Sitokin adalah molekul yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk mengkomunikasikan sinyal-sinyal pada tubuh dalam merespons proses infeksi atau peradangan . Sitokin terdiri atas :

  1. Sitokin pro inflamasi : sitokin yang berperan dalam meningkatkan peradangan
  2. Sitokin anti inflamasi : sitokin yang berperan dalam menurunkan peradangan dan perbaikan jaringan tubuh.

Badai Sitokin (Cytokine Storm) adalah keadaan terjadi peningkatan sitokin pro inflamasi dalam tubuh yang memicu respons imun menjadi agresif dan berpotensi merusak organ tubuh sehingga terjadi peradangan berlebihan  yang dapat menyebabkan  kematian.

Badai sitokin pada Covid 19 adalah suatu reaksi system imun yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap virus.  Reaksi ini tidak hanya akan membunuh virus namun juga bisa menimbulkan peradangan yang berlebihan dalam tubuh sehinga terjadi kerusakan dari organ. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan berat dan  terjadi  gagal multi organ. Biasanya komplikasi ini terjadi pada hari 6 – 10 dari terpapar virus Covid 19 dan beberapa waktu setelah dinyatakan sembuh dari Covid 19.

Untuk mengetahui terjadi badai sitokin pada kasus Covid 19 , dapat di lakukan pemeriksaan Darah Lengkap, Penanda infeksi seperti CRP kuantitatif, Ferritin, LDH, D Dimmer serta evaluasi Foto rontgen dada.

Adapun pasien covid yang berpotensi  mengalami badai sitokin terutama yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, hipertensi, obesitas.  Ini disebabkan pasien dengan penyakit tersebut  telah terjadi proses peradangan kronik dengan ketahanan tubuh yang rendah sehingga mudah mengalami disfungsi organ akibat respons imun.

Gejala yang pada umumnya terjadi pada pasien covid 19 dengan badai sitokin : demam, batuk kering, sesak napas berat hingga terjadi gagal napas , sakit kepala, lemas, nyeri otot, penurunan tekanan darah.  Gejala tambahan yang dapat terjadi : sakit tenggorokan, batuk produktif, batuk darah, diare, mual, nyeri dada, kejang dan halusinasi.

Pasien Covid 19 dengan badai sitokin memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU), karena memerlukan penanganan yang komprehensif seperti :

  • Monitoring secara berkala keadaan umum pasien dan tanda vital
  • Jika memerlukan terapi ventilator mekanik
  • Pemberian cairan yang adekuat dengan nutrisi yang baik
  • Manajemen terapi elektrolit
  • Hemodialisis jika diperlukan
  • Manajemen terapi antibiotik dan terapi penunjang lainnya seperti pemberian terapi monoclonal antibodi atau obat penghambat aktiftas sitokin serta pemberian plasmapheresis.

Berdasarkan uraian ini, kita dapat mengantisipasi Badai Sitokin dengan tetap waspada baik saat sedang terpapar Covid 19 dan saat  sembuh dari Covid 19. Konsultasikan diri ke Dokter bila merasa gejala tidak membaik atau memburuk  serta gejala menetap.

Bagaimana kita dapat mencegah terjadinya badai sitokin yaitu  menjaga agar tidak terpapar Covid 19 dengan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi dan pola hidup sehat.

Artikel di review oleh dr. Salva Badjarad, Sp.P (Dokter Spesialis Asma & Paru RS EMC Tangerang).