Apakah Anda sedang mengalami batuk berdahak tak kunjung sembuh? Apakah Anda perokok aktif / pasif? Apakah Anda bekerja di lingkungan yang seringkali terpapar berbagai bahan kimia? Jika iya, ketahui tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau sering disingkat PPOK merupakan penyakit paru kronis yang di tandai dengan adanya keterbatasan aliran dan gejala pernapasan menetap yang berhubungan dengan abnormalitas dari jalan napas dan atau alveoli.

 Di Indonesia, PPOK merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian utama. Prevalensi PPOK terus meningkat dengan bertambahnya prevalensi perokok, peningkatan polusi udara dan peningkatan populasi usia lanjut.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Seseorang dengan PPOK ringan dapat tanpa keluhan atau gejala. Hal ini berbahaya karena apabila faktor risikonya tidak dihindari maka penyakit ini akan semakin progresif. PPOK dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Sesak napas
  • Batuk berdahak
  • Kadang-kadang disertai mengi
  • Pada kondisi tertentu dapat terjadi perburukan dengan meningkatnya frekwensi batuk, sesak napas hebat dengan dahak yang berlebihan.
  • Lesu dan lemas
  • Susah tidur
  • Mudah lelah dan merasa depresi

Faktor risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  1. Rokok, baik perokok aktif maupun pasif merupakan faktor resiko terpenting.
  2. Riwayat paparan polusi udara dengan partikel berbahaya dan zat-zat iritan
  3. Riwayat infeksi saluran napas berulang dan penyakit paru lainnya seperti Asma berulang.
  4. Faktor genetik, kekurangan protein Alfa-1 antitrypsin (AATD : alpha-1 antitrypsin deficiency) yang berperan dalam menjaga elastisitas paru.
  5. Stress oxidatif
  6. Tumbuh kembang paru yang kurang optimal
  7. Status sosioekonomi rendah

Cara pencegahan dan pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Pencegahan utama dengan menghindari rokok (aktif dan pasif), hindari paparan polusi atau zat iritan lainnya dengan penggunaan masker.

Pengobatan PPOK bertujuan untuk :

  • Mengurangi gejala
  • Mencegah progresivitas penyakit
  • Meningkatkan status kesehatan
  • Mencegah dan menangani terjadinya komplikasi serta menurunkan kematian

Secara umum pengobatan PPOK meliputi:

  • Edukasi berhenti merokok
  • Obat-obatan seperti terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy), terapi inhalasi, antibiotik, vaksinasi dalam pencegahan infeksi paru berulang.
  • Rehabilitasi untuk memperbaiki gejala, meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki partisipasi fisik dan emosi penderita PPOK dalam aktifitas harian
  • Terapi oksigen
  • Ventilasi mekanik untuk kasus berat yang mengalami gagal napas
  • Terapi nutrisi
  • Terapi paliatif dalam mengontrol gejala PPOK lanjutan

Jika Anda telah mengalami beberapa gejala PPOK dianjurkan untuk menemui dokter.  Meskipun gejala yang dialami belum tentu mengarah pada PPOK, namun konsultasi dokter diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan lain. Jika Anda dicurigai menderita PPOK, maka dokter Anda akan merujuk ke dokter spesialis paru untuk pengobatan. 

Artikel di review oleh dr.Salva Badjarad, Sp.P (Dokter Spesialis Paru & Pernapasan RS EMC Tangerang).