Banyak pria usia 50 tahun ke atas mulai merasa tidak nyaman saat buang air kecil. Jangan panik dulu, bisa jadi itu adalah BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) atau pembengkakan prostat jinak. Ingat ya, ini bukan kanker, melainkan pertumbuhan alami kelenjar prostat yang menjepit saluran kencing.
Bayangkan prostat yang normalnya seukuran kacang walnut, membengkak hingga sebesar bola tenis. Karena posisinya melingkari saluran kencing (uretra), otomatis saluran tersebut jadi terhimpit. Akibatnya? Aliran kencing jadi terganggu.
Apa Saja Gejala yang Perlu Diwaspadai?
Kalau Anda mulai merasakan hal-hal di bawah ini, itu tandanya prostat Anda sedang "terganggu":
- Aliran kencing lemah: Harus menunggu lama atau mengejan dulu supaya kencing bisa keluar.
- Kencing tidak tuntas: Merasa masih ada sisa urine di dalam kandung kemih setelah selesai.
- Kencing terputus-putus: Aliran air seni berhenti lalu jalan lagi berulang kali.
- Sering "panggilan alam" di malam hari: Terbangun berkali-kali hanya untuk ke toilet (nokturia).
- Kebelet mendadak: Sulit menahan kencing, atau malah tiba-tiba kencing tidak bisa keluar sama sekali.
- Nyeri: Terasa perih saat kencing atau saat mengeluarkan air mani.
Catatan Penting: Jika urine berdarah atau Anda benar-benar tidak bisa kencing sama sekali, segera ke dokter di RS EMC Tangerang!
Mengapa Prostat Membengkak?
Penyebab pastinya masih misteri, tapi diduga kuat karena perubahan hormon seiring bertambahnya usia. Testosteron menurun, sementara hormon lain (DHT) meningkat, yang memicu sel prostat terus membelah diri.
Beberapa faktor yang bikin pria lebih berisiko terkena BPH:
- Usia: 50% pria di atas 50 tahun mengalaminya, dan meningkat hingga 90% pada usia 80-an.
- Keturunan: Ada anggota keluarga yang punya riwayat serupa.
- Kesehatan Umum: Obesitas, diabetes, atau kurang gerak (gaya hidup rebahan).
Jangan Disepelekan, Ini Bahayanya!
Jika dibiarkan tanpa penanganan, BPH bisa memicu komplikasi serius:
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): Urine yang mengendap lama jadi sarang bakteri.
- Batu Kandung Kemih: Endapan urine bisa mengeras jadi batu.
- Gagal Ginjal: Tekanan urine yang balik ke atas bisa merusak ginjal secara permanen.
Bagaimana RS EMC Tangerang Mengobatinya?
Tenang, kedokteran urologi di RS EMC Tangerang punya banyak solusi, mulai dari yang ringan sampai prosedur canggih:
- Obat-obatan: Untuk gejala ringan, dokter biasanya meresepkan obat untuk mengendurkan otot prostat atau obat untuk mengecilkan ukuran prostat.
- Prosedur Tanpa Bedah Terbuka (Minim Invasif): * TURP & Laser: Mengikis bagian prostat yang menyumbat lewat saluran kencing (tanpa sayatan di perut).
- Operasi Terbuka: Biasanya hanya dilakukan jika ukuran prostat sudah sangat besar atau ada komplikasi berat.
Tips Mencegah Sejak Dini
Meski faktor usia tidak bisa dilawan, Anda bisa mengurangi risikonya dengan:
- Banyak makan sayur dan buah.
- Kurangi minuman beralkohol.
- Rutin berolahraga.
- Jaga berat badan tetap ideal.
RS EMC Tangerang menghadirkan layanan unggulan bagi kesehatan pria, khususnya penanganan Prostat. Dokter spesialis urologi kami siap membantu dengan teknologi medis terbaru dan prosedur yang aman serta minim risiko. Kami hadir bukan hanya sebagai tim medis, tapi sebagai sahabat yang mendampingi perjalanan sembuh Anda, mulai dari pemeriksaan awal hingga pemulihan total.
Artikel ditulis oleh dr. Mochamad Sri Herlambang, Sp.U. FICS (Dokter Spesialis Bedah Urologi RS EMC Tangerang).