Gula merupakan suatu karbohidrat sederhana yang bermanfaat sebagai sumber energi bagi tubuh. Pada umumnya, gula dapat ditemukan pada pohon tebu yang kemudian akan diproses menjadi gula pasir. Selain berasal dari pohon tebu, gula juga dapat ditemukan pada madu, kentang, talas, singkong yang memiliki kandungan sakarida yang dapat memberikan euphoria bagi orang yang mengonsumsinyaa. Kandungan sakarida dapat memberikan energi yang cepat untuk digunakan bagi tubuh.

Gula diperlukan bagi tubuh karena memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat memberikan energi. Namun, perlu dilakukan kontrol pada konsumsi gula setiap harinya. Karena gula juga dapat menyebabkan adiksi sehingga akan menimbulkan dampak-dampak lainnya yang berbahaya bagi tubuh.

Apa saja jenis Karbohidrat?

Terdapat 3 jenis karbohidrat yang memiliki karakteristiknya masing-masing, yaitu:

  1. Karbohidrat Cokelat: Karbohidrat jenis ini mengandung polisaklorida dan memiliki molekul yang berbentuk panjang. Karbohidrat cokelat dapat ditemukan pada beras, singkong, dan kentang. Karena memiliki bentuk molekul yang panjang, karbohidrat jenis ini menjadi mudah dipecahkan oleh tubuh sehingga apabila dimakan akan langsung memberikan energi.
  2. Karbohidrat Hijau: Karbohidrat hijau biasanya terkandung dalam buah serta sayur-sayuran. Karbohidrat jenis ini memiliki molekul yang terdiri dari bagian yang saling berkaitan, dan berbentuk seperti rambut kusut. Sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dipecahkan. Hal tersebut dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama sehingga tidak mudah lapar.
  3. Karbohidrat Putih: Karbohidrat putih umumnya dapat kita temukan pada kandungan gula pasir.

Apa dampak negatif dari konsumsi gula yang berlebihan?

Gula dapat menyebabkan adiksi yang sangat berbahaya. Adiksi tersebut akan menjadi semakin berbahaya apabila gula dikonsumsi bersamaan dengan minyak. Karena hal tersebut dapat memengaruhi hedonik center pada otak kita secara langsung.

Bagaimana tanda dari konsumsi gula yang berlebihan?

Konsumsi gula yang berlebihan dapat terlihat dari penambahan berat badan dan perut yang membuncit. Pengecekan gula darah juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kadar gula dalam tubuh. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lab secara rutin untuk mengetahui kadar gula dalam tubuh pada usia 35 tahun.

Apakah dengan mengonsumsi gula dapat menyebabkan terjadinya Sugar Rush?

Sugar rush adalah kondisi ketika seseorang menjadi lebih aktif setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis yang mengandung gula. Efek samping dari konsumsi gula ini dapat terjadi pada siapa saja. Sebenarnya, kondisi sugar rush sama dengan kondisi adiksi yang disebabkan oleh gula pada otak. Efek sugar rush dapat diminimalisir dengan mengonsumsi air putih untuk menetralkan adiksi.

Bagaimana batasan konsumsi gula per hari pada umumnya?

Untuk menentukan batasan konsumsi gula perhari sangat tergantung pada aktivitas, berat badan, usia, dan kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, pengonsumsian karbohidrat harus dengan cara yang bijaksana. Dianjurkan untuk konsumsi karbohidrat dengan cukup dan jangan berlebihan, serta imbangi dengat olahraga agar karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh cepat terbakar.

Membakar karbohidrat dapat dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga agar adiksi tidak terjadi secara terus menerus. Untuk menghindari efek adiksi dari gula dapat dilakukan dengan cara meminum air putih setelah mengonsumsi gula. Mengontrol kadar gula dalam tubuh juga sangat penting untuk dilakukan. Konsultasikan masalah kadar gula dalam tubuh anda ke dokter agar bisa mendapatkan edukasi yang tepat.

Artikel di review oleh dr. Roi P. Sibarani, SpPD-KEMD, FES (Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Metabolik, Endokrin & Diabetes RS EMC Sentul).