Selain nyeri punggung, bagian tubuh lain yang paling sering dikeluhkan adalah bahu. Umumnya keluhan yang dirasakan seperti pada saat menggerakkan tangan, memakai baju dan mengambil dompet di saku belakang. Keluhan tersebut bisa disebabkan oleh cedera rotator cuff (shoulder Rotator Cuff).

Gejala Nyeri Rotator Cuff

Rotator cuff terbentuk dari otot dan ligamen yang menyangga lengan atas pada sendi bahu. Sendi bahu memiliki area cakupan gerakan yang lebih luas dibanding sendi lainnya sehingga risiko cedera lebih besar. Ketika Anda merasakan nyeri pada salah satu atau semua bagian ligamen sendi putar bahu, mungkin Anda mengalami cedera rotator cuff. Nyeri bahu ini umum terjadi pada mereka yang sering menggunakan lengan pada posisi yang sama atau pada mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Aktivitas yang terlalu menekan bahu dan rutin dilakukan akan menyebabkan peradangan dan nyeri bahu.

Ada beberapa golongan yang memiliki potensi risiko terkena cedera rotator cuff, antara lain:

  • Mereka yang berusia di atas 40 tahun
  • Atlet yang menggunakan lengan pada posisi yang sama terus-menerus, seperti atlet bisbol, atlet bulu tangkis, dan atlet tenis
  • Pekerja di bidang konstruksi
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap cedera rotator cuff

Penanganan cedera rotator cuff

Cedera rotator cuff yang ringan bisa ditangani dengan obat penghilang nyeri dan antiradang nonsteroid. Namun ada beberapa kasus ditemukan penggunaan obat ini menyebabkan sakit perut dan pendarahan. Terapi pada rotator cuff bisa dianjurkan kepada pasien yang rasa nyerinya tidak hilang meskipun telah menggunakan obat. Tindakan terapi non invasif Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) merupakan tindakan terapi menggunakan gelombang kejut (shockwaves) untuk mengatasi nyeri pada jaringan lunak seperti pada rotator cuff.

Terapi ESWT memiliki keunggulan seperti prosedur yang tidak memerlukan anestesi dan hampir tidak ada efek samping yang ditimbulkan setelah terapi dilakukan. Terapi ini akan bereaksi langsung pada jaringan saraf yang akan menghilangkan rasa nyeri. Terapi ini menggunakan alat khusus yang memancarkan gelombang kejut akustik melalui kulit. Gelombang ini kemudian diarahkan ke bagian rotator cuff selama sekitar 15 menit. ESWT akan melancarkan sirkulasi darah ke bagian rotator cuff, sehingga proses penyembuhan lebih cepat. Selama prosedur ESWT berlangsung, pasien akan merasakan sedikit nyeri, namun nyeri akibat gelombang kejut ini bisa diatur oleh dokter dengan menyesuaikan kekuatan gelombang kejut.

Setelah melakukan terapi ESWT, pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasa, namun mengonsumsi obat pereda nyeri, obat anti radang, dan terapi es tidak dianjurkan untuk dilakukan karena akan menghambat proses penyembuhan. Terapi ESWT biasanya membutuhkan tiga sesi untuk mendapatkan hasil yang optimal di mana terapi sesi pertama biasanya memiliki tingkat keberhasilan sebesar 80% dan terapi sesi kedua berhasil 90%.

Pencegahan Cedera Rotator Cuff

Untuk mencegah cedera rotator cuff, mengatur pola gerakan dan gaya hidup penting dilakukan. Jika Anda memiliki rutinitas yang menggunakan gerakan lengan secara terus-menerus, sebaiknya istirahatkan lengan dan bahu beberapa menit. Terutama jika Anda telah melakukan terapi ESWT, dianjurkan untuk tidak mengangkat beban berat dan menggunakan lengan yang tidak cedera. Segera konsultasikan kondisi Anda jika merasakan nyeri saat mengangkat tangan ke satu sisi seperti mengangkat tangan di atas kepala. Mari jaga kesehatan bahu agar bisa terbebas dari nyeri dan beraktivitas dengan nyaman. #LiveExcellently