruasi pada usia di bawah 12 tahun cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

  • Terlambat menopause

Wanita yang belum mengalami menopause hingga usia 55 tahun berisiko terkena kanker payudara karena emakin lama seorang wanita menstruasi, semakin besar pula risikonya untuk mengalami kanker payudara.

  • Riwayat kanker payudara pada keluarga

Adanya mutasi gen pada keluarga membuat kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya ataupun anggota keluarga dekat lainnya.

  • Paparan radiasi

Seseorang yang pernah menjalani berbagai radioterapi akan memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi daripada mereka yang belum pernah menjalani radioterapi.

Untuk menurunkan tingkat risiko kanker payudara, terdapat beberapa makanan yang dapat dikonsumsi. Bagi para remaja dan wanita muda, memperbanyak konsumsi makanan tinggi kedelai sangat disarankan untuk mengurangi risiko. Sedangkan, bagi wanita dewasa dan yang sudah memasuki masa menopause, mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, seperti ubi kayu, ketela, gandum, dan oatmeal juga dapat menjadi pilihan.

Kapan waktu yang tepat untuk cek ke dokter?

Sebagai tindakan preventif, setiap anak perempuan yang sudah mulai menstruasi harus sudah diajarkan untuk Periksa Payudara Sendiri (SADARI) sebanyak sebulan sekali dan dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi. SADARI dapat dilakukan saat mandi dan dalam posisi berbaring ataupun berdiri di depan cermin. Apabila terdapat benjolan sekecil apapun, perubahan ukuran payudara, keluar cairan dari puting payudara, terasa nyeri, bengkak, gatal, dan luka, maka segera konsultasikan ke dokter agar dapat ditangani.

Skrining fase awal kanker payudara dapat dilakukan di puskesmas atau rumah sakit dengan menjalani pemeriksaan payudara klinis, USG, mammogram, ataupun ultrasound. Lakukan SADARI sejak dini dan kenali apa yang sedang tubuh Anda alami dengan lebih baik lagi. #LiveExcellently

Artikel di review oleh dr. Aseanne Femelia Ramadora, Sp.B (Dokter Spesialis Bedah Umum RS EMC Tangerang).