Scabies merupakan salah satu penyakit kulit menular yang masih cukup sering ditemukan di masyarakat. Walaupun scabies terlihat seperti masalah kulit biasa, kondisi ini sebenarnya disebabkan oleh infestasi tungau mikroskopis yang hidup dan berkembang biak di lapisan kulit manusia.
Namun, banyak orang menganggap rasa gatal sebagai iritasi ringan atau alergi biasa. Padahal, gatal yang berlangsung terus-menerus, terutama di malam hari, bisa menjadi tanda scabies yang membutuhkan penanganan medis. Jika tidak segera diobati, scabies bukan hanya memperparah kondisi kulit, tetapi juga berisiko menular ke orang lain di sekitar.
Apa Itu Scabies dan Mengapa Menyebabkan Rasa Gatal yang Sangat Mengganggu?
Scabies, atau yang dikenal sebagai kudis, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes scabiei. Tungau ini berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Tungau masuk ke dalam kulit dengan cara menggali terowongan kecil di lapisan terluar kulit, lalu bertelur dan berkembang biak di sana. Area tubuh yang sering terinfeksi antara lain sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, hingga area genital.
Rasa gatal yang ditimbulkan terjadi akibat reaksi alergi tubuh terhadap tungau, telur, dan kotorannya. Akibatnya, rasa gatal bisa terasa sangat intens dan cenderung memburuk pada malam hari.
Apa Saja Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Seseorang Terkena Scabies?
Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena scabies:
- Kontak kulit langsung dengan penderita scabies.
- Tinggal di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti asrama, pesantren, atau panti.
- Berbagi penggunaan barang pribadi seperti pakaian, handuk, atau sprei.
- Kontak erat dengan anggota keluarga yang terinfeksi.
Karena scabies mudah menular, penyakit kulit ini sering menyebar dengan cepat dalam lingkungan yang memiliki interaksi fisik tinggi.
Bagaimana Cara Mengenali Gejala Scabies Sejak Dini?
Gejala scabies seringkali tidak langsung disadari. Namun, beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:
- Rasa gatal hebat pada kulit yang sering terasa lebih parah pada malam hari.
- Muncul ruam, bintil kecil, atau lepuhan pada kulit.
- Terlihat garis tipis seperti terowongan kecil pada permukaan kulit.
- Kulit menjadi kemerahan atau iritasi akibat sering digaruk.
Jika scabies tidak ditangani, kebiasaan menggaruk dapat memperparah kondisi kulit dan menimbulkan infeksi kulit lainnya.
Apa yang Terjadi Jika Scabies Tidak Segera Diobati?
Jika scabies dibiarkan tanpa pengobatan, maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:
- Impetigo (infeksi bakteri pada kulit), yaitu infeksi yang menyebabkan luka berkerak kekuningan akibat bakteri masuk melalui kulit yang sering digaruk.
- Scabies krustosa (crusted scabies), bentuk scabies yang lebih berat dengan kerak tebal pada kulit dan jumlah tungau yang jauh lebih banyak.
- Ektima, infeksi kulit yang lebih dalam dari impetigo yang dapat menyebabkan luka terbuka dan berpotensi meninggalkan bekas luka.
- Infeksi kulit berulang, akibat kerusakan lapisan pelindung kulit karena garukan terus-menerus.
Komplikasi-komplikasi ini membuat kondisi kulit semakin sulit ditangani dan membutuhkan perawatan medis atau obat yang diresepkan oleh dokter agar penyembuhan lebih cepat.
Bagaimana Cara Mengobati Scabies agar Tungau Dapat Hilang?
Pengobatan scabies harus segera dilakukan dengan tujuan untuk membunuh tungau sekaligus mencegah penularan. Beberapa hal yang umum dilakukan meliputi:
- Obat oles yang mengandung permetrin, yang bekerja dengan membunuh tungau dan telur penyebab scabies.
- Krim atau lotion dengan kandungan sulfur atau benzyl benzoate, yang juga digunakan untuk membantu mengatasi infestasi tungau pada kulit.
- Obat minum dan obat oles sesuai dengan petunjuk dokter untuk memastikan tungau benar-benar hilang.
- Membersihkan pakaian, sprei, dan handuk dengan air panas, serta tidak berbagi barang pribadi selama masa pengobatan.
Selain itu, penting untuk mengikuti seluruh anjuran pengobatan dari dokter spesialis kulit agar tidak terjadi infeksi ulang.
BACA JUGA: Eksim pada Kulit: Bagaimana Kondisi Ini Mempengaruhi Aktivitas dan Kualitas Hidup Anda
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter apabila rasa gatal pada kulit tidak kunjung membaik meskipun sudah melakukan perawatan mandiri atau menggunakan obat bebas. Pemeriksaan medis juga diperlukan jika gejala semakin parah, menyebar ke area tubuh lain, atau muncul tanda infeksi seperti luka berkerak, bernanah, atau nyeri pada kulit.
Selain itu, jika Anda memiliki riwayat kontak erat dengan penderita scabies atau tinggal di lingkungan dengan risiko penularan tinggi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit agar mendapatkan diagnosis yang tepat serta penanganan yang efektif sesuai kondisi kulit.
Artikel ditulis oleh dr. Syahriani, Sp.DVE, M.Kes., FINSDV (Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi / Kulit Kelamin RS EMC Sentul).