Penjelasan Dokter Urologi: Mengapa Terapi Rezum Menjadi Game Changer Bagi Penderita BPH

Bagi pria penderita Pembesaran Prostat Jinak (BPH), dilema terbesar saat mempertimbangkan pilhan metode operasi prostat adalah efek sampingnya terhadap fungsi seksual, seperti risiko disfungsi ereksi atau ejakulasi retrograde (air mani masuk ke kandung kemih). Kekhawatiran ini membuat banyak pria enggan berobat. Inilah alasan utama mengapa Terapi Uap Air Rezum disebut sebagai game changer (pengubah peta permainan) dalam dunia urologi modern.

Mengapa Operasi Prostat Konvensional Berisiko Bagi Fungsi Seksual?

Untuk memahami mengapa Rezum sangat unggul, kita perlu melihat bagaimana prosedur operasi prostat seperti TURP atau mengerok prostat bekerja. Kelenjar prostat dikelilingi oleh jaringan saraf yang sangat sensitive dan termasuk saraf yang mengontrol mekanisme ereksi dan otot leher kandung kemih yang mengatur arah keluarnya air mani (ejakulasi).

Pada operasi pembedahan atau pengerokan jaringan prostat secara elektrik/laser:

  • Panas tinggi atau pengerokan fisik berisiko mencederai saraf ereksi di sekitar prostat.
  • Risiko terjadinya Retrograde Ejaculation (ejakulasi terbalik) sangat tinggi (dapat mencapai 60–80% kasus). Pada kondisi ini, pria tetap mengalami sensasi orgasme, namun cairan sperma tidak keluar dari penis melainkan masuk ke dalam kandung kemih karena katup kandung kemih yang rusak.

Bagaimana Terapi Rezum Melindungi Fungsi Seksual Pria?

Terapi Rezum mematahkan stigma bahwa penanganan prostat selalu mengorbankan kejantanan pria. Prosedur ini dirancang khusus untuk meminimalkan dampak terhadap jaringan organ vital di sekitarnya.

1. Energi Panas Terlokalisasi dan Terukur

Rezum tidak memotong atau mengikis jaringan secara agresif. Terapi ini menyuntikkan uap air steril (steam) bertekanan rendah selama 9 detik ke dalam jaringan prostat yang menyumbat. Panas uap air tersebut menyebar hanya di dalam membran sel prostat yang membesar dan langsung berhenti ketika menyentuh batas jaringan, sehingga tidak merusak saraf ereksi di sekitarnya.

2. Mempertahankan Leher Kandung Kemih (Mencegah Ejaculatory Dysfunction)

Karena uap air bekerja secara sangat presisi pada zona transisi prostat, struktur leher kandung kemih tetap utuh. Berdasarkan berbagai uji klinis internasional, Terapi Rezum terbukti mampu mempertahankan fungsi ejakulasi normal dan tidak menyebabkan disfungsi ereksi pada mayoritas besar pasien.

Solusi Lepas dari Ketergantungan Obat Harian

Banyak penderita BPH memilih mengonsumsi obat-obatan jangka panjang untuk menghindari operasi. Namun, penggunaan obat prostat harian (seperti alpha-blocker atau 5-alpha-reductase inhibitors) sering kali menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan, seperti:

  • Penurunan gairah seksual (libido)
  • Tekanan darah drop atau pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik)
  • Tubuh terasa cepat lelah dan lemas

Terapi Rezum menawarkan jalan keluar permanen. Dengan satu prosedur singkat berdurasi 15–30 menit, sebagian besar pasien dapat menghentikan konsumsi obat-obatan prostat harian secara bertahap di bawah pengawasan dokter, sehingga kualitas hidup kembali optimal tanpa bergantung pada obat.

Hasil Klinis Teruji dan Bertahan Lama

Penelitian klinis skala besar menunjukkan bahwa perbaikan aliran urine dan penurunan gejala BPH pasca-terapi Rezum dapat bertahan signifikan hingga 5 tahun atau lebih. Pasien tidak hanya meraskan aliran kencing yang lancar, tetapi juga mendapatkan kembali kepercayaan diri dan kualitas hubungan intim bersama pasangan.

Lindungi Kesehatan Prostat Tanpa Mengorbankan Kualitas Hidup Anda

Menjaga kesehatan saluran kemih tidak harus mengorbankan kejantanan dan kenyamanan kehidupan intim Anda. Terapi uap air Rezum memberikan solusi seimbang: efektif mengecilkan prostat sekaligus aman bagi fungsi seksual.

Segera jadwalkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi untuk mendapatkan evaluasi medis secara menyeluruh dan mengetahui apakah Terapi Rezum adalah solusi terbaik untuk kondisi Anda.

Artikel ditulis oleh dr. Christopher Kusumajaya, Sp.U, FICS (Dokter Spesialis Bedah Urologi RS EMC Alam Sutera).