Kaki Sering Bengkak, Muncul Benjolan dan Mengeras? Petanda Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout merupakan salah satu gangguan metabolik yang sering dijumpai dalam praktik sehari-hari dokter penyakit dalam. Sayangnya, penyakit ini masih kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Banyak pasien baru datang berobat ketika keluhan sudah berat, seperti nyeri sendi hebat, kaki sering bengkak, bahkan muncul benjolan keras yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, kondisi tersebut sebenarnya bisa dicegah bila asam urat dikendalikan sejak dini.

Asam urat terjadi akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Asam urat sendiri merupakan hasil akhir metabolisme purin, yaitu zat yang secara alami terdapat dalam tubuh dan juga berasal dari makanan. Bila kadar asam urat terlalu tinggi, kristal asam urat dapat mengendap di sendi, jaringan lunak, bahkan ginjal, sehingga menimbulkan peradangan dan nyeri.

Mengapa Kaki Sering Bengkak dan Muncul Benjolan Keras?

Salah satu ciri khas asam urat yang tidak terkontrol adalah serangan nyeri sendi yang disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas. Keluhan ini paling sering menyerang beberapa area sendi, seperti:

  • Jempol kaki
  • Pergelangan kaki
  • Lutut
  • Kaki bagian bawah

Pada kondisi gout kronik, kristal asam urat menumpuk dan membentuk tofi, yaitu benjolan keras di bawah kulit. Tofi sering muncul di sekitar sendi, daun telinga, tumit, atau jari-jari kaki dan tangan. Benjolan ini dapat terasa keras, tidak nyeri pada awalnya, namun lama-kelamaan bisa menimbulkan nyeri, keterbatasan gerak, bahkan merusak sendi.

Selain itu, kadar asam urat yang tinggi juga dapat menyebabkan pembengkakan kaki yang berulang, terutama bila disertai gangguan fungsi ginjal atau konsumsi obat tertentu. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kualitas hidup pasien.

Tofi adalah salah satu komplikasi asam urat (gout) kronik yang menandakan bahwa kadar asam urat dalam darah sudah tinggi dan berlangsung lama. Berikut penjelasan yang mudah dipahami beserta cara penanganannya dari sudut pandang medis.

Apa Itu Tofi pada Penderita Asam Urat?

Tofi (tophi) adalah benjolan keras yang terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat (monosodium urate) di jaringan tubuh. Tofi biasanya muncul pada penderita asam urat yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun, baik karena tidak berobat rutin, pengobatan tidak adekuat, atau gaya hidup yang masih berisiko.

Secara klinis, tofi:

  • Teraba keras, kadang tidak nyeri pada awalnya
  • Berwarna putih kekuningan bila tampak di permukaan kulit
  • Dapat membesar perlahan
  • Menjadi nyeri dan meradang bila terjadi infeksi atau peradangan
  • Dapat merusak sendi dan jaringan sekitar

Lokasi Tofi yang Sering Ditemukan

  • Jempol kaki dan sendi kaki lainnya
  • Pergelangan kaki dan lutut
  • Jari tangan dan pergelangan tangan
  • Daun telinga
  • Tumit atau tendon Achilles
  • Siku (olecranon)

Pada stadium lanjut, tofi bisa menyebabkan keterbatasan gerak, deformitas sendi, bahkan luka terbuka bila menembus kulit.

Mengapa Tofi Bisa Terbentuk?

Tofi terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah secara kronik melebihi batas normal (umumnya >6 mg/dL). Kristal asam urat yang berlebih akan mengendap di sendi dan jaringan lunak, kemudian memicu reaksi inflamasi berulang. Seiring waktu, kristal tersebut berkumpul dan membentuk massa keras yang disebut tofi.

Faktor yang mempercepat terbentuknya tofi antara lain:

  • Asam urat tidak diobati atau pengobatan tidak teratur
  • Konsumsi makanan tinggi purin dalam jangka panjang
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Konsumsi alkohol
  • Penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes
  • Usia lanjut dan durasi penyakit yang lama

Apakah Tofi Berbahaya?

Ya. Tofi bukan hanya masalah estetika. Bila tidak ditangani dengan baik, tofi dapat menyebabkan:

  • Kerusakan sendi permanen
  • Nyeri kronik
  • Gangguan fungsi dan aktivitas sehari-hari
  • Risiko infeksi bila kulit di atas tofi pecah
  • Penurunan kualitas hidup secara signifikan

Oleh karena itu, tofi merupakan indikasi kuat bahwa asam urat harus ditangani secara serius dan jangka panjang.

Cara Penanganan Tofi pada Asam Urat

Penanganan tofi bertujuan untuk menurunkan kadar asam urat, mencegah pembesaran tofi, serta memperbaiki fungsi sendi.

1. Menurunkan Kadar Asam Urat Secara Konsisten

Target kadar asam urat pada penderita dengan tofi umumnya <5 mg/dL. Untuk mencapainya diperlukan:

  • Obat penurun asam urat jangka panjang (misalnya penghambat xantin oksidase atau urikosurik), sesuai indikasi
  • Kepatuhan minum obat secara rutin dan berkelanjutan
  • Evaluasi laboratorium berkala

Perlu ditekankan bahwa obat asam urat tidak diminum hanya saat nyeri, tetapi sebagai terapi jangka panjang.

2. Pengendalian Serangan Nyeri dan Peradangan

Saat terjadi peradangan di sekitar tofi:

  • Dapat diberikan obat antiinflamasi sesuai kondisi pasien
  • Istirahatkan sendi yang terkena
  • Kompres dingin untuk mengurangi nyeri dan bengkak

3. Perubahan Gaya Hidup

  • Batasi makanan tinggi purin (jeroan, daging merah, seafood)
  • Perbanyak air putih
  • Jaga berat badan ideal
  • Hindari alkohol dan minuman manis tinggi fruktosa
  • Olahraga ringan dan teratur

4. Penanganan Bedah (Bila Diperlukan)

Tindakan operasi tidak rutin dilakukan, namun dapat dipertimbangkan bila:

  • Tofi sangat besar dan mengganggu fungsi
  • Terjadi infeksi berulang
  • Menyebabkan nyeri berat atau deformitas
  • Menekan saraf atau jaringan sekitar

Tindakan ini tetap harus disertai pengendalian asam urat yang optimal agar tofi tidak muncul kembali.

Kapan Pasien Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter penyakit dalam atau reumatolog bila:

  • Muncul benjolan keras di sekitar sendi
  • Nyeri asam urat sering kambuh
  • Sendi terasa kaku dan sulit digerakkan
  • Tofi membesar atau berubah warna
  • Terjadi luka atau tanda infeksi

Tofi merupakan tanda asam urat kronik yang tidak terkontrol dan bukan kondisi yang boleh diabaikan. Dengan pengobatan yang tepat, gaya hidup sehat, dan pemantauan rutin, tofi dapat mengecil bahkan menghilang secara bertahap. Penanganan dini adalah kunci untuk mencegah kerusakan sendi dan komplikasi jangka panjang.

Artikel ditulis oleh dr. Patriotika Ismail, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Cikarang).