Apakah Anda memiliki keluhan nyeri wajah seperti tertekan, nyeri kepala, dan hidung tersumbat? Mungkin Anda mengidap rhinosinusitis, suatu inflamasi yang terjadi secara bersamaan pada rongga hidung dan rongga sinus paranasal. Rhinosinusitis dapat mengenai semua kelompok umur, baik anak-anak hingga dewasa. Bahkan, angka kejadian rhinosinusitis terus meningkat, diperkirakan sekitar 10-15% terjadi pada populasi setiap tahunnya.

Gejala dan Diagnosis Rhinosinusitis

Diagnosis penyakit ini biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit dan gambaran klinis yang dirasakan pasien serta hasil pemeriksaan THT. Faktor risiko seperti riwayat alergi, adanya polip, infeksi saluran nafas yang tidak ditangani dengan optimal, faktor anatomis hidung seperti besarnya ukuran tulang hidung bagian dalam/konka, infeksi yang bersumber dari polusi dan iritasi dari udara hingga aliran balik asam lambung yang dapat membuat peradangan pada mukosa hidung.

Pasien rhinosinusitis biasanya mengalami satu atau beberapa gejala berikut ini:

  • Nyeri atau rasa tertekan di wajah
  • Rasa penuh di wajah
  • Hidung tersumbat
  • Hidung berair/perubahan warna ingus
  • Penurunan atau berkurangnya penciuman
  • Nanah dalam rongga hidung
  • Nyeri kepala
  • Demam
  • Bau mulut
  • Mudah lelah
  • Sakit gigi
  • Batuk atau seperti menelan lendir dahak dari hidung
  • Nyeri atau rasa tertekan atau rasa penuh di telinga

Jika Anda mengalami dua atau lebih gejala di atas secara bersamaan, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis THT untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan fisik seperti rinoskopi dan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau foto rontgen dapat dilakukan.

Jenis Rhinosinusitis

  1. Rhinosinusitis akut (RSA)

Jenis rhinosinusitis ini disebabkan oleh infeksi virus dan biasanya berlangsung selama 4 minggu. Ciri dari RSA ini adalah terdapat ingus kental pada salah satu hidung, nyeri berat (kedua hidung), dan demam > 38◦ C.

  1. Rhinosinusitis akut berulang (recurrent acute rhinosinusitis)

Gejala dan tanda pada rhinosinusitis akut berulang sama dengan RSA, tetapi akan memburuk setelah 5 hari atau menetap selama lebih dari 10 hari. Ketika kambuh maka akan berlangsung selama 7-10 hari dan bisa berulang lebih dari 1 tahun.

  1. Rhinosinusitis sub akut (RSSA)

Jenis rhinosinusitis ini merupakan kelanjutan dari RSA yang tidak sembuh dalam 4 minggu dan gejala akan berlangsung antara 4-12 minggu. Pasien RSSA mungkin pernah mendapatkan terapi RSA tetapi mengalami kegagalan dalam prosesnya.

  1. Rhinosinusitis kronis

Pada kondisi ini, rhinosinusitis telah berlangsung lebih dari 12 minggu dengan minimal dua gejala, yaitu salah satu hidung tersumbat/pilek, fungsi penghidu menurun, nyeri tekan pada wajah, dan gejala alergi (bersin, ingus encer, hidung gatal, mata gatal, dan berair).

  1. Rhinosinusitis kronis dengan eksaserbasi akut

Kondisi ini memiliki gejala yang menetap, di mana pasien bisa mendapat gejala yang tiba-tiba memburuk karena infeksi yang berulang. Pengobatan dengan antibiotik tidak dapat menyembuhkan kondisi ini.

Pengobatan Rhinosinusitis

Pada pasien rhinosinusitis, pilihan pertama pengobatannya adalah melalui terapi obat (medikamentosa). Terapi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi drainase sinus sehingga kondisi di dalam rongga hidung kembali normal. Terapi ini bisa menggunakan saline nasal spray (cuci hidung dengan larutan saline steril), antibiotik, dekongestan, mukolitik, semprot hidung dengan kortikosteroid atau dengan obat alergi bila terdapat predisposisi alergi.

Jika terapi medikamentosa kurang atau tidak memberikan respons yang optimal, maka tindakan pembedahan bisa dilakukan. Tindakan bedah pada rhinosinusitis bisa berupa irigasi sinus/cuci sinus, FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery), polypectomy (jika berkaitan dengan adanya polip hidung), dan reduksi konka dengan radiofrekuensi (RF).

Untuk terhindar dari rhinosinusitis, Anda bisa menggunakan masker penutup hidung jika sedang membersihkan rumah atau keluar rumah. Minum air putih minimal 10 gelas setiap harinya serta mendapat tidur berkualitas akan mengurangi risiko terkena rhinosinusitis. Jika mengalami gejala rhinosinusitis, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dr. Edo Wira Candra, M.Kes, Sp.THT-KL dari RS EMC Sentul pada hari Selasa & Sabtu pukul 08:00 – 10:00 WIB, serta Rabu & Jumat pukul 08:00 – 15:00 WIB. #LiveExcellently