Menikah dan memiliki buah hati merupakan hal yang didambakan semua pasangan. Kehadiran buah hati memberi kebahagiaan dan warna baru dalam hubungan, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang begitu serius mempersiapkan kehamilan dan kehadiran buah hati. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai mempersiapkannya bersamaan dengan persiapan pernikahan.

Namun tak jarang, beberapa pasangan yang telah mempersiapkan kehamilan dalam waktu yang cukup lama belum juga dikaruniai buah hati. Jika hal tersebut terjadi pada Anda dan pasangan, Anda perlu memerhatikan kondisi fertilitas masing-masing. Sebagaimana diketahui bahwa infertilitas adalah salah satu penyebab utama dalam sulitnya mendapat keturunan.

Secara umum, infertilitas merupakan suatu kondisi di mana suami istri gagal mendapatkan kehamilan setelah berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun. Hal ini didasarkan oleh fakta bahwa 75-85% pasangan dengan fertilitas normal berhasil mendapatkan keturunan, di mana pihak istri dapat hamil dalam jangka waktu 12 bulan.

Secara medis, kondisi infertilitas dapat dibedakan menjadi dua kondisi berbeda. Kondisi pertama adalah infertilitas primer di mana kehamilan belum terjadi sama sekali. Kondisi infertilitas lainnya adalah kondisi infertilitas sekunder yang dapat terjadi setelah kelahiran anak pertama atau pernah hamil meskipun akhirnya terjadi keguguran. 

Infertilitas Bisa Terjadi Pada Pihak Pria Maupun Wnaita

Meski infertilitas berkaitan dengan kehamilan, kondisi infertilitas tidak hanya dapat dialami oleh perempuan, namun dapat juga terjadi pada laki-laki. Secara umum, penyebab masalah infertilitas dapat terjadi akibat empat faktor utama, yaitu faktor perempuan, faktor laki-laki, faktor kombinasi antara perempuan dan laki-laki, serta kondisi infertilitas yang terjadi dengan penyebab yang belum diketahui.

Tiap-tiap faktor memiliki persentase pengaruh yang berbeda-beda terhadap kondisi infertilitas. Faktor perempuan dan laki-laki masing-masing menyumbang infertilitas sebanyak 40%. Sedangkan untuk faktor infertilitas akibat kombinasi keduanya adalah sebanyak 10%. Sisanya, yaitu sebanyak 10% adalah untuk infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya.

Tidak hanya memiliki persentase penyebab yang beragam, infertilitas juga memiliki tingkat keparahan yang beragam. Pada infertilitas ringan, penyebab paling umum adalah faktor endometriosis, gangguan ovulasi, dan siklus hormonal. Sementara itu, infertilitas berat kemungkinan disebabkan karena faktor yang lebih kompleks seperti faktor imun (kekebalan tubuh), kemampuan reseptivitas rahim yang lemah, pelekatan panggul karena endometriosis yang parah, kualitas sel telur yang menurun akibat kerusakan ovarium, dan faktor lainnya.

Saat ini kondisi infertilitas dapat dibantu dengan diagnosis medis dan terapi obat-obatan yang tepat. Jadi, jika Anda atau pasangan memiliki permasalahan terkait kondisi infertilitas dan kesehatan reproduksi, segera konsultasikan permasalahan Anda dengan tim dokter kandungan yang memiliki keahlian dalam bidang infertilitas, seperti dr. Gede Widi Mariada, Sp.OG, M.Us, M.Clin.Embriol, M.Hum.Reprod yang berpraktik di Poli Kebidanan Kandungan Rumah Sakit EMC Sentul setiap hari Minggu pukul 12.00 – 20.00 WIB. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter agar rumah Anda bertambah ceria dengan kehadiran si kecil. #LiveExcellently