Kale merupakan jenis sayuran berdaun hijau yang disebut-sebut sebagai superfood. Julukan ini muncul karena banyaknya kandungan vitamin dan mineral yang bisa Anda dapatkan hanya dengan mengonsumsi kale. Misalnya saja, satu gelas kale mentah mengandung 3 gram protein, 2,5 gram serat, vitamin A, C, K, dan B, asam alpha-linolenic dan lemak omega-3, serta lutein, zeaxantin, fosfor, kalium, kalsium, dan seng. Semua vitamin dan mineral dibutuhkan oleh tubuh dan memiliki perannya masing-masing. Bayangkan saja, hanya dengan membeli, mengolah, dan mengonsumsi satu jenis sayur, Anda dapat mendapatkan semua asupan gizi tersebut.

Untuk lebih memahami alasan meningkatnya popularitas daun kale, mari ketahui lebih lanjut tentang manfaat sayur kale. Pertama, sayur ini dikenal kaya antioksidan. Antioksidan berfungsi melawan radikal bebas pemicu penuaan dini dan penyebab kanker. Kedua, sayur kale juga membantu menurunkan kolestrol. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi jus kale berturut-turut selama 12 hari bisa meningkatkan kolesterol baik sebanyak 27 persen dan menurunkan kolesterol jahat sebanyak 10 persen. Selanjutnya, kandungan lutein dan zeaxanthin dalam daun kale berguna untuk mengurangi risiko Anda terserang rabun dan katarak.

Manfaat sayur kale lainnya yang tak kalah penting adalah kemampuannya untuk membantu menurunkan berat badan. Tingginya kandungan air dan serat serta rendahnya kalori yang terdapat pada daun kale membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Karena itu, kale baik dikonsumsi oleh Anda yang berniat menurunkan berat badan.

Meski memiliki segudang manfaat, konsumsi kale berlebihan dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan, terutama jika Anda gemar mengonsumsi kale mentah. Dibandingkan dengan daun kale yang dimasak hingga matang, kale mentah lebih berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Berikut ini gangguan kesehatan yang dapat dipicu oleh konsumsi kale mentah.

Gangguan pencernaan dan perut kembung

Serat yang terkandung dalam sayur kale merupakan jenis serat kaku yang tidak mudah larut. Serat inilah yang membuat Anda akan merasa sedikit kesulitan saat mengunyah kale mentah. Ketika Anda selesai mengunyah dan menelan sayur kale mentah, sayur akan melewati jalur pencernaan dengan utuh karena sifatnya yang tak cepat larut. Jenis serat ini memang berguna untuk melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit. Namun, konsumsi serat kaku secara berlebihan bisa menimbulkan masalah pencernaan. Serat dari daun kale dapat tersangkut di usus. Akibatnya, Anda akan merasakan kembung dan lebih sering buang angin.

Tak hanya itu, daun kale juga memiliki kandungan gula yang disebut raffinose. Jenis gula ini termasuk sulit dicerna oleh perut. Perut dan usus kecil tidak memiliki cukup enzim untuk memecah raffinose sehingga kandungan gula ini akan masuk ke usus besar dalam keadaan utuh. Raffinose kemudian akan berfermentasi dengan bakteri usus dan menghasilkan gas metana dan karbondioksida. Akibatnya, perut Anda akan terasa membengkak akibat kembung.

Memicu penyakit gondok

Kale mentah mengandung senyawa tiosianat yang dalam jumlah besar bisa mengganggu penyerapan yodium oleh tubuh. Bila tubuh tidak memiliki jumlah yodium yang cukup, Anda dapat mengalami kondisi hipotiroidisme, yaitu saat kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang seharusnya. Hormon tiroid berperan penting untuk mengatur metabolisme tubuh. Kurangnya jumlah hormon ini menyebabkan ketidakstabilan gula darah, berat badan, dan kesehatan metabolisme tubuh. Dalam kasus yang lebih berat, tubuh Anda dapat mengalami pembengkakan kelenjar tiroid yang menimbulkan penyakit gondok.

Memicu timbulnya batu ginjal

Jika Anda berisiko tinggi terkena penyakit batu ginjal, maka kale mentah adalah makanan yang perlu Anda hindari. Alasannya, daun kale mengandung jumlah oksalat yang cukup tinggi. Dalam tubuh, oksalat bersama mineral kalsium akan menghasilkan senyawa dengan bentuk menyerupai jarum-jarum tajam yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Gabungan kalsium dan batu oksalat merupakan penyebab utama penyakit batu ginjal.

Jika Anda berisiko terserang penyakit batu ginjal, maka sebaiknya Anda mengurangi konsumsi sayur kale, terutama dalam keadaan mentah. Pilihlah jenis sayuran lain yang sesuai dengan kebutuhan gizi dan keadaan tubuh Anda.

Meski berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali mengonsumsi sayur kale. Perlu diingat kembali, daun kale merupakan superfood dengan kandungan beragam vitamin dan nutrisi lainnya. Agar Anda dapat memperoleh manfaat maksimal dari daun kale sambil menghindari dampak negatifnya, pastikan Anda mengonsumsi daun kale dalam jumlah yang cukup atau tidak berlebihan. Selain itu, usahakan untuk menghindari konsumsi daun kale dalam keadaan mentah. Yuk, konsumsi kale dalam jumlah yang cukup dan nikmati segudang manfaatnya bagi kesehatan! #LiveExcellently