Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit dengan media penularan melalui udara dan biasanya menyerang paru. Penyakit tuberkulosis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang banyak terjadi pada masyarakat Indonesia. Sayangnya, banyak orang yang belum memahami risiko dari komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit satu ini. Anggapan umum tentang tuberkulosis yang hanya menyerang paru seakan sudah mengakar kuat di benak masyarakat. Padahal, bakteri mycobacterium tuberculosis juga dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan komplikasi yang cukup serius di berbagai organ vital lainnya selain di organ paru.

Meski komplikasi tuberkulosis dapat terjadi hampir pada semua organ manusia, namun ada beberapa komplikasi yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai, seperti komplikasi TB yang terjadi pada beberapa organ di bawah ini :

  1. Kerusakan pada Otak

Jika tidak ditangani dengan baik, bakteri penyebab TB dapat menyebar melalui aliran darah sehingga menimbulkan dampak kesehatan serius terhadap organ tubuh lainnya. Salah satu organ yang paling rawan terkena dampaknya adalah otak.

Bakteri penyebab tuberkulosis dapat menyerang cincin tulang belakang dan selaput sekeliling otak (meninges). Kondisi tersebut dikenal sebagai meningitis tuberkulosis. Gejala umum yang muncul akibat komplikasi TB otak adalah hilangnya kemampuan mendengar, meningkatnya tekanan pada otak, stroke, penurunan kesadaran, bahkan kematian.

  1. Gangguan Fungsi Penglihatan

Bakteri penyebab TB yang sudah menyebar melalui aliran darah juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada mata. Hal tersebut dapat terjadi melalui infeksi langsung maupun tidak langsung. Ada beberapa bagian mata yang paling sering diserang, seperti konjungtiva, kornea, dan sklera. Jika hal ini terjadi, gejala awal yang akan dialami adalah pandangan yang mengabur dan kondisi mata yang tiba-tiba menjadi terlalu sensitif terhadap cahaya.

  1. Kerusakan pada Tulang dan Sendi

Komplikasi pada tulang dan sendi menjadi salah satu kasus komplikasi yang paling sering terjadi akibat penyebaran bakteri penyebab TB yang tidak terkendali. Sebagian besar kasus komplikasi TB tulang dan sendi menyerang tulang belakang sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan serius, kerusakan saraf, hingga rusaknya bentuk tulang belakang.

  1. Kerusakan Fungsi Hati

Hati menjadi bagian tubuh yang rawan terkena komplikasi bakteri penyebab tuberkulosis. Aliran darah yang terkontaminasi dapat menyebabkan hepatic tuberculosis dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lain, mulai dari pembengkakan pada hati hingga menguningnya kulit dan lapisan mukosa akibat ketidakseimbangan bilirubin.

  1. Kerusakan pada Ginjal

Komplikasi tuberkulosis kerap menyerang ginjal melalui infeksi bagian luar (cortex) yang secara perlahan menginfeksi hingga ke bagian yang lebih dalam (medula). Kondisi ini menimbulkan komplikasi lain, seperti penumpukan kalsium, hipertensi, pembentukan jaringan nanah, hingga gagal ginjal.

  1. Kerusakan pada Jantung

TB pada jantung merupakan kasus yang tidak terlalu sering terjadi. Pada kondisi ini, bakteri akan menyerang pericardium, myocardium atau bahkan katup jantung. Komplikasi TB pada jantung, jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan gagal jantung yang berujung pada kematian.

Demikianlah beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat TB. Hindari penyakit tuberkulosis dengan menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Jika Anda merasa mengalami gejala tuberkulosis, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Saat pemeriksaan, dokter akan meminta pasien melakukan pemeriksaan dahak yang disebut pemeriksaan BTA. Pemeriksaan BTA ini dapat dilakukan dengan sampel selain dahak, untuk kasus TB yang bukan terjadi di organ paru. 

Untuk mendapatkan tindakan pencegahan serta pengobatan TBC yang baik dibutuhkan penanganan oleh tenaga medis profesional, seperti penanganan dari Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru), dr. Deva Bachtiar, Sp.P yang berpraktik pada hari Selasa pukul 08.00-12.00 WIB dan Jumat pukul 08.00-12.00 WIB di Rumah Sakit EMC Sentul. Jaga terus kesehatan Anda dan keluarga agar selalu #LiveExcellently.