Tingkat Stres dapat Mempengaruhi Kualitas Gizi Seseorang, Kok Bisa?

Tingkat stres yang tinggi dapat mempengaruhi pola makan seseorang dan berdampak pada status gizi, karena dapat memicu perubahan pada pola makan seseorang, seperti keinginan untuk makanan yang tidak sehat dan kurangnya nafsu makan. Selain itu, stres juga dapat mempengaruhi kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat memicu peningkatan nafsu makan dan keinginan untuk makanan yang bergula dan berlemak.

Apabila seseorang sedang mengalami stress, hal itu juga dapat mempengaruhi kesehatan mental yang nantinya juga akan mempengaruhi pola makan dan status gizi. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik dan menjaga pola makan yang sehat untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga dapat menghasilkan gizi seimbang.

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan berat badan normal untuk mencegah masalah kurang gizi. Gizi seimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Untuk menjaga gizi tetap seimbang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Mengonsumsi makanan pokok.
  2. Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin, pedas, manis, serta berlemak.
  3. Melakukan olahraga secara rutin.
  4. Mengonsumsi makanan atau lauk pauk yang memiliki kadar protein tinggi.
  5. Mencuci tangan secara rutin.
  6. Membiasakan diri untuk sarapan sebelum memulai aktivitas.
  7. Mengonsumsi air putih yang cukup.
  8. Mengonsumsi buah secara rutin.
  9. Mengonsumsi sayuran secara rutin.
  10. Membiasakan diri membaca label pangan pada kemasan makanan dan minuman sebelum dikonsumsi.

Apabila kekurangan gizi seimbang, maka dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan mempengaruhi daya tahan tubuh. Beberapa dampak kekurangan gizi seimbang yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Anemia: Kondisi yang terjadi ketika kekurangan sel darah merah akibat kekurangan zat besi, vitamin dan mineral lainnya
  2. Obesitas: Kondisi yang terjadi akibat kelebihan asupan kalori, ketidakseimbangan komposisi karbohidrat dan lemak, imobilisasi aktivitas.
  3. Sariawan: Kondisi dimana terdapat luka atau radang di mulut akibat kekurangan vitamin C.
  4. Gondok: Kondisi dimana terdapat benjolan di leher akibat kekurangan yodium.
  5. Rabun senja: Kondisi dimana terjadi gangguan penglihatan akibat kekurangan vitamin A.
  6. Busung lapar: Kondisi yang terjadi akibat kurangnya protein dan kalori.

Kekurangan gizi seimbang juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh melemah, sehingga bisa lebih rentan terkena infeksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga asupan nutrisi yang seimbang dan memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan berat badan normal untuk mencegah masalah kurang gizi.

Artikel ditulis oleh dr. Yuliyana Kusaeri, M.Gizi, Sp.GK (Spesialis Gizi Klinik RS EMC Pekayon).