Tumor, kista, dan miom merupakan tiga hal yang sering dianggap sama. Padahal, ketiganya adalah penyakit berbeda dan memiliki ciri khas yang berbeda pula. Tiga hal ini mungkin sering membuat kita takut setelah mendengarnya. Jangan khawatir, karena jika kita mengetahui perbedaannya serta mendapatkan penanganan yang tepat, tidak akan terjadi hal-hal yang menakutkan seperti yang dibayangkan. Agar lebih waspada, ketahui perbedaan tumor, kista dan miom di sini.

  1. Tumor

Tumor adalah semua benjolan yang tumbuh pada tubuh kita. Tumor sendiri merupakan massa jaringan yang tidak normal yang berisi daging atau cairan. Jaringan yang tidak normal ini dapat berkembang di bagian mana saja dalam tubuh, seperti tulang, organ dan jaringan lunak. Tumor dalam tubuh bisa memiliki sifat jinak (umumnya tidak berbahaya) atau sifat ganas (kanker) yang berpotensi membahayakan tubuh sehingga perlu mendapat penanganan khusus.

Tumor jinak biasanya hanya berada di satu tempat dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Tumor disebabkan karena ketidakseimbangan jumlah sel baru yang tumbuh dengan sel lama yang mati. Sel baru terbentuk secara berlebihan di saat sel lama yang seharusnya mati tetap hidup. Kondisi ini dipicu oleh banyak faktor, di antaranya paparan sinar UV matahari, infeksi virus, dan bakteri, paparan radiasi atau bahan kimia, efek samping konsumsi obat, serta gaya hidup kurang sehat seperti pola makan buruk, merokok, minum alkohol, dan obesitas.

  1. Miom

Miom adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan ikat atau otot pada rahim wanita. Penyebab pertumbuhan miom belum diketahui secara pasti, namun faktor hormonal dianggap sebagai pemicunya. Keberadaan miom memang jarang disadari. Tapi, jika periode menstruasi lebih panjang dan berat, nyeri di bagian belakang kaki, nyeri panggul, nyeri saat berhubungan intim, sering buang air kecil, sembelit, perut kembung, hingga perut membesar, perlu diwaspadai.

Jika miom sudah menimbulkan gejala, biasanya diperlukan operasi untuk mengangkatnya. Miom umumnya jarang berubah menjadi kanker. Miom atau istilah lainnya fibroid, yang berubah menjadi kanker disebut fibrosarkoma.

  1. Kista

Berbeda dengan miom, kista merupakan kantung berisi cairan, udara atau bahan lainnya yang menempel pada organ terdekat. Kista termasuk tumor jinak, sehingga tidak berbahaya dan biasanya muncul di bagian tubuh mana saja, seperti di hati, ginjal, dan payudara. Namun, lebih sering berkembang di daerah rahim, sama seperti miom. Umumnya kista tidak menimbulkan gejala apapun. Akibatnya, kista dibiarkan berkembang, menjadi lebih besar, dan dapat menjadi parah.

Karena lebih sering berkembang di daerah rahim, banyak para wanita sering sulit membedakan antara miom dan kista di rahim atau ovarium. Lalu apa bedanya kista dengan miom? Perbedaannya terletak pada isi di dalamnya. Jika kista terbentuk akibat penumpukan cairan, sementara miom terbentuk dari sel-sel yang terus tumbuh sehingga menjadi daging tumbuh.

Penyebab kista ini masih belum jelas. Namun, faktor keturunan, penyumbatan pada saluran yang memengaruhi aliran keluar cairan atau kondisi medis lainnya, bisa menjadi faktor dalam perkembangan kista ovarium.

Jika dinyatakan terkena penyakit kista, jangan khawatir dulu apalagi langsung mengambil tindakan operasi, pastikan dulu jenisnya. Jika jenis kista normal, kita tidak perlu khawatir, namun harus waspada terhadap tumor atau kista yang bersifat ganas (kanker) atau tumor jinak yang berpotensi mengganggu fungsi reproduksi. Dan tentu saja, kalau tiba-tiba muncul benjolan di tubuh, jangan ragu berbicara dengan dokter ahli untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat. #LiveExcellently

Artikel ini ditulis oleh dr. Ruswantriani, Sp.OG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Rumah Sakit EMC Sentul).