WHO mengungkapkan bahwa kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh pria. Diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat. Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan kedua sebagai jenis kanker tersering diderita oleh pria.

Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah penyakit tumor ganas yang dialami oleh pria. Tumor ganas atau kanker tersebut berkembang di dalam kelenjar prostat. Umumnya, ditandai dengan gangguan buang air kecil. Kanker prostat dapat menyerang pria di atas umur 50 tahun. Kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan.

Prostat merupakan sebuah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi dan posisinya mengelilingi saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke penis. Prostat juga berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi.

Apa saja gejala kanker prostat?

Pada tahap awal, kanker prostat tidak menimbulkan gejala apapun. Saat kanker semakin besar atau terdapat peradangan pada kelenjar prostat, penderita akan merasakan gejala berupa gangguan buang air kecil, misalnya buang air kecil berdarah, sulit buang air kecil atau kurang lancarnya buang air kecil.

Apa saja komplikasi kanker prostat?

Perlu diingat bahwa komplikasi kanker prostat dapat dicegah sehingga dapat mengurangi risiko untuk kesehatan di masa mendatang. Berikut beberapa komplikasi kanker prostat yang mungkin terjadi:

  • Disfungsi ereksi
  • Infertilitas
  • Inkontinensia urine
  • Bak berdarah
  • Metastasis atau penyebaran kanker ke organ lain

Bagaimana cara mencegah kanker prostat?

Sama halnya dengan penyakit kanker yang lain, melakukan gaya hidup sehat terbukti dapat menurunkan risiko kanker secara umum. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah:

  • Konsumsi sepiring buah dan sayur setiap hari
  • Olahraga 30 menit sebanyak 4–5 kali dalam seminggu
  • Menjaga berat badan ideal
  • Disarankan untuk melakukan skrining kanker prostat diatas usia 45 tahun

Bagaimana cara mengobati kanker prostat?

Metode pengobatan yang biasa dilakukan adalah konsumsi obat-obatan, operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, dan krioterapi. Tentu saja, metode-metode pengobatan tersebut tergantung pada analisis dokter berdasarkan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Itulah informasi lengkap tentang kanker prostat. Untuk mencegah terjadinya kanker prostat, sangat penting untuk melakukan skrining sedini mungkin (minimal saat berusia 45 ke-atas) di rumah sakit dengan dokter yang terpercaya. Skrining yang biasa dilakukan adalah salah satu dari dua cara. Pertama, tes PSA, yaitu pengambilan darah sederhana. Kedua, pemeriksaan dubur singkat yang membutuhkan waktu kurang dari 30 detik.

Artikel di review oleh dr. Arie Asnafi, Sp.U (Dokter Spesialis Bedah Urologi RS EMC Tangerang).